Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
96 Pulang Umroh


__ADS_3

Adam meminta menghampiri Zee yang sedang khusuk berdzikir.


"Sayang, ayo istirahat. Besok kita akan pulang ke Indonesia" ajak Adam


"Sebab itu mas, aku tidak mau melewatkan malam terakhir kita di tanah suci hanya dengan tidur saja"


"Iya aku mengerti, tapi tidak baik jika kamu memaksakan diri dengan begadang sepanjang malam"


"Tidak mas, aku tidak memaksakan diri. Aku ikhlas melakukan ini, aku ingin menebus semua dosaku dengan beribadah langsung di rumah Allah. Jangan halangi aku mas, ijinkan aku menghabiskan malam ku di sini dengan beribadah kepada tuhan ku, ya?"


Kali ini Adam tak bisa lagi membujuknya, ia menuruti kemauan istrinya dan terus berada di belakangnya.


Adam pun juga tak tidur semalaman demi menemani istrinya dengan terus berdzikir dan bersholawat.


Baru setelah sholat subuh, Zee mau kembali ke hotel dan beristirahat.


Mereka berdua beristirahat selama dua jam lalu bangun dan bersiap untuk pulang.


Saat berada di travel yang membawanya ke bandara, Zee memerhatikan jalanan sekeliling.


Berat rasanya saat akan pulang seakan separuh jiwanya tertinggal di sana.


"Kenapa cemas? apa yang kamu pikirkan?" tanya Adam


"Dengan beribadah beberapa hari ini di rumah Allah, apakah cukup untuk menebus banyaknya dosa ku bertahun-tahun yang lalu mas?" tanya Zee

__ADS_1


Adam memegang tangannya dan mengelus lembut.


"Kenapa kamu khawatir? Apa kamu lupa kalau Allah itu maha pengampun?"


"Bukannya tidak percaya mas, hanya saja dosaku terlalu banyak"


"Sebanyak apapun dosa seorang hamba, jika dari dalam hatinya ia benar-benar bertaubat dan tak mengulanginya lagi Allah pasti akan memaafkannya.


Allah itu maha pengasih dan penyayang, Allah pasti dengan senang hati akan menerima taubat dari hambanya, percayalah...."


Zee pun mengangguk dan bisa lebih tenang mendengar penjelasan dari Adam.


Mereka pun pulang dengan selamat hingga sampai di rumah.


Saat baru turun dari mobil, ada beberapa ibu-ibu yang sedang lewat menyapanya.


"Sudah pulang ya neng" tanya salah seorang dari mereka


"Alhamdulillah iya bu..."


Mereka lalu bersalaman pada Zee dan memberinya selamat karena sudah sampai dengan keadaan selamat.


Adam yang menurunkan koper dari bagasi segera membukanya, ia lalu mengambil beberapa kotak buah kurma dan anggur kering untuk di berikan pada mereka.


"Ini ada sedikit oleh-oleh dari kami" ucap Adam sambil menyodorkan kotak itu.

__ADS_1


"Wah ... terima kasih nak Adam. Dulu dapat oleh-oleh dari Makkah saat kamu umroh sama umi Fatimah, sekarang kamu umroh lagi bareng istri kamu. Doain ya nak semoga saya bisa juga pergi ke Makkah" ucap ucap bu Endang


"Aamiin... Semoga lekas terwujud bu"


"Makasih banyak ya nak, semoga Allah ganti dengan yang lebih banyak, aamiin..."


"Aamiin..." jawab Adam dan Zee kompak


Setelah ibu-ibu itu pergi mereka pun masuk ke rumah.


"Assalamualaikum...." Ucap Zee saat membuka pintu rumahnya


Karena semalaman mereka tidak tidur, ditambah lagi perjalanan pulang yang melelahkan.


Tanpa membereskan kopernya, mereka memilih untuk langsung mandi dan beristirahat.


*****


Hari-hari berikutnya terasa lebih tenang.


Mereka menjalani hidup yang lebih damai dan tenang.


Hingga pada suatu malam telpon Adam tiba-tiba berdering saat sedang tertidur pulas.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2