Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
134 Operasi


__ADS_3

Zee menarik nafas dalam-dalam dan mencoba lebih tenang.


"Sekarang aku sudah lebih tenang, ayo katakan mas"


Adam lalu menceritakan apa yang Alfan ceritakan padanya.


Bahwa 1 minggu yang lalu sebelum kejadian itu Dita dan Choki pergi berdua ke puncak.


Di sana mereka menghabiskan waktu bersama kembali merajut cinta.


2 hari di puncak menikmati indahnya pemandangan.


Mereka harus pulang jam 5 pagi karena semalam Choki mendapat email kalau nanti siang akan ada rapat mendadak.


Saat mereka akan pulang di perjalanan, dari kejauhan Dita melihat ada seorang nenek nenek yang berjalan sendirian di tengah jalan yang sepi dan berkabut.


Dita lalu meminta Choki menghentikan mobilnya untuk menawari tumpangan pada nenek itu.


Namun Choki menolaknya.


Semakin mobil mereka mendekati nenek itu semakin Dita memaksa Choki.


"Ngak sayang. Coba kamu pikir, bagaimana mungkin ada nenek tua jalan sendirian di jalanan sepi begini. Ga mungkin"


"Terus maksud aa' itu bukan orang? itu hantu? Kamu ini ada ada aja sih"


"Bukan gitu maksudku sayang. Jalanan ini rawan kejahatan, bisa jadi nenek itu di suruh jalan sendirian agar ada kendaraan yang berhenti. Setelah pemiliknya turun menghampiri nenek itu, para begal yang lain akan mengambil kendaraannya" jelas Choki


"Tapi a'..."


"Sudah, jangan memaksa. Kita pura-pura saja tudak melihatnya demi keselamatan kita, oke"


Karena suaminya tak menyetujui akhirnya Dita yang menurutinya.


Begitu mobil mereka tepat di samping nenek itu Dita memperhatikan wajahnya.


Tiba-tiba tangan nenek itu melemparkan sesuatu pada mobilnya hingga membuat ban mobil mereka pecah.

__ADS_1


Mereka langsung terkejut, terutama Choki.


Ia langsung panik hingga ia membanting kemudinya ke sembarang arah hingga akhirnya mobil mereka menabrak pohon besar di samping jalan hingga kap mobil terbuka dan mengeluarkan asap.


Tak henti di situ, saat Dita dan Choki sudah cidera dan tak sadarkan diri, gerombolan begal datang dan membuka paksa pintu mobil.


Memukul dengan bogem hingga pecah, kemudian masuk dan mencari barang berharga di dalamnya.


Setelah hp Dita dan Choki berhasil di ambil, mereka juga masih menggeledah koper.


Tak ada barang berharga yang tersisa, jam tangan yang Choki pakai pun mereka mengambilnya begitu pun dengan perhiasan yang Dita pakai.


Sebelum mereka pergi meninggalkan, ketua dari begal itu menyuruh anggotanya untuk mendorong mobil itu ke jurang.


Mereka lalu mendorong mobil itu ke tepian tapi belum sempat menjatuhkan kendaraan dari kedua arah saling mendekat.


Kumpulan begal itu langsung pergi dengan membawa barang rampasannya.


Kejadian nahas itu terjadi sebelum Zee bermimpi buruk.


Se detil itu Adam menceritakan semuanya.


Meski bukan sahabatnya, tapi Adam pun menitikkan air matanya saat bercerita.


Sedangkan Zee sedari tadi hanya diam mematung mendengar cerita sahabatnya.


"Maaf sayang, bukannya aku ingin menyembunyikan ini dari mu, tapi aku tidak tega. Aku takut kamu akan stres dan.... Sayang, kamu ga papa kan?"


Pandangannya kosong dan tidak merespon saat Adam memanggilnya.


Adam terkejut karena baju yang istrinya pakai bagian bawahnya sudah basah.


Adam memegang pundaknya dan saat itu juga Zee langsung lemas dan tak sadarkan diri


"Sayang... Ya Allah ada apa ini? A air, air apa ini. Astaghfirullah ini yang aku takutkan kalau kau tahu kebenarannya sayang.... Astaghfirullah, sayang bangun sayang...."


Adam menepuk-nepuk pipinya mencoba membangunkannya.

__ADS_1


Ia juga memercikkan air pada Zee namun tak juga sadar.


Segera Adam membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya di sana dokter segera menanganinya, namun tak lama kemudian dokter kembali keluar dan meminta Adam untuk menadatangani surat persetujuan operasi.


Ya, Zee harus segera di operasi karena air ketubannya sudah pecah.


Tak mungkin dokter harus menunggu Zee siuman untuk melahirkan kedua bayinya, karena semakin lama air ketubannya semakin berkurang dan itu sangat membahayakan bayi-bayi nya.


Tanpa berpikir panjang, Adam segera menandatangani surat itu.


"Lakukan apapun yang terbaik untuk istri saya dok, apapun. Tolong selamatkan mereka bertiga, tolong dok..."


"Baik pak, kami akan berusaha sebaik mungkin agr istri dan kedua bayi bapak selamat. Sekarang bapak bantu kami dengan berdoa ya"


Ketika dokter hendak masuk, Adam mencegahnya.


"Dok..."


"Iya pak ada apa?"


"Bolehkah saya menemani istri saya saat di operasi?" tanya Adam dengan wajahnya yang lesu


"Boleh pak, tapi bapak harus mengganti pakaian dengan baju steril"


Ketika suster membawa Zee ke ruang operasi Adam mengikutinya dengan baju steril yang dokter berikan.


Dinginnya ruangan itu serasa menembus ke tulang


Suara dari alat-alat medis yang saling bersautan semakin menambah tegang Adam.


Sambil terus memandangi wajah istrinya, Adam terus melantunkan dzikir dan sholawat.


Mungkin tubuh Zee memang tidak sadar, tapi alam bawah sadarnya mengenal suara di telinganya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2