
"Kamu pinter banget mijit nya" puji Adam
"Enak atau ga enak ya mau gimana lagi, emang ada lagi yang mau mijitin mas Adam selain aku? Hm..."
"Ya ga ada sih. Tapi beneran enak loh. Kelembutan tangan mu membuat ku terbuai..."
"Halah mas mas, lebay deh"
"Coba sekarang bagian sini" Adam menunjuk ke arah punggungnya
Zee langsung memijatnya tanpa banyak bertanya.
Beberapa saat Adam meminta pijat di lengannya, lalu di perut nya.
"Mas ini mau ngerjain aku ya, baru juga di pegang lengannya udah minta di pijat yang lainnya"
"Hehe... Capek ya, sini gantian. Kamu pasti capek juga ya seharian ini beberes rumah"
Zee tersenyum karena tanpa di minta Adam langsung memijat pundaknya dan Zee begitu menikmatinya.
Adam memijat pundak Zee, lalu turun ke lengan nya.
Setelah itu tangan nakalnya mulai pindah ke depan dan mengincar bagian dadanya.
"Mas... Mau ngapain ih"
"Hehe... Cuma mau periksa, yang bagian itu mau di pijat juga?"
Zee membulatkan matanya menatap Adam yang cengar-cengir dengan penuh maksud.
"Jangan macem-macem ya mas"
"Loh kok macem-macem sih, kan niat ku baik sayang. Mana tau bagian itu juga mau di pijat"
"Pijat aja nih hidung kamu"
__ADS_1
Zee mencubit hidung Adam lalu berlari masuk ke kamar.
"Tuh kan... Pasti minta pijat di kamar. Dasar perempuan, malu-malu tapi mau"
Adam dengan penuh semangat mengejar Zee ke kamar lalu dengan cepat mengunci pintunya.
Dan pijatan plus-plus pun di mulai.
Pijatan yang berakhir dengan mandi keringat dengan nafas yang tak beraturan.
Saking kelelahannya mereka pun langsung tertidur pulas.
*Beberapa hari kemudian*
Hari ini adalah hari pernikahan Kirana.
Adam yang memang berniat tidak menghadirinya bersiap untuk bekerja.
"Oh ya mas, soal karyawan sama chef yang akan masak di tempat makan ku gimana?" Tanya Zee
"Soal itu, aku sudah membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi karyawan mu. Dan soal chef nya udah ada kok, dia ahli banget soal makanan Korea"
"Ya udah biar nanti aku atur waktu nya buat ketemu ya, biar kamu lihat sendiri bagaimana dia memasak dan bisa langsung mencicipinya. Oke"
"Emangnya dia ga sibuk tah mas?"
"Tenang, dia teman ku kok" ucap Adam dengan penuh percaya diri
"Oh ya, gimana kalo ketemunya besok" ajak Zee dengan sangat antusias
"Ya ga besok juga sayang"
"Katanya teman..."
"Ya udah nanti aku coba hubungin dia"
__ADS_1
Zee sangat senang dengan itu dan berharap dia bisa segera bertemu agar rumah makannya bisa segera di buka.
Zee lalu mengantar Adam ke teras depan.
Sebelum berangkat Adam mencium kening zee terlebih dahulu.
Saat Adam membuka pintu mobilnya, pak RT lewat di depannya lalu menyapanya.
"Mau kerja ya?" Tanya pak RT
"Iya pak, ini udah mau berangkat."
"Loh ga dateng ke pernikahannya nak Kirana?"
"Ee... Kayaknya ngak deh pak. Soalnya aku ada keperluan mendadak" jawab Adam
"Oh gitu. Ya udah saya tak berangkat dulu ya, takut acara akad nya keburu mulai"
"Ya pak"
Begitu pak RT pergi Zee langsung menghampiri Adam.
"Emangnya mas Adam ada keperluan mendadak apa?" Tanya nya
"Keperluan untuk menjaga mood istri ku agar tidak cemburu lagi" jawab Adam
Zee senyum-senyum malu mendengar nya.
"Udah jangan lama-lama senyum nya, nanti aku ga jadi berangkat nih"
"Kenapa?"
"Gimana mau berangkat kalau kamu terus tersenyum begini. Senyuman mu itu membuat ku tak tahan"
"Ish... Mas Adam. Udah berangkat sana"
__ADS_1
"Ini dulu" Adam memberi isyarat agar Zee mencium pipinya
☀️☀️☀️☀️☀️