
Zee sudah tahu lumayan banyak tentang sepupu Alfan yang akan berta'aruf dengan Dita, karena Alfan sering bercerita tentangnya.
Begitu pun Adam yang sudah kenal baik dengan sepupunya Alfan.
Dia adalah Choki, laki-laki yang terpana pada Dita saat pandangan pertama.
Sebenarnya sudah lama niatan Choki ingin berta'aruf dengan Dita, hanya saja terhalang kesibukan.
Choki hanya memantau Dita melalui sosial medianya dan juga informasi dari Zee.
Besok keluarga Choki akan berangkat ke Bali untuk menemui Dita.
Sangat di sayangkan karena Zee tidak bisa turut hadir menemani Dita.
Zee hanya bisa menemani Dita melalui virtual.
Membantu Dita memilih baju yang akan ia kenakan besok saat acara pertemuan itu.
Terlihat jelas di wajah Dita kalau dirinya saat ini menjadi salah tingkah.
Bibirnya yang selalu mengembangkan senyum tanpa di ketahui alasannya.
*****
Keesokan harinya tibalah waktu yang di tunggu tunggu, yakni kedatangan dari keluarga Choki.
Choki yang di temani oleh Papa dan mama nya juga Alfan dengan istri dan anaknya.
__ADS_1
Dita yang terlahir yatim dan besar di panti asuhan tak memiliki siapapun di Bali.
Saat pertemuan itu berlangsung ia meminta beberapa teman wanitanya untuk ikut serta menemaninya.
Tak lupa juga dengan Zee yang ikut melalui virtual, video call.
Choki yang selama tiga tahun ini hanya memantau Dita dari hp, kini bisa melihatnya lagi secara langsung.
Semakin kagum yang Choki rasakan karena Dita terlihat begitu cantik dan anggun dengan balutan abaya berwarna milo.
Setelah saling bertukar biodata masing-masing, bu Fatma (ibunya Choki) memberikan sebuah gelang pada Dita sebagai tanda kalau dirinya merestuinya.
Dita merasa ini terlalu berlebihan, tapi Airin meminta Dita untuk tetap menerimanya.
"Terima lah nak" ucap bu Fatma
"Terima saja Dit, itu adalah lambang restu dari tante Fatma buat kamu" saut Airin
"Benar itu kata Airin, ga perlu sungkan"
Dita pun akhirnya mau juga menerimanya, dan bu Fatma sendiri yang memakainya.
"Ini sih bukan pertemuan untuk ta'aruf ya mas, tapi lebih ke lamaran" bisik Zee pada Adam
"Menurut ku juga begitu"
"Lihat Dita deh mas, dia yang biasanya ga bisa diem dan petakilan sekarang jadi girly banget" ejek Zee
__ADS_1
Dita mendengar apa yang di katakan Zee dengan jelas karena posisi hp yang dekat dengannya.
Dita melirik ke arah Zee memberinya isyarat agar diam dan tidak membongkar rahasia tentang nya.
Dan itu membuat Zee tertawa.
Selesai itu mereka semua menikmati makanan yang telah Dita siapkan.
Makan bersama itu yang membuat Zee iri.
"Ih kayaknya seru deh mas" seru nya
Alfan yang mendengar nya langsung mengambil alih arah kameranya.
"Kalian itu mau sampai kapan di Jepang? Ga mau pulang?" tanya Alfan
"Kalau saja kamu bilang dari jauh-jauh hari, mungkin kami tidak akan pergi ke Jepang dan melewatkan momen bahagian ini" jawab Zee
"Lusa kami pulang bang" timpal Adam
"Jangan lah buru-buru pulang, nikmati saja liburan kalian. Enjoy di sana ya, siapa tau ntar pulangnya bawa kabar baik" saut Airin
"Aamiin... Semoga saja"
Meski berada di tempat yang jauh dari mereka, namun Adam dan Zee juga sangat merasakan kehangatan dari pertemuan itu.
Pertemuan yang singkat namun memberikan banyak makna.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️