Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
46 Bubur


__ADS_3

"Mas Adam pasti belum makan, iya kan mas?" Selidik Zee


Karena sudah tak lagi bisa menyembunyikan, Adam akhirnya mengaku.


"Iya, aku lapar. Tapi kamu ga usah khawatir, nanti aku pasti makan kok sayang"


"Kok gitu sih, mas Adam makan aja dulu"


"Iya aku pasti makan kok, tapi sebelum itu kamu makan dulu rotinya ya..."


"Ngak mas. Aku ga mau makan"


"Kok gitu, kamu itu ha-"


Perkataan Adam terhenti karena mendengar hp Zee yang berdering.


Adam segera mengambilnya dan memberikannya pada Zee.


"Siapa mas?" Tanya nya


"Dari Dita sayang"


"Mas aja yang jawab telponnya" Zee kembali memberikan hp nya pada Adam


"Loh kok jadi aku?"


"Iya, mas bilang aja sama Dita kalo aku lagi tidur, cepet angkat mas..."


Karena desakan dari istrinya Adam pun akhirnya menurut dan menjawab telepon Dita.


Tak lupa Adam mengaktifkan spikernya dengan volume tinggi


"Hallo Zee, kok lama banget jawab telponnya. Lagi apa lu?" Tanya Dita yang langsung nyerocos panjang saat telponnya terjawab


"Assalamualaikum..."


Begitu mendengar suara yang berbeda, Dita terkejut karena yang menjawab teleponnya bukanlah sahabatnya melainkan suaminya.


"Wa'alaikum salam... Loh ini suaminya Zee ya. Zee nya kemana?"

__ADS_1


"Dia lagi istirahat"


"Istirahat, dia sakit?"


Zee memberi kode pada Adam agar ia tidak memberi tahu Dita tentang kondisinya sat ini.


"Ee... Dia cuma ga enak badan aja" jawab Adam


"Ga enak badan? Pasti dia kecapekan, jangan-jangan kamu nyuruh dia bekerja beres-beres rumah sepanjang hari sampe dia ga bisa istirahat trus sakit, iya?!"


Zee menahan tawa mendengar Dita yang marah-marah tanpa sebab pada suaminya itu.


"Tidak tidak, sungguh aku tidak memperlakukannya seperti itu" jawab Adam dengan serius


"Dia sekarang adalah tanggung jawab kamu, dan awas aja kalo sampe terjadi apa-apa sama sohib aku, kamu harus bertanggung jawab"


"Kamu sahabatnya saja sangat sayang sama dia apa lagi aku suaminya. Tenang dia pasti aku jagain dengan baik, insya Allah..."


"Ya udah deh kalo dia nya lagi istirahat. Titip salam buat Zee"


"Iya nanti aku sampaikan. Assalamualaikum..."


Zee langsung melepas tawanya dengan puas.


"Maaf ya mas, gara-gara aku nyuruh kamu angkat telepon kamu jadi di marahin sama Dita"


"Ternyata dia cerewet juga"


Saut Adam


"Dia emang cerewet mas, udah gitu galak lagi. Tapi dia baik kok, baik banget malah. Dia nelpon aku pasti dia khawatir"


"Kenapa?"


"Ya... Aku kan biasanya selalu nge chat dia kalau udah masuk waktu shalat"


"Sehari lima kali kamu ingetin dia?" Tanya Adam


Zee mengangguk mengiyakan pertanyaan suaminya.

__ADS_1


"Wah... Benar-benar sahabat yang baik, tapi ada loh yang lebih baik"


"Apa?" Tanya Zee penasaran


"Yang lebih baik itu kalau kamu makan yang banyak biar kamu cepat pulih sayang... Ayo buka mulutnya aa..."


Adam memotong kecil roti nya dan menyuapkan nya pada Zee.


Suster pun datang dengan membawakan bubur untuk sarapan.


Dengan penuh semangat mangambil buburnya dan hendak menyuapi istrinya itu.


Tapi Zee menutup rapat mulutnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Ayo sayang buka mulutnya" pinta Adam


"Aku ga mau mas..."


"Kamu ga suka bubur?"


"Suka"


"Lalu kenapa tisak mau makan?"


"Aku memang suka bubur mas, tapi bukan bubur rumah sakit"


"Terus...."


"Mau sarapan bubur abang abang" jawab Zee dengan manjanya


"Loh, aku kan juga abang abang. Ayo buka mulutnya..."


"Mas..." Rengek Zee


"Iya nanti abang belikan sama abang di luar, tapi sekarang makin ini dulu"


Adam terus memaksa Zee untuk membuka mulutnya, dan dengan terpaksa Zee harus memakannya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2