
Salah seorang warga berlari dan berteriak memanggil Adam.
"Pak... pak... Alhamdulillah... pak ini masih menjadi rejeki mu" teriak warga itu sambil membawa brankasnya
Adam dan Zee pun terkejut melihat brangkas nya yang masih utuh dengan hanya bagian pojok nya yang sedikit ringsek.
"Ya Allah pak, ini brangkas saya masih utuh? dimana bapak menemukannya?" tanya Adam tak percaya
"Saya menemukannya di bawah tembok besar itu pak" jelasnya sambil menunjuk ke arah tempat ia menemukannya
Adam dan Zee sangat bersyukur karena masih ada yang tersisa dan itu merupakan barang berharga.
Adam masih tak percaya bagaimana brankasnya masih utuh sedangkan kebakaran nya begitu besar.
Ia pun teringat bahwa ia mempunyai aquarium ikan tepat berada di atas meja brankasnya itu, mungkin karena aquarium nya meledak dan airnya menjadi tameng bagi brankasnya agar tak terbakar api.
Tapi itu hanya perkiraan Adam, karena selebihnya itu adalah kehendak Allah.
Adam membawa brankas itu ke masjid untuk membukanya.
Karena sebagian sudah berkarat karena terbakar, Adam pun membukanya dengan paksa, yaitu mencongkel dan memukulnya dengan palu.
Setelah berhasil terbuka rasa syukurnya bertambah karena uang di dalamnya masih benar-benar utuh.
Uang yang masih utuh tak terbakar itu Adam berikan kepada para karyawannya sebagai pesangon.
__ADS_1
Para karyawannya sangat setia pada Adam, mereka kompak datang saat kebakaran terjadi dan juga membantu pasukan damkar untuk membereskan sisa-sisa kebakaran.
Sore harinya Adam memanggil para karyawannya itu ke rumahnya.
Zee mempersilahkan mereka masuk dan menyuguhkan teh manis di meja.
"Silahkan di minum ya teh nya" ucap Zee
"Terima kasih bu"
"Tunggu sebentar, saya panggilkan mas Adam dulu"
Zee pun masuk ke kamar untuk memanggil Adam.
Tak lama Adam pun keluar dengan membawa beberapa amplop di tangannya.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu" ucap Adam
"Ga papa pak"
Adam pun membicarakan tentang kelanjutan dari rukonya.
"Karena kejadian kemarin pada ruko, dengan berat hati kalian akan kehilangan pekerjaan" ucap Adam
"Iya pak kami mengerti, jangan kan bagi bapak bagi kami saja kami merasa sangat terluka dan terpukul. Ya tapi mau bagaimana lagi" jawab Herman
__ADS_1
"Ya pak, namanya juga musibah tidak tahu kapan datangnya. Bapak yang sabar ya..." sambung yang lain.
Para karyawan Adam di ruko 1 berjumlah 8 orang, 3 perempuan dan 5 laki-laki.
"Ya seperti yang kalian tahu saya tidak bisa lagi memberikan kalian lapangan pekerjaan. Ruko nya sudah tidak ada lagi" tutur Adam
Zee yang duduk di samping Adam mengusap lengannya berusaha menguatkan.
Para karyawannya hanya mengangguk, dengan berat hati mau tidak mau mereka harus menerima kenyataan ini.
Berat? ya memang berat.
Selain gaji yang lumayan, Adam juga terkenal dengan kebaikannya pada semua karyawan.
Meski Adam adalah bos nya, tapi dia bersikap layaknya seperti saudara bukan antara bos dan bawahan.
"Ini pesangon kalian, maaf karena harus membuat kalian kehilangan pekerjaan"
Ucap Adam sambil menyodorkan amplop
"Bapak tidak perlu melakukan ini, bapak sedang tertimpa musibah seharusnya kami yang memberi bantuan pada bapak" jawab salah seorang karyawan
"Iya pak, benar. Baru minggu kemarin kami mendapatkan gaji dari bapak, ini tidak perlu pak"
"Tidak tidak, yang kemarin adalah gaji kalian karena telah bekerja di ruko. Sedangkan ini adalah pesangon, bekal untuk kalian mencari pekerjaan lain, ambillah" suruh Adam
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️