
"Hem hem. Mas..." Panggi Zee dengan suara mendayu-dayu
Adam terpana begitu melihat istrinya.
Tubuhnya yang seksi terlihat begitu jelas dari balik lingerie seksi nan tipis yang Zee kenakan.
Lingerie dengan warna merah menyala semakin membuat kulit Zee terlihat begitu cerah.
Rambutnya yang wangi tergerai semakin menambah kecantikannya.
Adam yang sedang berbaring seketika langsung bangun dan menarik istrinya itu ke pangkuannya.
"Udah berani sekarang kamu ya..."
"Berani apa?" Tanya balik Zee
"Ini ngapain pake beginian, mau ngajak tempur?"
"Ini kan mas sendiri yang beli, jadi aku hanya ingin mencobanya cocok apa ngak di aku"
"Maasya Allah... Cocok se cocok cocok nya sayang..."
Jawab Adam sambil menciumi rambut dan bahu istrinya itu.
"Oh gitu ya udah" Zee melepas pelukan Adam dan beranjak dari pangkuannya
"Loh mau kemana dek?"
"Mau ganti baju"
"Loh kok gitu, gak jadi tempur?"
"Lah kan aku cuma mau ngasih tau sama mas kalo baju yang mas beli diam-diam ini sesuai di aku"
__ADS_1
Adam segera menarik kembali tangan Zee dan menjatuhkannya di kasur.
"Kamu sengaja mau menggoda ku ya, hm..."
"Ih apaan sih, orang cuma mau nyoba aja"
"Ga bisa ga bisa, kamu harus tanggung jawab"
"Apa mas ih, kenapa?"
"Karena kamu sudah membangunkan ular yang sedang tertidur maka sekarang kamu harus kembali membuatnya tertidur"
Zee tertawa kecil sambil mencubit pipi suaminya itu "Dasar...!"
Adam pun menarik selimut dan pertempuran antar keduanya lun di mulai.
*****
Keesokan harinya mereka sama-sama bersiap untuk menghadiri acara pertunangan Kirana.
Setelah bersiap mereka pun berangkat.
Karena rumah Kirana yang tidak terlalu jauh mereka berangkat menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di sana, rumah Kirana sudah cukup banyak tamu yang datang.
Zee merasa sangat gugup karena ini baru pertama kalinya ia pergi ke tempat di mana banyak orang berkumpul.
Ia masih sangat takut dan khawatir kalau nanti akan ada orang yang mencela suami maupun dirinya.
Melihat wajah istrinya yang terlihat tegang, Adam menggandeng tangannya.
"Ga usah tegang sayang, ga akan ada apa-apa kok..." Bisik Adam di telinganya.
__ADS_1
Zee mengangguk dan mengikuti langkah Adam.
Begitu masuk, semua mata tertuju padanya.
Hal itu semakin membuat Zee takut.
Bu Fitri menyambut kedatangan mereka dan menyuruhnya duduk karena acar akan segera di mulai.
Satu persatu dari susunan acara sudah terlaksana, kini tiba waktunya untuk bertukar cincin.
Kirana di bawa ke atas pentas kecil di bagian depan oleh kedua orang tuanya.
Duduk bersandingan dan di dampingi oleh masing-masing orang tua.
Karena ini adalah pertunangan putra dari kiyai besar, maka pertukaran cincin di lakukan oleh orang tua.
Ayah Kirana yang memberikan cincin pada gus Faiz sedangkan yang memakaikan cincin pada kirana adalah umi Azizah.
Para tamu undangan kompak bertepuk tangan tersenyum bahangia melihat kedua mempelai.
Tapi beda halnya dengan Kirana, matanya tamoak memerah menahan air mata yang mulai membendung.
Pandangannya tertuju pada satu arah, yaitu pada Adam.
Bu Fitri memegang pundak Kirana dan membisikkan sesuatu padanya.
"Mama sudah melarang mu mengundang Adam, tapi kamu tetap kekeuh. Ini yang mama takut kan, kamu akan menangis di depan tunangan dan mertua mu. Jangan sampai air mata mu jatuh, berhenti menatapnya nak fokus pada tunangan mu saja..."
Kirana menatap wajah mamanya dan air matanya hampir saja jatuh.
Bu segera menghapus dengan tangannya.
Mereka pun berfoto bersama sebagai tanda berakhirnya acara.
__ADS_1
Para tamu di persilahkan untuk menikmati makanan yang sudah tersaji.
☀️☀️☀️☀️☀️