Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
48 Pembelaan dari Adam


__ADS_3

Sedangkan bu Fitri dan ibu ibu lainnya tetap berada di dalam menemani Zee.


Saat semua orang tengah sibuk membicarakan Rian bu Risma nyeletuk yang bikin semua orang langsung terdiam.


"Nasib baik buat Kirana ya bu, dia bisa mendapatkan tunangan seorang gus putra dari kiyai besar. Yang otomatis hidupnya akan jauh dari Rian si tukang bikin onar. Tapi aku heran deh, kenapa si Rian bisa nembak kamu. Ada hubungan apa kamu sama Rian di masa lalu?"


Zee terdiam dan menatap satu persatu wajah dari ibu-ibu itu.


Mendengar perkataan bu Risma sepertinya mereka mulai terpancing dengan asumsi bodong nya.


"Saya sama sekali tidak pernah kenal dengannya, baik sekarang maupun di masa lalu" jawab Zee


"Ah masa. Dari perbuatannya, sepertinya Rian punya dendam pribadi deh sama kamu. Apa jangan-jangan dia mantan kamu ya? Sampe sampe dia balas dendam seperti ini gara-gara kamu meninggalkannya dan menikah dengan Adam"


Bu Risma semakin memojokkan Zee dengan semua perkataannya.


Dan membuat Zee semakin tidak nyaman.


Setiap Zee menjawabnya bu Risma selalu memotongnya dan kembali berasumsi.

__ADS_1


Zee yang sudah semakin terpojok dan tidak bisa membela diri, ia hanya bisa diam mendengarnya.


"Bu Risma, dia kan udah bilang kalau dia ga kenal kok bu Risma tetap ga percaya sih" tanya bu Endang


"Ya gimana mau percaya bu, dia kan dulunya DJ dan artis terkenal pasti banyak cowok yang udah jadi mantannya ya salah satunya pasti Rian"


"Sudah bu, hentikan. Jangan lagi di teruskan. Kita kemari untuk menjenguk Zee yang sedang sakit, bukan malah memberinya pertanyaan pertanyaan yang membuatnya merasa tidak nyaman" sela bu Fitri


"Tapi benar kan Zee, dia menambak mu karena dia sakit hati sama kamu. Iya kan?" Bu Risma kembali bertanya pada Zee.


Zee dari tadi menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh, kini mulai mengalir di pipinya.


"Dia terluka karena dia melindungi ku" jawaban Adam seketika membuat para ibu-ibu itu serentak menoleh ke arah pintu.


"Ya, aku ulangi. Dia terluka karena dia melindungi ku. Yang Rian tuju sebenarnya itu aku, bukan istri ku. Dan bu Risma, aku tau kau begitu penasaran dengan kehidupan istri ku di masa lalu. Aku tidk masalah jika kau ingin bertanya, taoi setidaknya gunakanlah kata yang tidak membuatnya tersinggung dengan pertanyaan mu"


Adam berjalan dan mendekat ke arah Zee melewati ibu-ibu dengan pandangannya yang masih tertuju padanya.


Adam mengambil tangan istrinya dan mencium keningnya di depan mereka.

__ADS_1


"Dia yang sering kalian bahas masa lalunya, dia yang sering kalian bicarakan setiap kali melihatnya, dia juga yang kalian anggap wanita buruk, dia adalah istri ku. Ya benar, ia memang berasal dari masa lalu yang kelam, bahkan sangat jauh dari kata sholeha.


Tapi aku sangat sangat berterima kasih pada orang-orang yang telah membantu Rian memfitnah kami berzina hingga kami harus menikah terpaksa"


Dengan merangkul pundak istrinya itu, Adam membungkam mulut nyinyir bu Risma dengan cintanya pada Zee.


"Di mata kalian dia hanyalah wanita biasa, tapi bagi ku dia sempurna. Tak peduli seberapa buruk dan kelamnya masa lalunya, tapi sekarang dia adalah wanita sholeha yang sangat aku cintai sama seperti aku mencintai umi.


Jadi untuk ke depannya aku minta pada kalian, terutama bu Risma, berhenti untuk selalu memojokkan istriku. Masa lalunya adalah urusannya dan akan di jadikan oelajaran untuk masa depan"


Mendengar pembelaan panjang lebar dari Adam, bu Risma tak berkutik.


Di tambah lagi ibu-ibu yang lain kini juga berpihak pada Zee, itu semakin membuatnya merasa kalah.


Bu Risma memilih pulang lebih dulu tanpa pamit.


Dia membuang muka karena saking kesalnya lalu segera keluar.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2