
Perlahan Zee mengangkat tangannya ingin mengusap air mata Adam.
"Aku menangis karena aku bahagia sayang, aku sangat bahagia....."
"Maaf telah membuat mu khawatir...." lirihnya
"Tidak tidak sayang tidak, aku..."
Dokter memilih keluar meninggalkan mereka.
Karena dokter pun tahu mereka butuh privasi untuk hari ini.
"Di mana anak kita mas? Mereka sehat?"
"Mereka di rumah sayang, mereka pasti lebih tidak sabar dari ku menunggu mu. Putra putri kita sangat sehat, begitu lucu dan menggemaskan"
Senyuman manis istrinya yang begitu ia rindukan kini sudah kembali.
"Putra putri?"
"Iya, kamu telah memberi ku seorang putra dan putri. Terima kasih sayang, terima kasih..."
Air mata Zee menetes, menggambarkan betapa inginnya ia melihat, menyentuh dan menggendong buah hatinya.
"Jangan, jangan menangis sayang" Adam menghapus air matanya
"Aku ingin bertemu mereka mas"
Adam mengeluarkan hp nya dan memperlihatkan foto dan video bayinya.
"Mereka sangat lucu mas, pipinya bulat. Maaf sayang, sejak kamu lahir hingga hari ini umi belum memberi mu ASI" ucapnya
Adam mengelus lembut kepalanya lalu mencium keningnya
"Cepatlah sehat sayang, agar kita bisa cepat pulang dan berkumpul bersama mereka"
Zee tersenyum mengangguk lalu memeluk Adam.
2 hari kemudian dokter memperbolehkan Zee untuk pulang.
Itu karena Zee yang terus memaksa pulang.
Dokter akhirnya mengizinkan dengan syarat 2 haru sekali kontrol.
Apapun syaratnya Zee mengangguk setuju, asalkan ia bisa pulang dan melihat kedua bayinya.
Perjalanan pulang terasa begitu lama.
Bahkan seperti sangat jauh baginya.
Sesampainya di rumah suara tangisan dari kedua bayinya menyambutnya.
Begitu masuk bayi mereka sedang menangis dalam gendongan baby sitter.
Pertemuan pertamanya dengan buah hatinya sangatlah haru.
Zee perlahan mendekati mereka, menatapnya dengan tatapan kasih yang penuh kerinduan.
"Berikan padaku, biarkan aku menggendongnya" pinta Zee pada baby sitter itu
"Baik bu, silahkan"
Begitu bayinya dalam gendongannya ia langsung terdiam.
Bayi mungil itu menatap balik tatapan Zee seolah sedang berbicara lewat telepati.
__ADS_1
Air mata yang mengalir di pipi Zee menceritakan bagaimana besar nya rasa rindunya.
Rasa syukur yang begitu besar karena Allah telah mengabulkan doanya.
"Assalamualaikum bayi umi, apa kabar sayang...."
Sapa Zee ada bayi nya
"Lihatlah sayang, tak perlu ku beri tahu dia sudah tau bahwa yang sedang menggendong nya saat ini adalah ibunya" ucap Adam
"Iya mas, dia terus memandangi ku. Mungkin dia bertanya, kemana saja kah aku selama ini"
"Ya, mereka pun pasti menyimpan rindu sama seperti mu"
Kini keluarga kecil itu lengkap sudah kebahagiannya.
Sepasang suami istri yang selalu saling menyayangi di lengkapi dengan anak kembar yang mereka beri nama Aisyah dan Yusuf.
*****
3 setelah ia pulang ke rumah Zee kini kesehatan nya sudah jauh lebih baik.
Tapi Adam masih belum siap untuk menceritakan tentang Dita padanya.
Pagi hari saat Adam dan Zee sedang berjemur dengan kedua bayinya, hp Adam tiba-tiba berdering.
"Permisi pak, ini ada panggilan masuk di hp bapak takutnya penting" ucap baby sitter itu sambil memberikan hp nya
"Terima kasih, ini tolong gendong Yusuf"
Baby sitter itu duduk bersama Zee sambil menggendong Yusuf
Sedangkan Adam masuk ke dalam untuk menjawab telponnya.
"Wa'alaikum salam, gimana kabar istri kamu" tanya Alfan
"Alhamdulillah bang, istri ku sekarang sudah ada di rumah. Dan Alhamdulillah sekarang dia sudah jauh lebih sehat"
"Alhamdulillah kalo gitu"
"Abang sendiri apa kabar? Keluarga di sana juga gimana kabarnya?"
"Kami di sini tidak baik-baik saja Dam"
"Maksud bang Alfan apa? Apa terjadi sesuatu pada Choki, bagaimana dengan keadaannya sekarang bang?"
"Choki..."
"Choki kenapa bang"
"Choki kini sudah pergi menyusul Dita"
Deg
Adam terdiam, ia bahkan tak bisa menelan saliva nya sendiri. Tubuhnya pun kaku mematung.
"Halo, Dam. Kamu masih denger aku kan, halo"
Suara Alfan membuatnya tersadar.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, kapan Choki berpulang bang?"
"Subuh tadi, ini sebentar lagi akan di makamkan"
"Ya Allah.... Yang sabar ya bang. Salam kan juga sama om Beni dan tante Rahma, turut berduka cita atas musibah ini"
__ADS_1
"Iya nanti aku sampaikan pada mereka"
"Oh ya bang, tentang begal nya apa sekarang sudah di tangkap?"
"Ya, Alhamdulillah kemarin suami Anggun telpon kalo mereka semua sudah di tangkap beserta ketuanya juga"
"Alhamdulillah, semoga keadilan memberikan mereka hukuman yang setimpal"
"Iya, semoga aja. Sudah dulu ya, assalamualaikum..."
"Iya bang, wa'alaikum salam"
Begitu Adam selesai menelpon lagi-lagi Zee menguping nya sedari tadi.
Adam terkejut karena Zee berdiri di belakangnya dengan tatapan penuh tanya.
Ia segera mendekat dan memeluknya.
"Jangan dulu marah, aku akan menceritakan semuanya pada mu"
Adam mengambil Aisyah dari Zee lalu memberikan nya pada pengasuhnya.
Ia lalu mengajak Zee ke kamarnya untuk menceritakan semuanya.
Tapi sebelum itu Adam meminta Zee untuk berjanji, apapun yang ia ceritakan Zee harus bisa menahan emosinya dan tetap tenang.
Cerita di mulai saat Dita menghembuskan nafas terakhirnya bertepatan dengan lahirnya kedua buah hati mereka.
"Ga mungkin aku cerita sama kamu sedangkan kamu setelah melahirkan koma. Dan sekarang saat aku baru saja ingin mengatakan tentang Dita, bang Alfan telpon kalo Choki pun sudah menyusul Dita"
Zee menunduk dengan matanya yang terus mengeluarkan air mata.
Ia tak menyangka bahwa sahabatnya kini sudah tiada.
Sakit memang sakit, tapi Zee berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang.
"Meski berat kamu harus berusaha mengikhlaskan kepergian Dita sayang, bagaimana pun ini sudah menjadi garis takdirnya"
Adam memeluk Zee mencoba menenangkannya.
*****
Di Bandung di rumah Choki kini hanya ada suasana haru.
Jenazah Choki kini sudah siap untuk di kebumikan.
Iring-iringan mobil jenazah pun kini sudah sampai di TPU.
Pak Beni dan suami Anggi turun langsung ke liang lahat untuk menguburkan putranya.
Sedangkan suami Anggun sedang mengurus komplotan begal itu di kepolisian karena memang dirinya adalah seorang polisi.
Pak Beni tak menyangka bahwa putranya akan lebih dulu pergi dari pada dirinya.
☀️☀️☀️☀️☀️
Yuk baca juga karya baru author, judulnya Aku hanyalah istri kedua.
Karya yang baru saja launching 🌻
Terus dukung author dengan memberikan like, komen, dan juga vote nya ya ☺️
Terima kasih...
__ADS_1