
Adam langsung turun dari mobilnya menghampiri Rian dan langsung memberinya pelajaran dengan memukulnya.
"Mas..." Teriak Zee
"Brak..."
Rian langsung terjatuh ke tanah akibat keras nya pukulan dari Adam.
Tapi Rian tidak diam saja. Ia bangkit dan mengusap bibirnya yang mulai mengeluarkan darah.
Tersenyum licik dan membalas pukulan Adam.
Tapi dengan sigap Adam menepis tangan Rian, Adam lalu menarik tangan Rian dan melipatnya ke belakang hingga Rian kembali tersungkur ke tanah.
"Jika kamu tidak suka terhadap ku, benci lah aku. Tapi jangan pernah lagi kau bawa istri dan umi ku"
Meski dengan keadaan kalah fisik, tapi Rian tetap tertawa licik
"Segitunya lo bangga sama wanita malam sepertinya, hah?"
Adam memperkuat tenaganya dengan semakin membuat Rian merintih kesakitan.
"Baru saja aku bilang, jangan. Tapi kamu langsung mengulanginya lagi"
"Aa...." Teriak Rian
"Mas... Mas Adam sudah mas, sudah. Ayo kita pulang. Jangan hiraukan dia, cukup mas..."
__ADS_1
Ucap Zee meminta Adam untuk melepaskan Rian
"Kamu dengar? Wanita yang tidak mempunyai urusan sama sekali dengan mu, wanita yang selalu kamu hina, dia yang meminta ku untuk mengampuni mu. Apa masih kurang jelas betapa baiknya wanita ku?! Sejujurnya aku sangat benci perkelahian, tapi jika itu menyangkut istri ku, aku tak akan tinggal diam!!"
Adam lalu melepaskn tangannya Rian sambil mendorongnya.
Ia kemudian menghampiri Zee yang menangis karena takut Adam kenapa-kenapa.
Saat hendak membukakan pintu mobil untuk Zee, Rian bersiap dengan senjatanya yang akan menembak Adam, melihat itu Zee segera menarik Adam dan memeluknya.
"Awas mas...."
"Dor...."
Bunyi tembakan itu terdengar begitu keras dan jelas di telinga Adam bersamaan dengar tubuh Zee yang terpental.
Darah segar langsung mengalitir deras, terlihat jelas dari baju Zee yang berwarna kuning seketika menjadi merah.
Sedangkan Zee langsung lemas dan pingsan di pelukan Adam.
Bola mata itu mencari siapa yang telah berani melakukan ini pada istrinya, dan bukan siapa lagi itu adalah ulah Rian.
Setelah tembakan yang di tujukan pada Adam malah meleset pada istrinya, Rian segera kabur dari tempat kejadian itu menggunakan motornya
"Rian....!!!" Teriak Adam
Adam langsung memeluk Zee yang kini wajahnya mulai terlihat pucat.
__ADS_1
Tembakan itu tepat mengenai lengan atas Zee.
Adam segera membawa Zee ke mobil dan mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menghambat derasnya darah yang keluar.
Setelah itu ia segera membawa Zee ke rumah sakit untuk segera di tangani.
Sepanjang perjalanan Adam mengemudi dengan satu tangan dan tangan lainnya memegangi Zee.
"Ya Allah sayang... Bertahanlah. Kamu kuat sayang kamu harus kuat..."
Ingin rasanya Adam menangis melihat istrinya pucat lemah seperti itu.
Tenggorokannya terasa sakit menahan air matanya agar tidak keluar.
Adam terus berdzikir dengan satu tangannya yang terus menggenggam tangan istrinya.
Begitu sampai di rumah sakit Adam langsung menggendong Zee tanpa menunggu suster membawakan brankar dorong untuk Zee.
"Dokter... Dokter tolong istri saya dok, tolong..."
Teriakan Adam membuat beberapa suster dan dokter langsung menghampirinya.
Mereka segera membawa Zee ke UGD.
"Maaf pak, bapak di larang masuk" ucap salah satu suster yang menahan Adam
"Tolong biarkan saya ikut masuk sus, dia istri saya. Saya khawatir sus..." Dengan suara bergetar adam memaksa masuk untuk bisa menemani istrinya
__ADS_1
"Saya mengerti pak, tapi ini memang prosedur rumah sakit. Bapak tunggu di luar saja sambil terus mendoakan istri bapak"
☀️☀️☀️☀️☀️