
"Bismillah... Dengan ini rumah makan 'Korean food' resmi di buka" ucap Zee sambil memotong tali pita itu.
Suara gemuruh dari tepuk tangan pengunjung menyambut pembukaan itu dengan gembira.
Selepas pemotongan pita, semua pengunjung di persilahkan masuk untuk menikmati segala macam makanan yang di jual di sana.
Zee memang sengaja hari pertamanya ini ia hanya membagikan makanannya secara gratis baik bagi pengunjung yang datang maupun orang-orang di jalanan.
Ia ingin membuka usahanya ini dengan sedekah.
Selain mendapatkan pahala, ia juga mempromosikan makanannya agar semua orang dapat mencicipi bagaimana rasa dari makanan yang ia jual.
Selain itu Zee juga menyediakan stiker bintang untuk me rating rasa dari makanannya.
Melihat ekspresi dari wajah wajah yang terlihat sangat menikmati makanannya, Zee sangat optimis kalau usahanya ini akan berjalan dengan lancar.
Zee mempersilahkan Dita untuk memilih juga apa yang ingin ia makan, karena Zee tau betul kalau sahabatnya itu sangat sangat pecinta makanan Korea.
Dengan senang hati Dita mengambil makannya sambil mengobrol dengan pengunjung yang lain.
Berbagi makanan secara gratis berlangsung hingga sore hari, dan tepat pukul 3.30 toko tutup.
Semua pengunjung sudah pulang dan kini tinggal Adam, Zee, Dita, chef Alfan dan juga ketiga karyawan lainnya.
Mereka semua berkumpul untuk melihat rating makanan yang di berikan oleh pengunjung.
Betapa puasnya mereka melihat begitu banyaknya rating bintang lima dari semua pengunjung, ya meskipun ada beberapa yang hanya memberikan tiga atau empat bintang.
__ADS_1
Hal ini semakin membuat mereka semakin bersemangat untuk esok dan ke depannya.
Selesai berkemas mereka pun bersiap untuk pulang.
"Saya pamit bu, assalamualaikum..." ucap salah satu karyawan nya
"Iya, wa'alaikum salam..." jawab Zee
Dita duduk di depan sambil menunggu dengan memainkan hp nya, sedangkan Adam, Zee dan chef Alfan membicarakan tentang hari besok.
Tanpa Dita sadari ada sepasang mata yang diam-diam memerhatikan nya dari balik kaca mobil.
Mata itu sangat menyukai sepasang mata Dita yang lebar dengan bola matanya yang kecoklatan.
Dita yang cantik di balut dengan hijabnya yang berwarna maroon semakin menambah kecantikannya.
Beberapa saat kemudian Zee keluar menghampiri Dita dan membuat sepasang mata itu berpaling karena takut ketahuan.
"Maaf ya udah nunggu lama" ucap Zee
"Ngak kok, udah beres?"
"Udah, ayo pulang"
"Iya, tunggu bentar" Dita mematikan hp nya dan menaruhnya di dalam tas mungilnya.
Setelah itu Adam dan Alfan pun juga keluar.
__ADS_1
"Ya udah kalo gitu aku pulang duluan ya Dam" ucap Alfan
"Iya, makasih ya bang. Oh ya anak istri mu udah pulang?" tanya Adam
"Ngak, mereka nungguin di mobil"
"Loh kenapa ga di suruh nunggu di sini aja, kasian dari tadi di mobil" timpal Zee
"Mereka sudah terbiasa kok. Aku pamit ya, assalamualaikum..."
ucap Alfan lalu pergi ke mobilnya.
"Wa'alaikum salam..." jawab Adam, Zee dan Dita
"Yuk kita pulang juga" ajak Zee
Dan mereka bertiga pun pulang.
Di dalam mobil Alfan, putri nya sudah tertidur karena kelelahan.
"Elea udah tidur ma?" tanya Alfan pada istrinya
"Iya pa, dia pasti kecapekan karena seharian ini mondar-mandir berkeliling mengikuti para pengunjung" jelas istrinya Alfan
Alfan tersenyum melihat wajah putri yang begitu pulas.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1