Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
40 Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Saat di mobil gus Faiz memperhatikan wajah Kirana yang tampak cemberut.


"Kamu kenapa? Kok kayak lagi sebel gitu?"


"Ga papa"


"Ga jadi makan? Katanya tadi lapar?"


"Ga usah mas, kita pulang aja" ajak Kirana


"Kamu kenapa sih tiba-tiba badmood gini, aku ada salah?"


"Ngak mas, aku udah ga lapar"


"Kamu ada masalah tah? Cerita sama aku"


"Mas, aku mau pulang, sekarang!"


Karena suasana hati Kirana yang semakin memburuk, gus Faiz langsung menuruti kemauannya dan langsung pulang.


Meski dalam hatinya bertanya tanya, ia tetap diam menunggu kembali membaiknya suasana hati Kirana.


Meski tidak jadi makan di luar, gus Faiz membeli makanan online untuk Kirana.


(Perhatian dan peka banget ya...)


Sedangkan Adam dan Zee kini sudah sampai di rumah.

__ADS_1


Mereka menurunkan semua belanjaan hari dari bagasi dan membawanya masuk ke rumah satu persatu.


Lelah memang lelah, taoi sebelum istirahat mereka segera melaksanakan shoat ashar berjamaah, berdzikir lalu berdoa bersama.


Baru setelah itu mereka sama-sama duduk di depan televisi sambil melanjutkan cerita yang membuat Zee penasaran.


"Mas... Lanjutin dong..."


"Lanjutin apa sayang" Adam merebahkan kepalanya di pangkuan sang isteri.


"Yang tadi itu, katanya mas mau cerita kalo udah sampai di rumah"


"O iya, maaf sayang mas hampir lupa"


Adam menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ayo mas ceritakan sekarang. Emang ada apa sih sampe aku kau buat se penasaran begini?"


"Begini sayang, aku rasa sikap anehnya Kirana sama kamu itu gara-gara aku" ucap Adam memulai bercerita


"Gara-gara kamu? Kok bisa?!"


Adam lalu menceritakan tentang perjodohannya dengan Kirana dulu.


Keluarga Kirana yang mengajak perjodohan itu karena Kirana mencintai Adam.


Dengan detil Adam bercerita agar tak ada lagi yang di sembunyikan dari istrinya.

__ADS_1


Mendengar itu hati Zee rasanya sakit.


Ya bagaimana tidak namanya juga perempuan. Jika sudah mencintai laki-laki, semua wanita yang mencintai nya selain ibu dan keluarganya akan ia cemburu i tidak terkecuali meski ganya cerita dari masa lalunya.


Zee terdiam dan tidak berkata sedikitpun, itu membuat Adam gelisah karena takut kalau istrinya itu akan berpikiran yang tidak-tidak.


"Jadi, aku telah merebut calon suami orang?!" Ucap Zee


Adam bangkit dari pangkuan Zee dan memegang kedua pipinya.


"Apa yang kamu katakan, tidak sayang itu tidak benar"


"Tidak bagaimana mas, jika saja hari itu kita tidk bertemu mungkin saat ini kamu sudah menikah dan bahagia dengan Kirana" air mata Zee mulai jatuh membasahi pipinya.


"Tidak sayang, tidak. Mau aku bertemu dengan mu atau tidak, perjodohan antara aku dan Kirana sudah di batalkan jauh sebelum itu. Ya perjodohan itu sudah batal dan setelah itu Allah mempertemukan kita"


Zee menatap dalam mata suaminya berharap apa yang Adam katakan itu bemar adanya.


Zee tidak mau hidup bahagia di atas penderitaan orang lain.


Adam memeluk Zee dengan erat dengan terus mengulang kalimat


"Pertemuan dan pernikahan kita sudah takdir dari Allah, bukan kebetulan semata. Jangan berpikiran yang bukan-bukan sayang..."


Adam memeluk dan menciumi Zee berulang ulang hingga Zee berhenti menangis.


Adam mengelap air mata di pipinya dan kembali menciumnya.

__ADS_1


Meski sudah tak lagi menangis tapi di benak Zee masih terlintas banyak pertanyaan.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2