Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
97 Musibah


__ADS_3

Hingga pada suatu malam telpon Adam tiba-tiba berdering saat sedang tertidur pulas.


Telpon tengah malam yang membuatnya menjadi terbangun dan tak lagi bisa tertidur.


Detak jantung nya bergemuruh saking kencangnya berdetak, tubuhnya bergetar dan berkeringat dengan nafasnya yang tak beraturan.


Zee pun terbangun dan terkejut melihat wajah suaminya yang begitu pucat.


"Mas... Kamu kenapa? Ada apa mas?" tanya Zee khawatir


"Ya Allah... Astaghfirullah..." seru Adam


"Kenapa mas? Ada apa? Kenapa kamu sampai pucat dan berkeringat seperti ini?"


"Ya Allah ruko sayang, ruko"


"Kenapa dengan ruko nya mas, kenapa?"


Adam langsung beranjak dari kasurnya dan mengambil jaket dari lemari


"Kamu mau kemana mas malam-malam begini?"


"Aku harus ke ruko sayang, ruko kebakaran?"


Deg.


Wajah Zee pun kini juga mulai memucat, ia oun bangkit dan mengambil jaket dan hijabnya.


"Aku ikut mas"

__ADS_1


"Jangan sayang, kamu di rumah aja"


"Ngak mas aku mau ikut kamu, aku juga mau tau bagaimana keadaan ruko sekarang"


"Ya sudah, kamu bersiap dulu aku mau keluarin mobil"


"Iya mas"


Setelah itu Adam mengemudi dengan secepat mungkin agar segera sampai.


Dan benar saja saat mereka sampai di sana rukonya sudah tingga separuh karena sebagian yang lain sudah hangus di makan si jago merah.


Tiga unit pemadam kebakaran di terjunkan tapi belum juga bisa memadamkan apinya.


Salah seorang saksi yang melihat awal mula percikan api itu menghampiri Adam.


"Pak..." sapa nya


"Saya tidak tahu ini penyebabnya apa pak, tapi yang saya lihat api itu berasal dari bagian pojok sana pak" jelas pak Sanip sambil menunjuk ke arah gudang penyimpanan barang.


Pak Sanip adalah seorang satpam, malam itu dia berjaga sendirian karena teman patroli nya sedang sakit.


Zee menangis menyaksikan dahsyatnya api yang semakin membesar di susul dengan beberapa ledakan dari tabung gas yang ada di dalam.


Kakinya menjadi lemas dan seketika Zee terjatuh ke tanah.


"Ya Allah kami kenapa sayang" Adam duduk berjongkok di samping iatrinya


"Ya Allah mas... Ini kenapa bisa sampai begini, ya Allah mas rukonya habis terbakar..." ucap Zee sambil menangis

__ADS_1


Adam berusaha untuk terlihat tegar agar istrinya pun ikut tegar.


Ia berusaha terlihat baik-baik saja meskipun di dalam hatinya hancur.


Ruko pertama yang ia bangun bersama umi nya kini sudah rata dengan tanah.


Sebelum memiliki cabang seperti sekarang ruko ini lah yang menjadi sumber penghasilan pertamanya.


Ruko itu bukan hanya sumber rejeki bagi Adam, tapi juga banyak menyimpan kenangan bersama umi Fatimah.


Setelah tiga jam pemadam kebakaran berjuang, akhirnya api pun bisa di padamkan.


Polisi pun langsung menghampiri Adam dan saksi mata untuk di mintai keterangan.


Zee dengan setia turut mendampingi Adam.


Saat adzan subuh berkumandang mereka pergi ke masjid di dekat ruko itu.


Mereka sholat dan berdo'a dengan menumpahkan air mata.


Menangis dan mengadu kepada Allah dan meminta untuk di berikan ke sabaran lebih.


Pagi harinya saat ruko sudah di pastikan aman, Adam dan Zee mendekat.


Melihat puing puing dari sisa kebakaran yang sudah merata dengan tanah.


Melihat dahsyat api yang berkobar sudah bisa di pastikan tak ada lagi yang tersisa.


Tapi kehendak Allah memang tak ada yang tahu, warga yang turut membersihkan puing-puing bangunan menemukan brangkas uang yang masih utuh.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2