
"Ini dulu" Adam memberi isyarat agar Zee mencium pipinya
"Ini di luar loh mas, ga malu?"
"Malu kenapa, ga ada orang juga. Udah ayo cepet..."
Zee celingak-celinguk melihat sekitar takutnya ada orang lewat lagi.
Setelah memastikan keadaan aman Zee langsung mencium Adam dengan secepat kilat.
Dengan senyuman lebar Adam berangkat kerja.
*****
Sore harinya Adam pun pulang.
Seperti biasa Zee selalu menyambut kedatangan nya dengan senyuman yang manis.
"Capek?" Tanya Zee pada Adam yang baru saja duduk di sofa.
Adam mengangguk, lalu meregangkan tubuhnya.
"Mau aku ambilikan minum?"
"Boleh, air dingin ya"
"Oke"
Zee lalu mengambilkan air dingin dari kulkas dan segera memberikannya pada Adam.
"Ini mas..."
"Makasih sayang..."
"Sama sama mas. Oh ya, gimana sama chef nya. Kapan bisa ketemu, besok bisa?" Tanya nya dengan penuh antusias
__ADS_1
"Besok ga bisa sayang, tadi aku telpon dia katanya dia sekarang masih ada di rumah nenek, minggu depan insya bisa"
"Yah... Lama banget dong"
"Apanya yang lama sih cuma beberapa hari doang"
Terlihat wajah Zee yang mulai cemberut mendengar itu.
Adam menariknya agar mendekat lalu merangkul nya.
"Sabar sayang, menunggu bukan berarti batal. Sabar ya..."
Karena tidak ada pilihan lain, Zee akhirnya mengangguk lalu bersandar di dada bidang Adam.
Sambik menunggu pertemuan dengan calon chef nya, Adam dan Zee menyibukkan diri dengan menata perlengkapan rumah makannya.
Seperti menata meja dan kursinya, memasang hiasan dinding seperti lukisan dan pernak pernik ala ala korea.
Karena rumah makan ini hanya menyediakan makanan Korea, Zee menata interior nya layaknya rumah makan Korea sesungguhnya.
Satu minggu kemudian tibalah hari yang di nanti oleh Zee.
Sejak pagi Zee sudah heboh dan begitu tidak sabar ingin segera bertemu dengan chef itu yang tak lain adalah teman suaminya sendiri.
Yang membuat Zee tidak sabar karena ia ingin segera mencicipi masakannya.
Dan yang paling bikin ga sabar, Zee ingin segera membuka tumah makannya.
Setelah bersiap mereka pun pergi ke tempat yang sudah di janjikan.
Mereka sengaja meminta untuk bertemu langsung di rumah makan milik Zee.
Beberapa saat setelah mereka tiba, teman Adam pun akhirnya datang juga.
Adam menyambut nya dengan baik begutu oun Zee.
__ADS_1
"Assalamualaikum..." Ucapnya saat baru turun dari mobilnya
"Wa'alaikum salam..."
Adam lalu bersalaman dengannya.
"Sayang, ini teman aku namanya chef Alfan" Adam memperkenalkan nya pada Zee.
"Hai..." Sapa chef Alfan
"Hai, saya Zee"
"Ya saya sudah banyak mengetahui tentang mu dari Adam" jawab Alfan
"Oh ya, mas Adam cerita apa aja sih"
Tanya Zee pada Adam
"Aku cerita sama dia kalau istri ku itu orangnya cantik, Sholeha, tapi sedikit cerewet"
Jawab Adam
Zee mencubit kecil lengan Adam sedangkan Alfan menertawakan mereka.
Mereka lalu mengajak Alfan masuk ke dalam rumah makannya, memperlihatkan interiornya apakah masih ada yang kurang atau harus di buang.
Alfan takjub dengan interiornya karena benar-benar seperti sedang berada di Korea.
Mereka lalu masuk ke dapur dan mempersilahkan Alfan untuk memasak.
Alfan di buat takjub dengan pemilihan alat alat dapurnya yang modern.
Bahkan dapur itu sudah lengkap dengan bahan masakannya yang tersimpan rapi di freezer.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1