
"Kenapa masih berhenti pak, cepat bawa dia ke penjara biar dia segera menuai buah dari perbuatannya" ujar pak lurah
"Ya betul pak, cepat bawa dia sebelum dia kembali membuat onar. Awasi dia dengan baik pak jangan sampai dia bisa kabur dan kembali membuat onar di tengah warga" imbuh warga yang lain
Polisi lalu dengan paksa membawa Rian ke mobil polisi untuk segera di masukkan ke penjara.
Rian memberontak dan ingin lepas, tapi dengan kuat beberapa polisi memeganginya dan langsung menyuruhnya masuk ke mobil.
Setelah mobil yang membawa Rian ke penjara berangkat para warga pun akhirnya pulang juga.
"Alhamdulillah... Akhirnya masalah ini sudah selesai juga" ucap pak lurah
"Terima kasih pak, atas bantuannya. Dan juga untuk warga yang lainnya juga, saya dan istri saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih"
Ucap Adam
"Sama-sama nak, kami juga senang bisa membantu. Karena kami juga merasa aman saat Rian sudah tak lagi bisa bebas berkeliaran"
"Ya sudah mari kita pulang"
*****
Sesampainya di rumah, Adam meminta Zee untuk beristirahat di kamar.
"Aku ga capek kok mas"
"Ya ga papa istirahat aja, emang nya mau ngapain?"
"Aku mau lihat pembangun toko sekarang mas, pasti udah hampir selesai"
"Kamu itu ya, belum juga busa tuh tangan bergerak leluasa udah mikirin toko. Yang terpenting sekarang itu, luka mu ini benar-benar sembuh. Kalau kamu udah bisa beraktivitas normal lagi, baru pikirkan yang lain. Oke"
"Iya iya..." Zee menurut dengan perintah Adam dan beristirahat.
__ADS_1
Karena juga merasa sedikit lelah pun juga ikut beristirahat di samping istrinya.
Dengan tangannya yang langsung melingkar di perut istrinya itu Adam menyusul Zee ke alam mimpinya.
*****
Satu minggu kemudian, Zee kini sudah benar-benar sembuh dan sehat.
Lengannya kini sudah bisa bergerak dengan leluasa tapi masih belum bisa untuk mengangkat sesuatu yang cukup berat.
Kini ia sudah tidak sabar untuk mengecek bangunannya yang kata pekerjanya hari ini sudah 100% selesai.
Pagi itu Adam sedang membuat roti bakar untuk sarapan.
"Mas..."
"Hm... Apa sayang"
"Habis sarapan mas Adam langsung ke toko?"
Tanya balik Adam sambil mengoleskan selai di rotinya
"Ngak, barusan pak Bambang telpon katanya hari ini toko udah benar-benar rampung. Cuma tinggal bersih bersih aja di beberapa sudut. Kota ke sana yuk mas"
"Kapan?"
"Hm... Nanti sore aja deh. Kan sekarang mas Adam mau ke toko"
"Kalo kamu mau kesana sekarang ya ayo"
"Terus mas Adam ga jadi ke-"
Adam berbalik dan mencium bibir Zee membuatnya berhenti melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Buat kamu apa sih yang enggak"
"Beneran?"
"Iya sayang"
Dengan girang Zee memeluk Adam dan mencium pipinya
"Yeay... Makasih mas Adam sayang..."
Zee lalu melepas pelukannya dan pergi
"Loh mau kemana?"
"Mau siap-siap mas"
"Sarapan dulu sayang, ayo ini susunya nanti keburu dingin loh"
Zee kembali sambil tertawa memperlihatkan giginya yang rapi. "Hehe...."
Zee menghabiskan sarapannya dengan buru-buru karena memang sudah tak sabar ingin melihat toko barunya itu.
Saking buru-buru nya ia sampai tersedak saat meminum susunya.
"Uhuk..uhuk..." beberapa tetes susu keluar dari lubang hidungnya
"Ya Allah.. Hati-hati sayang..." ucap Adam sambil menepuk-nepuk pundaknya
"Aa.... sakit" seru Zee
"Apanya yang sakit, katakan?" tanya Adam cemas
"Hidung sama kepala mas, rasanya... auh.."
__ADS_1
rengek Zee
☀️☀️☀️☀️☀️