Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
83 Berbagi


__ADS_3

"Hamil atau tidaknya dirimu, tidak akan mengurangi rasa cinta dan sayang ku untuk mu.


Sayang, menikah itu tujuannya untuk ibadah seumur hidup dan anak adalah sebagai hadiah dari Allah"


Jelas Adam


"Tapi mas kita sudah tiga tahun menunggu tapi aku belum juga hamil"


"Mungkin masih belum waktunya sayang, sabar ya..."


"Apa benar Allah belum memberi kita anak karena karma dari masa lalu ku?"


"Astaghfirullah sayang, kamu kok ngomongnya gitu?"


"Ya aku kan dulu nya ga pernah sholat, umbar aurat, mabuk dan lain-lain nya mas. Sebab itu Allah selalu menunda kehamilan ku"


"Astaghfirullah sayang... Kamu ga boleh ngomong begitu. Itu sama saja kamu berprasangka buruk pada Allah. Nih ya dengerin aku, Allah belum memberikan kita anak karena Allah ingin menguji kesabaran kita, Allah ingin kita selalu mengingat_Nya dengan selalu berdoa setiap saat. Kenapa? Karena Allah sayang sama kita"


"Apa itu benar mas?"


"Iya sayang, Allah sayang sama kita itu sebabnya Allah ingin kita untuk selalu mengingat_Nya"


"Astaghfirullah ya Allah... Maafkan hamba yang telah berprasangka buruk, ampuni hamba ya Allah..."


"Mulai sekarang aku ga mau lagi lihat kamu galau galau karena masalah belum punya anak. Kita hanya bisa berencana, tapi Allah yang maha tahu kapan waktu yang tepat untuk kita mempunyai anak. Percayalah pada_Nya, kita terus berusaha dan berdoa"


Zee mengangguk lalu memeluk Adam

__ADS_1


"Terima kasih mas...."


"Iya sayang, sama-sama. Jadi mau langsung usaha sekarang?"


"Usaha? usaha apa mas?"


"Usaha buat bikin anak?"


Zee menepuk pundak Adam


"Aku lagi haid tauk"


"Oh iya, lupa aku" ucap Adam sambil menepuk dahinya sendiri.


Mereka pun tertawa dan meneruskan memasaknya.


Ada yang punya anak, finansial bagus tapi sering sakit anggota keluarganya.


Allah punya cara tersendiri untuk membuat hambanya menjadi lebih sabar.


Allah maha tahu pundak mana yang sanggup untuk Ia berikan ujian.


Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dengan selalu di sertai do'a.


Hari ini Adam tidak jadi ke pabrik, ia sengaja ingin di rumah saja menemani Zee.


Ia masih khawatir Zee akan kembali stres karena memikirkan anak.

__ADS_1


Selesai sarapan Adam mengajak Zee untuk memanen tanaman di kebun kecil di samping rumah mereka, seperti cabai, tomat, sawi dan bayam.


Karena panen kali ini dapat banyak, mereka berniat untuk membagikannya dengan tetangga.


Zee mencuci sayuran itu lalu membungkus nya.


Mereka kemudian berkeliling membagikannya dengan berjalan kaki.


Satu persatu rumah mereka datangi, tak lupa mereka juga memberikan pada siapa saja yang mereka temui di jalan.


Dari lima belas kantong sayur yang mereka bawa, kini sudah sisa dua kantong saja.


"Mas ini masih sisa dua kantong, sedangkan semua sudah dapat bagian" ucap Zee


"Iya ya apa kita jalan ke seberang aja sayang sekalian jalan-jalan santai" ajak Adam


"Ya udah, ayo"


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.


Satu tangan Adam memegang kantong sayur, sedangkan tangan yang lainnya memegang tangan sang istri.


Mereka berjalan santai sambil bertukar cerita.


Mereka akan memberikan sisa sayurnya itu pada siapa saja yang mereka temui.


Dan kebetulan, saat di persimpangan mereka bertemu dengan Kirana dan gus Faiz.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2