Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
64 Dinner Romantis


__ADS_3

Adam mengambil sapu tangannya untuk menutupi mata istrinya itu.


"Untuk apa mas?" Tanya Zee


"Untuk memberi mu kejutan"


"Kejutan? Kejutan apa?"


"Kalo aku beri tahu, itu namanya bukan kejutan sayang. Udah sini aku tutup dulu matanya ya..."


Zee orangnya memang sangat mudah penasaran.


Ia akhirnya pun menurut dan mau di tutup matanya.


"Maaf ya sayang karena aku harus menutup mata mu"


"Iya, tapi mas Adam ga aneh aneh kan?"


"Ya ngak lah sayang"


Adam lalu mengikat sapu tangannya itu dengan pelan agar Zee tidak merasa kesakitan.


Sambil merangkul bahunya dengan tangan kirinya, Adam menuntun Zee dengan tangan kanan nya berjalan dengan pelan.


Mereka berjalan melewati ramainya pengunjung restoran hingga sampai di tempat di mana suasananya mulai terasa sepi.


"Ini kita di mana sih mas?"


"Masih di restoran sayang"


"Yakin? Tapi kok kayak sepi?"


"Shuu...t bentar lagi sampe kok. Tenang aja"


Beberapa langkah kemudian Adam menarik kursi lalu meminta Zee untuk duduk.

__ADS_1


Dengan perlahan Zee meraba kursinya lalu duduk.


"Siap?" Tanya Adam


Zee mengangguk dengan tangannya yang terus memainkan jemarinya.


"Satu... Dua... Tiga" Adam membuka penutup mata Zee


Dengan pelan Zee membuka matanya dan seketika matanya berbinar karena gemelap lampu hias yang begitu indah untuk di pandang.


Gemerlap lampu yang beradu dengan banyaknya bunga semakin membuatnya terlihat romantis.


Takjub dengan keindahan pemandangannya, Zee lalu berbalik menatap Adam yang dengan semyuman lebar menatapnya.


"Ini... Ini apa mas...?"


"Ini buat kamu sayang"


Tangisan bahagia mulai jatuh di pipinya.


"Jangan ada air mata, aku menyiapkan ini untuk membuat mu bahagia bukan menangis" ucap Adam


Zee langsung memeluk Adam dengan erat.


"Aku menangis bukan karena aku sedih mas, ini tangisan bahagia"


Adam membalas hangat pelukan Zee sambil sesekali mencium keningnya.


"Maaf karena baru sempat memberi mu kejutan sekarang, masih belum terlambat kan?"


Zee menghapus air matanya dan menatap Adam


"Ini adalah momen pertama dalam hidupku, terima kasih mas..."


"Sama-sama sayang. Sudah, ayo duduk"

__ADS_1


Mereka pun duduk lalu beberapa pelayan datang dengan membawakan makanan dan minuman yang audah Adam pesan sebelumnya.


Begiti sudah tertata rapi di meja, alunan piano pun mulai di mainkan.


Hal itu semakin membuat suasana kian romantis.


Zee lalu mengambil hp nya berniat untuk mengabadikan moment ini.


"Simpan saja hp nya sayang, di sini sudah ada kamera yang sudah merekam momen ini. Kita cukup nikmati saja malam ini dengan senyuman"


Adam memgambil hp nya Zee lalu meletakkannya. Ia lalu menggenggam tangan Zee sambil menikmati alunan musiknya.


Makan malam romantis untuk pertama kalinya bagi mereka setelah menikah.


Kini sudah hampir satu tahun usia pernikahan mereka.


Sedikit banyaknya mereka sudah saling mengenal dan memahami satu sama lain.


Makan malam romantis mereka di tutup dengan Adam yang memberikan Zee sebuah hadiah.


Hadiah yang di bungkus dengan kotak yang berukuran sedang juga berwarna biru, yang mana warna biru itu adalah warna kesukaannya.


"Apa lagi ini sayang..." Tanya Zee


"Bukalah"


"Makan malam seperti ini sudah jauh lebih dari cukup, mengapa masih kau berikan hadiah?"


"Hampir satu tahun kita menikah dan ini baru pertama kalinya aku memberikan mu hadiah. Jangan bertanya lebih banyak, terima dan bukalah hadiahnya"


Zee dengan pelan membuka kotak hadiahnya.


Dan dia begitu terkejut dengan isinya.


Meski bibirnya tersenyum lebar, tapi matanya kembali berair.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2