Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
93 Sampai di Rumah


__ADS_3

Adam bersalaman pada Choki sebagai bentuk pamitan, sedangkan Dita dan Zee berpelukan seakan mereka tidak bisa bertemu lagi.


"Ya ampun, kalian ini kek yang mau pisah benua aja pelukannya lama benget" celetuk Choki


"Ya biasa, namanya juga cewek" saut Adam dan mereka pun tertawa


"Hati hati di jalan ya, ntar kalo udah sampe langsung kabarin gue" pesan Dita


"Siap bos. Aku pamit ya, assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam..."


Dita dan Choki melihat Adam dan Zee yang perlahan langkahnya semakin menjauh, hingga pandangan mereka terhalang oleh tembok.


"Mau pulang sekarang?" tanya Choki pada Dita


"Nunggu sampe lepas landas boleh ga?"


"Ya ampun sayang, iya boleh"


Setelah memastikan pesawat yang di tumpangi oleh sahabatnya itu terbang mengudara, baru Dita mau untuk pulang.


Terlihat betapa jelas sedihnya raut wajah Dita yang harus berpisah dari sahabatnya.


Choki memegang tangan Dita dan mencoba menghiburnya.


"Kita jangan pulang dulu ya"


"Emangnya mau kenapa A'?" tanya Dita


"Aku mau sedikit menghilangkan sedih mu dengan mengajak mu ke suatu tempat"


"Kemana?" tanya Dita penasaran


"Ada deh, sekalian biar kamu tau kota Bandung seperti apa"

__ADS_1


Dita pun mengangguk menyetujui nya.


Berkeliling kota bandung berduaan bersama suami, menikmati indahnya pemandangan.


Berjalan jalan di taman kota sambil menikmati satu cup eskrim.


Mereka berdua layaknya sepasang kekasih yang baru jadian, berjalan sambil bergandengan tangan, bersua foto sambil kulineran.


Saking menikmatinya mereka sampai tidak sadar kalau haru sudah sore.


"A' udah sore nih, pulang yuk. Nanti mama nyariin"


"Ya ampun iya juga, bentar lagi udah mau maghrib. Ayo"


Choki pun segera melajukan mobilnya agar cepat sampai di rumah sebelum adzan maghrib di kumandangkan.


*****


Adam dan Zee yang baru saja sampai di rumah, langsung pergi ke kamarnya dan meninggalkan koper mereka yang masih ada di ruang tamu.


"Alhamdulillah.... Akhirnya kembali juga ke kamar ini, huaaa..." Zee melakukan peregangan pada pinggangnya lalu menjatuhkan dirinya di atas kasur


"Ya kurang lebihnya iya"


"Mau aku pijitin?" tanya Adam


"Ga usah. Mas Adam kan pasti capek juga, sini rebahan dulu" Zee melambaikan tangannya mengajak Adam berbaring di sisinya.


Dengan senang hati Adam pun menjatuhkan dirinya bukan di samping Zee melainkan tepat di atas tubuhnya.


"Loh mas... Kamu-"


Perkataan Zee langsung terhenti karena Adam mulai mencium bibirnya.


"Obat lelah" ucap Adam saat melepas kecupannya

__ADS_1


"Ini mah bukan obat lelah mas"


"Terus obat apa?"


"Obat rindu"


"Boleh aku minta lagi?"


"Minta apa?"


"Obat rindu"


"Boleh, boleh banget malah. Tapi...."


"Tapi apa?"


"Tapi sholat maghrib dulu" Zee mendorong tubuh Adam yang menindihnya lalu bangun dan pergi ke kamar mandi.


Adam hanya tertawa kecil dan juga beranjak dari kasur mengejar istrinya ke kamar mandi.


Tok tok tok....


"Buka pintunya sayang..."


"Gantian mas, ini baru juga masuk"


"Aku sakit perut udah ga tahan"


"Enggak, aku ga percaya. Mas Adam pasti bohong"


"Ya ampun beneran ini. Aduh... udah ga tahan banget ini, au... buka sayang, cepet..."


Adam terus mengetuk pintunya dan berseru, dan itu membuat Zee terpaksa harus membuka pintunya.


Zee keluar dengan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya dengan rambut yang tergerai.

__ADS_1


Adam yang duduk berjongkok tepat di depan pintu di buat terpana saat di depannya ada sepasang paha yang putih mulus tanpa penghalang.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2