Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
58 Melamun


__ADS_3

Adam menceritakan bagaimana seharian ini di pabrik, dan Zee juga menceritakan kesibukannya di rumah yang selalu berperang dengan sapu dan pel lannya.


Memang sudah menjadi kebiasaan baru bagi mereka untuk saling bertukar cerita.


Baik cerita hari ini maupun cerita masa lalu.


Pandangan Zee kini tertuju pada undangan dari Kirana yang ia lempar tadi ternyata ada di bawah meja.


Ia berusaha menyembunyikannya dengan menggesernya menggunakan kakinya.


Sedikit susah untuk menggapai nya karena Adam mulai tertidur pulas di pangkuannya.


Zee berniat tidak akan memberikan undangan itu pada Adam, karena ia tidak mau Adam datang kesana.


Berhasil menyembunyikan undangan itu dengan kakinya Zee juga tertidur di sofa dengan posisi duduk dan Adam yang masih tetap di pangkuannya.


Baru saja Zee terlelap, Adam sudah bangun.


Ia melihat wajah istrinya yang begitu pulas ia tidak tega untuk membangunkannya.


"Pasti kakinya kesemutan gara-gara aku tertidur di pangkuannya. Sekarang dia malah tidur pulas" ucap Adam


Adam ingin memindahkan Zee untuk tidur di kamar. Dengan pelan ia menggendongnya agar tidak terbangun, namun usahanya gagal.


Zee terbangun saat tangan Adam mengangkat tubuhnya.


"Mas..."


Adam tersenyum lalu mengecup keningnya.

__ADS_1


"Aku pikir menggendong dengan pelan akan tetap membuat mu pulas, ternyata kamu malah terbangun"


Zee membalas senyumnya dan memeluk Adam.


Adam tetap menggendongnya hingga ke kamar.


"Sekarang udah jam berapa mas?"


Adam melihat arlojinya


"Udah jam 5 sayang. Aku mandi dulu ya, bentar lagi udah mau maghrib"


Zee mengangguk.


Menunggu Adam mandi sekalian adzan maghrib Zee memainkan hp nya.


Sampai Zee selesai dzikir dan mengaji Adam belum juga pulang.


Zee menunggunya di teras rumah namun tak ada tanda-tanda kedatangan dari suaminya.


"Kok mas Adam belum pulang ya? O.. mungkin mas Adam nunggu isyak kali biar ga bolak balik. Ya udah deh aku nunggu di dalam aja" ujarnya


Setelah adzan isyak di kumandangkan Zee segera sholat.


Sambil menunggu Adam pulang, Zee menyiapkan makan malam di dapur.


Saat sedang memotong bawang Zee tiba-tiba teringat dengan undangan Kirana.


"Aku salah ga ya kalo aku nyembunyiin undangan itu dari mas Adam? Kalo aku kasih ke mas Adam terus dia dateng, aku cemburu kalau Kirana curi-curi pandang sama mas Adam. Aduh... Ini gimana ya..."

__ADS_1


Sambil menggoreng nasinya pun Zee tetap kepikiran tentang itu, sampai-sampai Adam pulang dan mengucapkan salam tak di jawabnya.


Karena tak ada jawaban salam dari istrinya, Adam langsung masuk dan mencari di manakah istrinya saat ini.


Saat tiba di dapur adam mendapati istrinya yang sedang menggoreng nasi sambil melamun.


Terlihat kepulan asap mulai berterbangan karena api kompor yang besar dan Zee hanya mengaduk nasinya di bagian atas saja.


Adam segera menghampirinya, mematikan kompornya lalu mengambil spatula dari tangan Zee dan meletakkannya.


Seketika zee langsung tersadar dari lamunannya.


"Loh mas Adam udah pulang? Udah dari tadi?"


"Kamu ngapain masak sambil melamun? Hm...


Mikirin apa?" Tanya Adam


"Ngak kok, aku ga ngelamun"


Zee terkejut melihat kompornya yang sudah mati.


"Loh kompornya kok mati? Aduh kok gas nya malah habis sih, mana nasi gorengnya belum matang lagi"


Adam menarik lengan Zee membuatnya berbalik dan menatapnya.


"Mas Adam pasti udah lapar ya, ini gas nya malah habis sabar ya..."


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2