
Keesokan harinya seperti biasa setelah sarapan Adam berangkat toko dan Zee tetap di rumah.
"Hari ini ga usah siapin belal dek"
"Loh kenapa mas?"
"Ga papa, aku mau makan siang di rumah aja"
"Oo gitu, iya deh nanti siang aku mau masakin makanan kesukaan suami ku tercinta"
Ucap Zee sambil mengalungkan tangannya di leher Adam
"Benarkah?"
Zee mengangguk sambil tersenyum manis.
Adam yang tidak tahan melihat senyum istrinya yang begitu menggoda langsung mencium nya dengan penuh semangat.
Zee memukul pundaknya meminta Adam melepaskan bibirnya.
"Mas ih"
"Kenapa?" Tanya Adam sambil mengangkat alisnya
"Mas Adam ga mau ke toko"
"Tadinya sih mau berangkat, tapi kayaknya ga jadi deh"
"Loh kenapa?"
"Suami mu ini tidak tahan melihat mu senyuman mu itu sayang"
Adam kembali mendekatkan wajahnya dan hendak kembali ******* bibir istrinya itu
Tapi dengam cepat Zee menutup wajahnya dengan tangannya.
"Mas... Jangan sekarang"
__ADS_1
"Terus kapan sayang..."
"Nanti malam aja ya, sekarang mas Adam segera berangkat."
Zee membalikkan badan Adam dan mendorongnya dari belakang mengantarnya ke luar.
Setelah Adam berangkat Zee kembali melakukan aktivitas nya seperti ibu rumah tangga pada umumnya.
Ia lalu kembali mengecek perlengkapan toko barunya.
Mencari dan melihat dengan seksama apakah masih ada yang kurang.
Tiba-tiba Dita menelepon nya.
"Assalamualaikum Dita...." Sala Zee dengan gembira
"Wa'alaikum salam Zee"
"Kangen yaa"
"He'em nih. Sendirian di tengah kesibukan membuat gue kangen masa-masa dulu sibuk bareng lo"
"Oh Zee, barusan gue ga sengaja ketemu sama Frenky"
Zee mendengarnya langsung terkejut, dan reflek segera menutup pintu kamarnya.
Trauma yang di akibatkan oleh Frenky masih belum bisa Zee lupakan.
"Astaghfirullah, kamu ketemu di mana sama dia?"
"Dia tadi mampir ke resto gue"
"Terus terus, gimana? Dia ga ngapa-ngapain kamu kan?"
"Ngak kok dia ga ngapa-ngapain gue. Dia cuma..."
"Cuma apa? Jangan bikin aku penasaran deh"
__ADS_1
"Dia nanyain lo"
"Astaghfirullah... Dit, kamu serius?!"
"Iya. Dia pikir gue di bali masih sama lo. Udah gue bilang berkali-kali juga kalo lo udah menikah tapi dia ga percaya. Dia tetap maksa gue, nyeccer gue dengan pertanyaan pertanyaan tentang lo" jelas Dita
"Tapi kami ga bilang kan dimana aku tinggal sekarang?"
"Ya ngak lah besty, ya kali."
"Alhamdulillah... Jaga diri baik-baik ya Dit. Jangan sampek kamu dalam masalah karena dia nanyain aku terus"
"Tenang tenang, gue aman kok di sini"
Frenky masih menyimpan dendam pada Zee.
Ia merasa kalau Zee mempunyai hutang padanya karena sejak pertama kali Zee menginjakkan kaki di Jakarta, Frenky adalah orang pertama yang menolongnya.
Mulai dari hal kecil hingga Zee bisa mendapatkan pekerjaan, bisa menjadi DJ dan artis yang terkenal.
Frenky merasa semua keberuntungan yang Zee dapatkan tak lain itu berkat campur tangannya.
Maka dari itu Frenky tidak akan berhenti mencari Zee sebelum ia membayar hutang budinya.
Bukan harta yang Frenky mau melainkan memiliki Zee dengan seutuhnya.
Dita dan Zee lalu bercerita panjang lebar melepas rindu karena tidak bisa bertemu.
Zee juga bercerita kalau dia sekarang akan membuka usaha lagi seperti dulu.
Dengan senang Dita memberi semangat dan selalu mendukung keputusan Zee.
Setelah cukup lama telponan, tidak terasa batrei hp Dita mulai lowbat, dan terpaksa telponan hari ini pun berakhir.
Setelah telpon di matikan, Zee kembali teringat perkataan Dita tadi tentang Frenky.
"Ya Allah... Selamat kan Dita dari orang-orang jahat di manapun berada" batin Zee
__ADS_1
Zee kemudian mandi dan bersiap dengan mukenahnya menunggu adzan dhuhur sambil mengaji.
☀️☀️☀️☀️☀️