
Setelah beberapa hari di Turki, besok Adam dan Zee akan pulang ke Indonesia.
Karena ini adalah hari terakhir Adam mengajak Zee berbelanja oleh-oleh.
Mulai dari pakaian, makanan hingga aksesoris khas dari Turki.
Di salah satu pusat perbelanjaan, pandangan Adam tertuju pada deretan lingerie seksi.
Saat Zee tengah sibuk memilih baju, Adam diam-diam mengambil beberapa lingerie dan memasukkannya pada keranjang belanjaan Zee.
"Mas Adam ga mau beli sesuatu?" Tanya Zee
"Pilihkan saja apa yang menurut mu bagus, aku pasti akan memakainya"
"Apa aja?"
Adam mengangguk "iya cantik, apa aja terserah...."
Dengan senang hati Zee pergi mencari pakaian untuk Adam.
Dan Adam mengikutinya dari belakang, dan kali ini pandangan Adam tertuju pada pakaian dalam.
Lagi-lagi Adam mengambilnya tanpa sepengetahuan istrinya itu.
Beberapa set dan macam warna yang Adam ambil.
Beberapa pasang mata dari wanita melirik dan menertawakan Adam, tapi Adam masa bodoh karena yang ia pilih untuk istrinya tercinta.
Saat hendak membayar belanjaanya di kasir, Adam mencari cara agar Zee tetap tidak mengetahui apa yang diam-diam ia beli untuknya.
"Ee... Sayang boleh minta tolong?"
"Minta tolong apa mas"
"Tolong ambilkan air mineral dong, haus nih"
"Oh ya udah, aku ambilkan dulu ya mas"
Dengan begitu lingerie seksi yang Adam beli tetap menjadi rahasia sampai pulang ke rumah.
__ADS_1
Begitu Zee datang, belanjaanya yang tadi sudah selesai.
Membayar air mineralnya lalu segera kembali ke hotel untuk berkemas.
Setelah seharian mengudara kini mereka sudah tiba di bandara Indonesia.
Rasanya begitu lega saat telah tiba di negara sendiri.
Saat di bandara, Adam dan Zee tidak sengaja berpapasan dengan wartawan.
Para wartawan itu sedang menunggu kedatangan salah satu artis yang populer saat ini.
Karena takut ada yang melihatnya, Zee berjalan menunduk di belakang Adam.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu bersembunyi?"
"Mas, di depan ada wartawan. Jangan sampai mereka melihatku"
"Memangnya kenapa sayang?"
"Mas, kamu kek ga tau wartawan aja, aku ga mau mereka membuat gosip yang bukan-bukan tentang mu, mas..."
"Kalau begini tak akan ada lagi yang mengenali mu lagi, ayo"
Dengan percaya diri Zee bergandengan tangan dengan suaminya melewati kerumunan wartawan.
Dan ternyata benar, tak satupun dari mereka yang mengenalinya.
Zee bisa keluar dari bandara tanpa perlu melewati banyak drama.
"Alhamdulillah ya Allah...." Ucap syukur Zee saat sudah berada di dalam mobil
"Sudah lega?"
"Alhamdulillah lega banget mas"
"Kita pulang?"
"Hayuk dong"
__ADS_1
"Kita mampir beli makanan dulu ya"
"Mas Adam lapar? Kan bisa aku masakin mas"
"Emang kamu ga capek? Baru sampai di rumah terus mau masak?"
"Demi membuat suami ku bahagia sekaligus mengejar pahala, aku tidak keberatan mas..."
Adam memegang tangan Zee dan menciumnya,
"Tapi aku yang keberatan jika melihat istri ku sampai kelelahan"
Zee tersenyum lebar dan mencium balik tangan Adam lalu pipinya.
"Terima kasih mas..."
Setelah membeli makanan mereka langsung pulang.
Adam mengeluarkan beberapa koper dari mobil dan Zee segera membuka kunci pintu rumah.
Mereka masuk ke dalam rumah tanpa melihat undangan di atas meja di teras.
Zee meletakkan tasnya di meja lalu berbaring di kasur.
"Ha.... Rasanya begitu nikmat saat berbaring..."
Adam pergi ke dapur mengambilkan air minum untuk Zee sekaligus menyiapkan makanan yang barysan mereka beli.
"Minum dulu sayang"
"Wah... Terima kasih mas. Kok mas Adam ga nyuruh aku sih buat nyiapin makanannya"
"Udah... Buka mulutnya, aaaa...."
Adam langsung menyuapi Zee.
Selesai makan mereka membersihkan diri lalu beristirahat.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1