
Kirana kini sudah mulai berdamai dengan hatinya.
Sambil menenteng kantong di tangan kirinya, tangan kanannya memegang tangan gus Faiz lalu tersenyum padanya.
Ini adalah kali pertama bagi Kirana memegang lebih dulu tangan suaminya.
Gus Faiz senang bukan main karena Kirana yang memegang tangannya.
Ia berhenti dan memegang balik tangan Kirana
"Apa yang membuat mu dengan suka hati memegang tangan ku?" tanya gus Faiz penasaran
"Apakah tidak boleh seorang istri memegang tangan suaminya sendiri?"
Telinga gus Faiz rasanya seperti bunga mawar yang sedang mekar.
Hatinya begitu bahagia ketika Kirana menyebutnya 'Suami'.
Gus Faiz tersenyum lebar dan langsung memeluk Kirana dengan erat, dan Kirana pun membalas hangat pelukannya.
Bukan main, perasaannya sangat sangat bahagia hingga gus Faiz tak mampu berucap kata-kata lagi.
"Maafkan aku selama ini mas" ucap Kirana
"Apa? Kamu panggil aku apa barusan?" tanya gus Faiz
__ADS_1
Dengan agak malu dan pipinya yang mulai memerah, Kirana mengulangi perkataan nya lagi
"Maafkan aku mas, karena bertahun-tahun selama pernikahan aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu"
"Tidak, tidak ning, kamu tidak perlu minta maaf. Aku tau dan aku faham dengan perasaan mu. Selama ini kamu sudah menjadi istri yang baik pada ku.
Aku yang seharusnya berterima kasih karena kamu sudah mau menerima ku"
"Maaf karena harus membuat mu menunggu selama ini"
"Shuutt... tidak perlu minta maaf, ning"
Gus Faiz langsung memeluk istrinya itu yang mulai tertunduk karena merasa bersalah.
Dan Kirana dengan senang hati membalas pelukannya.
Selama ini bertahun-tahun masa pernikahan mereka Kirana tetap memanggilnya dengan sebutan Gus.
Kini mereka pun pulang dengan wajah yang begitu ceria dan beda dari biasanya.
Sesampainya di rumah Kirana, bu Fitri heran ada apa dengan anak dan menantunya itu.
Terlihat dari wajah keduanya yang begitu memancarkan aura positif, senyuman yang mengembang dan juga berjalan dengan bergandengan tangan.
"Assalamualaikum ma..."
__ADS_1
"Wa'alaikum salam... Habis jalan dari mana aja kalian sampe agak siang begini, kasian cucu uti kepanasan" tanya bu Fitri lalu mengambil Khadijah dari stroller nya
"Cucu uti kepanasan ya sampe gerah gini, habis jalan jalan yaa..."
"Kami tadi habis bertemu dengan mas Adam dan istri nya ma" jawab Kirana
Bu Fitri memandang Kirana dengan tatapan yang penuh pertanyaan.
Ia takut putrinya itu tidak bisa mengontrol perasaannya.
"Ini ada sayuran dari istrinya mas Adam, Kirana simpan di kulkas dulu ya ma" ucap Kirana lalu masuk ke dalam
"Aku masuk juga ya ma, mau mandi" sambung gus Faiz
Bu Fitri hanya mengangguk dan di pikirannya tetap bertanya-tanya.
Bagaimana reaksi Kirana tadi saat bertemu lagi dengan Adam setelah dua tahun tidak pernah bertemu.
Ya setelah melahirkan bu Fitri memang sengaja menyuruh Kirana untuk tinggal di rumah suaminya.
Setiap satu bulan sekali Kirana datang berkunjung ke rumah bu Fitri tapi tak di ijinkan untuk menginap.
Hal ini bu Fitri lakukan karena ia tidak mau Kirana terus terusan bertemu dengan Adam, karena itu akan menyulitkan Kirana untuk melupakan Adam.
Meski sempat beralasan karena alasan tidak betah di rumah mertua, tapi Kirana tetap tidak bisa menolak.
__ADS_1
Dan hari ini untuk pertama kalinya bu Fitri memberikan ijin padanya untuk menginap disini.
☀️☀️☀️☀️☀️