Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
106 Unek unek


__ADS_3

"Kamu dulu ga begini mas. Kamu selalu mendukung apa saja kemauanku selama itu masih dalam batas, dan sekarang masalah hp saja kamu ga beri aku izin"


"Iya sayang maaf, aku minta maaf ya"


Zee berpaling dan pergi duduk di tepi kasur.


"Sayang..." panggil Adam seraya menghampirinya.


Adam duduk di bawah sambil memegang tangan Zee namun lagi-lagi Zee melepasnya.


"Iya oke,aku ga bakal nyentuh kamu lagi. Tapi cerita sayang ada apa? Aku minta maaf kalo aku punya salah, entah itu di sengaja atau tidak. Aku ga betah kamu giniin aku, aku ga sanggup sayang..." rengek Adam


"Baru beberapa hari saja aku begini kamu sudah bilang ga betah mas, apa lagi aku. Kamu pikir aku kuat? nggak mas. Berbulan bulan aku sabar menunggu ternyata kamu tetap ga berubah. Kamu bilang dulu ga boleh ada rahasia sekecil apapun di antara kita, tapi sekarang apa?"


"Aku menyembunyikan apa sayang? ga ada"


"Sekarang aku paham mas kenapa kamu begini, kamu mau menikah lagi iya kan!?" tuduh Zee


Adam tercengang dan membulatkan matanya.

__ADS_1


Sesaat Adam mengangkat alisnya karena tidak menyangka dengan pertumbuhan yang di lontarkan istrinya itu.


"Astaghfirullah sayang, apa yang kamu katakan? Bagaimana mungkin aku mau menikah lagi?!"


"Sudah cukup sandiwaranya mas, kamu sangat memanjakan ku agar aku tidak marah bukan saat kamu membawa istri muda mu ke rumah ini?!"


"Shuutt..... Apa yang kamu katakan sayang? Ngak itu sama sekali ga benar"


"Kenapa mas? kenapa? Apa karena aku masih belum bisa memberi mu keturunan hingga membuat kamu mengambil keputusan untuk menikah lagi? Iya!!!?" tanya Zee dengan berlinang air mata hingga membuatnya sesenggukan.


Adam menggelengkan kepalanya dan kembali memegang tangan Zee.


Dengan penuh sabar Adam mendengarkan semua tuduhan dan omelan dari Zee, barulah setelah semua unek-unek di dalam hatinya keluar Adam mulai berbicara.


"Sayang... Maaf ya karena selama ini aku bersikap aneh sama kamu. Iya aku akan ceritakan semuanya satu persatu sama kamu, tapi cuci muka dulu ya biar sedikit lebih tenang. Ayo"


Zee tetap tak menjawab, Adam lalu menarik tangannya mengajaknya ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Setelah itu Adam mengambilkan segelas air untuk Zee.

__ADS_1


"Sudah lebih tenang sekarang?"


Tanya Adam dan Zee pun mengangguk.


"Begini sayang, kamu itu sebenarnya sakit autoimun. Dan autoimun itu membuat kamu harus beristirahat lebih, tidak banyak pikiran dan harus lebih santai"


"Kalo itu alasan mu mas, aku paham kenapa kamu tidak membolehkan aku mengerjakan pekerjaan rumah dan juga pergi ke rumah makan, itu masuk akal. Tapi apa hubungannya dengan hp ku mas? kenapa kamu melarangnya?"


"Soal itu, itu karena...."


"Karena apa mas, kamu kan tau sendiri isi hp ku hanya itu itu aja, kontaknya pun hanya beberapa saja?"


"Itu aku lakukan karena aku ga mau kamu sakit hati setiap kali Dita menelpon mu"


"Sakit hati? Sakit hati kenapa mas? Dita itu kan sahabat aku"


"Iya aku tau dia memang sahabat baik kamu, tapi aku kepikiran saat Dita menelepon mu dan memperlihatkan bayinya, aku ga mau hal itu membuat mu menjadi beban pikiran sayang"


"Iya aku tau niat mu baik mas, tapi ga gini caranya. Klo gini kan hubungan aku sama Dita jadi renggang"

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


"


__ADS_2