
Pertemuan yang tidak di sengaja itu adalah pertemuan untuk pertama kalinya sejak Kirana mempunyai anak.
Mereka berjalan-jalan pagi sambil membawa anak mereka yang duduk di stroller.
Adam tidak menyadari bahwa di depannya ada Kirana dengan suaminya.
Langkah Zee terhenti ketika Kirana menatapnya.
"Kok berhenti? Kenapa sayang?" tanya Adam
Adam kemudian melihat ke arah yang sedari tadi istrinya pandangi.
"Sayang...." panggil Adam lagi
"Iya mas, kenapa"
"Kamu kenapa melamun?"
"Ngak kok, aku ga ngelamun mas" elak Zee
"Assalamualaikum..." sapa gus Faiz
"Wa'alaikum salam..." jawab Adam
"Sedang apa kalian di sini?"
"Oh ini kami lagi bagi-bagi sayur sama tetangga. Kalian sendiri habis dari mana?" tanya balik Adam
"Ini lagi bawa Khadijah (Anak Kirana & gus Faiz) jalan-jalan, mumpung udaranya lagi cerah"
Adam dan gus Faiz asyik mengobrol sedangkan Zee dan Kirana hanya diam mendengarkan.
Pandangan Kirana tertuju pada tangan Adam yang sedari tadi tetap menggenggam tangan Zee meski sedang asyik ngobrol dengan suaminya.
__ADS_1
Sedangkan Zee pandangannya langsung tertuju pada batita imut dan manis yang sedang menatapnya.
Zee mulai lagi mellow karena belum juga mempunyai anak, tapi ia kembali teringat dengan perkataan suaminya tadi.
Zee menarik dalam-dalam nafasnya dan mencoba membuang pikiran sedihnya.
Zee berjongkok di depan stroller itu dan menatap pipi gembul batita yang agak memerah itu.
"Hai cantik... Assalamualaikum..." sapa Zee
"Wa'alaikum salam " jawab Kirana dan gus Faiz bersamaan
"Anak cantik siapa namanya?"
"Hatitah..." jawabnya dengan bahasanya yang masih belum terlalu jelas
"Namanya Khadijah" saut Kirana
Adam melihat wajah istrinya yang terlihat begitu bahagia ketika sedang berbicara dengan Khadijah.
"Ya Allah... Begitu bahagianya istriku ketika sedang bermain bersama anak-anak, segerakan lah Engkau kabulkan doa kami ya Allah..." batin Adam
Setelah mengobrol dengan Khadijah Zee pun bangkit.
Ia lalu menyodorkan dua kantong sayur itu pada Kirana
"Ini kami ada sedikit sayuran yang kami panen sendiri" ucapnya
Kirana memandanginya lalu mengambilnya "Terima kasih"
"Sama-sama, Kami pamit pulang dulu" ucap Zee
"Kami duluan ya, assalamualaikum..." sambung Adam
__ADS_1
"Wa'alaikum salam" Kirana dan suaminya menjawab dengan kompak
Zee berjalan sambil menggandeng lengan Adam dan bergelendotan sambil senyum senyum sendiri.
"Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Adam
"Ga papa"
"Ih aneh, ga ada angin ga ada hujan senyum senyum sendiri?"
"Ya emangnya ga boleh senyum, gitu?"
"Boleh, tapi harus ngajak ngajak dong"
"Ya udah ayo senyum bareng" ajak Zee
Dan bukannya tersenyum mereka malah tertawa di sepanjang jalan.
Zee merasa lebih tenang, karena melihat sikap Kirana tadi sudah tidak se mencurigakan seperti dulu.
Ia berharap perasaan yang Kirana miliki untuk Adam suaminya sudah hilang sepenuhnya.
Begitu pun Kirana dan suaminya, mereka segera pulang karena sinar matahari kini sudah mulai menyengat kulit.
Gus Faiz yang mendorong stroller nya sedangkan Kirana menenteng kantong yang di berikan Zee.
Meski sudah bertahun-tahun dan memiliki seorang anak, Kirana masih belum bisa menerima gus Faiz sepenuhnya di hatinya.
Tapi meski begitu, Kirana tetap menjalankan kewajibannya sebagai mana selayaknya seorang istri.
Ia mulai menghapus sedikit demi sedikit perasaannya pada Adam karena sudah tidak mungkin lagi ia bisa bersatu dengan Adam.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1