
Hari ini Dita dan keluarganya akan pulang ke Bandung.
Tiket penerbangan mereka jadwalnya jam 1 siang, jadi mereka masih mempunyai banyak waktu untuk berkemas.
Setelah berkemas Dita menghampiri Zee ke kamarnya.
Tok tok tok... "Zee..." panggil Dita dari luar pintu
"Masuk aja Dit" saut Zee dari dalam
Dita lalu membuka pintunya dan melihat ke sekeliling kamar
"Mas Adam di luar sama om Beni, sini masuk. Dimas mana?"
"Dimas sama mama di luar, lihat ikan katanya"
Dita pun masuk dan duduk di sampingnya.
"Itu apa?" tanya Zee karena Dita masuk ke kamarnya sambil menenteng paper bag besar di tangannya
"Ini janji gue yang kemarin sama lo" Dita pun menyerahkan paper bag nya pada Zee
"Wah... oleh oleh dari Jepang ya, huhu...." Zee kegirangan karena hadiah itu
"Bukalah"
"Dengan senang hati besti, aku buka yak"
Di dalam paper bag itu ada beberapa setel pakaian untuk ibu hamil, korset pengaman dan juga sebuah kota yang berisikan bingkai dari kaca berbentuk ibu hamil dan di perutnya bisa di isi dengan foto hasil USG.
"Wah... Kamu beliin aku baju sebanyak ini? Ini juga, hmm... Dita...."
Zee terharu ketika melihat bingkai itu.
"Iya, lo bisa meletakkan foto hasil USG lo di sini. Ini ada lampunya juga lo, sini gue coba nyalain"
Ketika lampu bingkai itu di nyalakan oleh Dita semakin cantik ketika di lihat.
"Dit, kamu baik banget sih. Kemarin pas kamu hamil aku ga kasih kamu hadiah sebanyak ini..." ucap Zee dengan matanya yang mulai berair
"Kok nangis sih, ya gapapa lah, itu kan karena lo belum punya pengalaman tentang hamil. Lo itu sudah seperti adek gue, dan udah seharusnya bagi seorang kakak belanjain adek nya, ya kan"
"Aku sayang banget sama kamu Dit, hiks... hiks...."
Zee lalu memeluk Dita dengan hangat sambil terus menumpahkan air matanya.
__ADS_1
"Gue tau lo sama suami lo pasti mengalami banyak kesulitan, pesen gue lo sama Adam harus kompak untuk sama-sama saling menjaga, saling terbuka, dan saling menyayangi selamanya. Kalian di sini hanya berdua, pasti akan sangat terasa sulit ketika setelah melahirkan nanti. Seandainya aja rumah kita deketan..."
Dita pun kini juga menangis sambil membalas hangat pelukan Zee.
Dua sahabat itu memang saling sangat menyayangi bahkan melebihi saudara kandung sekalipun.
Karena mereka sama-sama tak ada keluarga, jadi mereka paham betul bagaimana cara menghargai orang.
Jam 11 siang Dita dan keluarga akan pulang.
Adam membantu Choki memasukkan koper mereka ke dalam bagasi mobil.
Sedangkan Zee duduk di teras sambil memangku Dimas.
Tak pernah lupa Zee untuk selalu berfoto bersama Dimas sebagai kenangan.
"Semuanya sudah siap?" tanya pak Beni
"Sudah pa, semuanya udah siap kok" jawab bu Rahma
"Dita nya mana ma kok belum keluar, belum siap ya"
"Sudah pa, aku juga udah siap" saut Dita dari dalam
Bu Rahma lalu duduk di samping Zee dan menggenggam tangannya.
"Boleh dong tante" jawab Zee dengan senang hati
"Duh... perut mu ini seperti perut tante dulu pas hamil Anggi, padahal masih 3 bulan tapi udah gede. Tante kira bakalan kembar eh ternyata bayi nya yang besar"
"Pantesan kak Anggi lebih tinggi dari pada kak Anggun ya tan.."
"Eh bukannya emang udah kodrat ya anak ke dua lebih tinggi dari anak pertama" timpal Dita
"Iya juga ya, mama ini lebih tinggi dari pada kakak mama"
"Tuh kan bener mama lebih tinggi dari tante Widya kakak mama, hahaa..."
Mereka bertiga itu pun saling tertawa, diam-diam pak Beni memotret ketiganya.
Mereka yang tampak sangat ceria dan bahagia membuat hasil foto nya sangat bagus.
Setelah berpamitan Dita dan keluarga akhirnya pun pulang.
Adam dan Zee tetap memperhatikan mereka hingga mobilnya tak lagi terlihat oleh mata.
__ADS_1
"Masuk yuk" ajak Adam
"Yuk. Oh ya mas, Dita tadi kasih aku hadiah banyak banget loh"
"Hadiah apa?"
"Ada di kamar, yuk"
Zee lalu mengambil paper bag besar itu memperlihatkan pada suaminya apa saja isi di dalamnya.
"Ini semua dari Dita? Banyak banget sayang?"
"Iya mas, ini semuanya dari Dita. Lihat bingkai ini deh mas, ini Dita belinya pas di Jepang loh bagus kan?"
"Bagus banget sayang, ini kotak apa?"
"Kotak? Mana mas?" tanya Zee karena Zee memang tidak tahu kalo di dalam ada sebuah kotak.
Zee membukanya dan ternyata isinya adalah foto foto dari awal pertemuan Zee dengan Dita.
Saat Dita pertama kali menjadi asisten nya hingga foto terakhir kemarin saat acara 7 bulanan Dimas.
Di dalam kotak itu juga ada sebuah surat dengan kertas warna tosca favorit Zee.
Di dalamnya tertulis betapa Dita sangat beruntung memiliki sahabat seperti nya.
Orang asing yang menjadi lebih dekat dari pada keluarga sendiri.
Menyayangi dan mau menerima Dita sepenuh hati saat orang lain meragukannya.
"*Meski usia lo lebih muda dariku, tapi sikap lo jauh lebih dewasa dari gue. Terima kasih telah menjadi sahabat, teman, saudara sekaligus adik buat gue.
Semoga lo dan calon bayi lo baik dan sehat sampai ia terlahir ke dunia. Di berikan kelancaran segalanya.
Oh ya jangan lupa, selalu call me jika lo ada apa, oke ☺️.
Love you, DitanyaZee❤️*"
Zee membaca surat itu sambil berderai air mata.
dari tulisannya terlihat jelas bagaimana Dita sangat menyayangi nya.
"Kamu harus banyak bersyukur sayang karena Allah memberi mu sahabat sebaik Dita" ucap Adam sambik mengusap air matanya
Zee mengangguk sambil mengusap sisa air matanya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️