
Sesampainya di rumah, Adam membantu Zee turun dari mobil dan membawanya ke kamar untuk langsung beristirahat.
"Pelan pelan sayang, hati-hati..." Ucap Adam yang sedang membantu Zee berbaring.
"Terima kasih mas..."
"Kamu istirahat ya, aku mau turunin barang-barang dari mobil dulu"
"Iya mas..."
Adam mengecup keningnya lalu keluar.
"Alhamdulillah... Akhirnya bisa merasakan mepuknya kasur rumah lagi. A...."
Ucap Zee sambil meregangkan tubuhnya.
Ia kemudian mengambil hp nya di nakas samping tempat tidur lalu memainkannya.
Adam selesai membereskan barang-barang dari rumah sakit, ia kemudian pergi ke dapur memasak untuk makan siang.
Setelah itu ia membuatkan minuman susu madu untuk istrinya.
Saat masuk ke kamar untuk memberikannya pada istrinya, ia mendapati istrinya itu sedang tertidur pulas dengan hp nya yang masih menyala.
Adam meletakkan susunya di meja, lalu mengambil hp istrinya dan mematikannya. Mengambilkan selimut dan memakaikan nya.
Ia membiarkan istrinya tetap tertidur.
Adam lalu pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya, karena sebentar lagi akan masuk waktu shalat dhuhur.
Kali ini Adam tidak berjamaah di masjid, ia khawatir istrinya membutuhkan sesuatu di belakang. Karena mereka kini hanya berdua jadi tidak ada yang bisa membantunya kecuali dirinya.
Selesai adzan di kumandangkan, Adam segera sholat.
Sambil menunggu Istrinya bangun, ia menunggubya dengan berdzikir dan mengaji.
__ADS_1
Baru saja Adam menutup Al Qur'an nya karena selesai mengaji, Zee terbangun dan memanggilnya.
"Mas..." Panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur
"Iya sayang... Kamu udah bangun"
"Udah dhuhur ya? Kok mas ga bangunin aku"
"Baru juga masuk dhuhur sayang. Ada apa, kamu butuh sesuatu?" Tanya Adam dengan lembut lalu menghampirinya
"Aku haus..."
"Ini aku buatkan kamu susu madu tapi sepertinya sudah mulai dingin"
"Mau minum air putih aja mas"
Adam lalu mengambilkan gelas yang satunya lalu memberikannya pada Zee.
"Ayo bangun dulu"
"Mau makan?" Tanya Adam
"Nanti aja mas, aku gerah pengen mandi"
"Ya udah ayo"
"Kok ayo?"
"Katanya mau mandi, ayo"
"Mas Adam mau ikut masuk?"
"Emangnya kamu bisa mandi sendiri?"
"Hehe... Tapi mas, aku malu-"
__ADS_1
"Malu kenapa? Aku ini suami mu. Kayak yang belom pernah itu aja" celetuk Adam
"Ih mas Adam" Zee mencubit lengan Adam
"Lagian kamu pake acara malu malu segala. Dulu kan juga sering mandi bareng, pas di rumah sakit, aku juga yang ngelap tubuh kamu. Sekarang mau mandi aja apa mau pake jasa plus-plus"
Ucap Adam sambil mengedipkan sebelah matanya
Zee yang merasa malu kembali mencubitnya dengan sedikit lebih kuat.
Bukannya merasa sakit karena di cubit, Adam malah tertawa melihat pipi istrinya yang mulai memerah karena malu.
"Mau mandi pake air hangat apa dingin?"
"Air hangat aja mas"
"Enakan air dingin loh, nanti mas bantu hangat in"
"Mas, jangan mulai deh. Ini istrinya masih belum sembuh total loh"
"Makanya cepat sembuh sayang, ga kasian apa sama suami mu ini yang tremor karena harus menunggu lama"
"Iya iya, makanya sekarang istri mu yang tak berdaya ini minta tolong siapkan air hangat untuk mandi. Nanti kalo udah sembuh total pasti dapat bayaran kok, tenang..."
Zee meladeni suaminya dengan bersikap sedikit centil.
"Baiklah, demi cepatnya kesembuhan tuan putri akan ku siapkan aor hangatnya segera. Mohon di tunggu"
Ucap Adam seperti seorang pengawal lalu bergegas menyiapkannya.
Zee menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar..." Ucapnya.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1