Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
55 Kode Gagal


__ADS_3

"Apanya yang sakit, katakan?" tanya Adam cemas


"Hidung sama kepala mas, rasanya... auh.."


rengek Zee


Adam lalu menuangkan segelas air putih dan memberikannya pada Zee


"Ayo minum dulu, pelan-pelan..."


Zee meminumnya dan kembali mengusap hidungnya.


"Rasanya perih mas..." Suara nya langsung berubah seperti sedang flu


Adam meminta Zee untuk menyenderkan kepalanya lalu memijat pelan keningnya.


"Emangnya kamu kenapa sih buru-buru banget, gini jadinya kan"


Zee tidak menjawabnya, ia memejamkan matanya menikmati pijatan lembut dari Adam.


"Kamu pasti pusing, nanti sore aja lihat tokonya, sekarang aku mau ke pabrik"


"Aa.... Ga mau. Maunya sekarang mas"


"Sekarang gimana, ini kamu pusing begini"


Mendengar itu Zee beranjak dari kursinya


"Ngak kok udah sembuh, kepalaku udah ga pusing lagi kok mas"


Adam menahan senyumnya melihat tubgkah istrinya itu.


"Ngak. Nanti sore aja" Adam kembali menarik tubuh Zee agar duduk kembali


"Aa... Ga mau nanti sore mas, mau sekarang aja" rengek nya

__ADS_1


"Tapi ada syaratnya"


"Apa?" Zee mendongakkan kepalanya


"Nanti malam-"


Belum selesai Adam berkata, Zee sudah langsung faham dan menyekanya


"Iya iya, insya Allah nanti malam udah bisa kok"


"Emangnya kamu udah benar-benar tuntas?"


"Dari kemarin sih cuma nge flek dikit, kalau hari ini ga ada lagi nanti siang mandi terys sholat dhuhur"


Mata Adam seketika langsung melebar bersamaan dbgan senyumnya


"Kalo nanti siang kamu udah bisa sholat dhuhur, kenapa harus nunggu nanti malam"


Zee membulatkan matanya dan sadar, ternyata suaminya itu jauh lebih tidak sabaran di bandingkan dirinya.


"Dasar" ucap Zee sambil mencubit hidung suaminya itu.


Toko yang baru saja selesai pembangunannya dan begitu terlihat cantik dan estetik.


Para tukang yang bekerja menyambut kedatangannya dengan ramah.


Zee berkeliling di dalam tokonga bersama dengan mandor bangunannya sambil menjelaskan dengan detil.


Dengan perasaan bahagia Zee menarik tangan Adam untuk masuk dan melihat lihat bagaimana tampilan di dalamnya.


Dan ternyata sesuai dengan apa yang Zee mau.


Zee lalu membicarakan tentang aksesoris yang akan di pasang.


Memang sebelumnya sudah di diskusikan tapi Zee hanya ingin kembali memastikan kalau apa yang ia beli benar-benar cocok.

__ADS_1


Puas berkeliling kini mereka pun pulang.


Tapi sebelum pulang ke rumah, Adam lebih dulu mengajak Zee untuk mampir ke pabrik.


Setelah beberapa lama tidak mengecek kesana karena sibuk mengurus istrinya.


Kini sudah masuk waktu dhuhur Adam pergi ke masjid untuk sholat berjamaah, sedangkan Zee menunggunya di pabrik. Batu setelah itu mereka pulang.


Di perjalanan pulang Zee meminta Adam untuk berhenti di salah satu warteg.


Karena belum sempat masak untuk makan siang dan sekarang perut yang sudah mulai terasa lapar.


Mereka membungkus makanannya untuk di makan di rumah.


Baru saja selesai makan siang Adam langsung menagih ucapan Zee pagi tadi.


Sebelumnya Adam hanya memberi kode pada Zee dengan tatapan centilnya.


Tapi bukannya mengerti Zee malah tertawa melihatnya.


"Ayo..." Ajak Adam


"Ayo, mau kemana?" Tanya Zee dengan polosnya


"Jangan pura-pura lupa sayang, baru tadi pagi ngomongnya"


"Tadi pagi? Apa sih mas, yang jelas dong"


Zee beranjak dari kursinya membawa piring kotor nya untuk di cuci


Adam menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Kamu sengaja ya di lama lamain, mau ngerjain aku ya?" Tanya Adam yang menaruh dagunya di bahu Zee


"Kamu ngomong apa sih mas, yang jelas ih.."

__ADS_1


Zee membiarkan Adam bergelendotan di bahunya sambil terys melanjutkan mencuci piring.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2