
Adam merasa kalau dirinya saat ini hanya menjadi nyamuk bagi mereka berdua yang asyik makan sambil bertukar cerita.
Adam hanya menjadi pendengar dan sesekali ikut tertawa mendengar cerita dari keduanya.
"Oh ya mas habis magrib nanti kita anterin Dita ke penginapan ya"
"Ngapain?"
"Ya Dita mau nginep di sana"
"Loh ngapain di penginapan, kenapa tidak menginap di sini saja. Kan di sini ada kamar kosong sayang?" tanya Adam
"Pengen nya aku sih jiga gitu mas, tapi Dita nya yang ga mau"
"Kenapa tidak mau?" Adam bertanya pada Dita
"Ya ga papa sih. Aku cuma ngerasa ga enak aja"
Jawab Dita
"Menginap saja di sini, kalian sudah lama tidak ketemu pasti saling kangen. Ajak dia tidur di kamar kota aja, biar aku tidur di kamar tamu" kata Adam
"Eh eh, ga usah gitu. Ngak. Aku di penginapan aja, ya kali kalian yang suami istri tidur terpisah, jangan" tolak Dita.
"Ga papa, kedatangan kamu kemari sangat membuat bahagia istri ku. Melihat wajahnya yang begitu bersinar saking bahagianya, aku sangat senang. Menginap lah di sini meski hanya semalam, tidurlah dengan sahabat mu" ucap Adam pada Zee
Zee tersenyum sangat bahagia karena suaminya begitu perhatian dan pengertian.
Zee memegang tangan Adam
"Terima kasih ya mas, kamu itu suami yang paling pengertian dari orang yang paling pengertian" puji Zee
__ADS_1
Kali ini Dita benar-benar dilema. Jika dia menolak tidak enak pada Zee dan suaminya, tapi jika menyetujuinya dia juga merasa tidak nyaman karena Zee harus tidur terpisah dari suaminya.
Karena Zee yang terus memaksa di tambah Adam juga mendukung keputusan nya, Dita harus mau menginap di sini demi Zee sahabatnya.
Setelah sholat isyak Adam menonton TV sendiri di depan, sedangkan Zee ada di kamarnya bersama Dita.
"Zee, lo yakin laki lo ga papa tidur ga bareng lo? Gue ga enak tau" ucap Dita
"Dit, aku kenal mas Adam dengan baik. Ga papa kok, tenang aja" jawab Zee
"Tapi Zee, gue aja deh yang tidur di kamar tamu. Lo tidur sama laki lo aja di sini"
"Ga papa Dit, udah kamu istirahat aja dulu aku mau ke mas Adam dulu"
Zee lalu turun dari kasurnya dan keluar dari kamar.
Zee menghampiri Adam yang tengah khusuk dengan TV nya.
"Iya sayang, belum tidur?"
"Belum mas"
"Pasti lagi asyik cerita ya sampe ga bisa tidur?"
"Ya biasalah mas, namanya juga udah lama ga ketemu"
"Jangan malem-malem tidurnya"
"Iya. Oh iya mas ini Dita ada kasih kita hadiah"
Zee membuka laci di samping sofa itu dan mengambil sebuah kotak.
__ADS_1
"Ini..." Zee memberikan kotak itu pada Adam
"Apa ini sayang?"
"Coba buka" suruh Zee
Adam pun membukanya dan ekspresi nya sama dengan Zee tadi.
Adam terkejut karena isi dari kotak nya itu adalah barang mahal.
"Ini... Buat kita?" tanya Adam
"Iya, bagus kan?"
"Wah ini bukan cuma bagus sayang, tapi ini juga mahal"
"Ya namanya juga harga tidak membohongi kualitas mas. Mas Adam suka?"
"Suka dong. Bilangin ke Dita terima kasih gitu"
"Iya nanti aku sampein. Oh ya mas besok kita pake ini ya saat opening"
"Siap bos" Adam tersenyum sambil mengusap kepala istrinya itu.
Dari belakang mereka Dita mengintip keduanya dari kejauhan.
Dita juga tersenyum bahagian melihat sahabatnya bahagia dengan suaminya.
"Terima kasih ya Allah engkau telah mengirimkan seorang suami yang begitu baik bagi sahabat ku, aku sangat bahagia melihatnya bahagia" batin Dita
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1