Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
70 Pembukaan Rumah Makan Zee


__ADS_3

Setelah memberikan hadiah dari Dita pada Adam, Zee kemudian pamit untuk pergi ke kamarnya.


"Aku masuk kamar dulu ya mas, ga enak Dita di tinggal sendirian lama-lama" ucap Zee


"Ya udah, ingat jangan kelamaan cerita. Tidurnya jangan malem-malem"


"Iya sayang..." Zee mencium Adam terlebih dahulu sebelum masuk ke kamarnya.


Dita segera masuk duluan ke kamar sebelum ia ketahuan oleh Zee kalau dirinya sedari tadi menguping dari belakang.


Dita masuk dan duduk di sofa sambil pura-pura memainkan hp nya.


"Maaf ya Dit, pasti kamu nungguin aku lama ya" kata Zee yang baru masuk ke kamar


"Ngak kok gak lama"


"Aku barusan ngasih lihat ke mas Adam jam tangan hadiah dari kamu"


"Terus terus gimana, suami lo suka?" tanya Dita penasaran


"Iya, mas Adam suka. Oh ya, terima kasih kata masa Adam"


"Sama-sama. Oh ya Zee, gue tidur di kamar tamu aja ya"


"Apaan sih Dit, kan mas Adam sendiri yang udah nyuruh kamu. Kamu kok masih mau tidur di kamar tamu sih, di sini aja"


"Ngak, bisa bisa gue ga tidur semalaman karena kepikiran. Udah ayo anterin gue di mana kamar tamunya, ayo..."

__ADS_1


Dita menarik narik tangan Zee mengajaknya bangun dan keluar kamar.


Dita yang terus saja memaksa ingin tidur di kamar tamu Zee akhirnya menurutinya.


Saat Zee membuka pintu kamar tamunya, Adam datang.


"Loh ngapain di sini? Masih belum tidur?" tanya Adam


"Ini mas Dita nya mau tidur di sini aja katanya" jawab Zee


"Loh kenapa ga di kamar kita aja, biar aku yang tidur di sini"


"Jangan, biar gue aja yang tidur di sini. Gue ga enak gara-gara gue nginap di sini kalian jadi tidur terpisah.


Bisa-bisa gue kepikiran semalaman. Udah gue aja yang tidur di sini, lo tidur sama suami lo aja" jelas Dita


Mereka berdua pun menuruti kemauan Dita.


Zee lalu mengambilkan selimut dari lemari dan memberikan nya pada Dita.


"Ya udah kalo kamu memang maunya begitu, tapi nanti kalo kamu butuh sesuatu langsung ketuk pintu kamar ku, oke" kata Zee


"Oke bos"


Zee dan Adam pun masuk ke kamar mereka dan Dita pun menutup pintu kamar nya.


"Alhamdulillah, akhirnya bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus kepikiran lagi"

__ADS_1


Dita melepas hijabnya, lalu berbaring dengan tubuhnya yang di tutupi dengan selimut.


*****


Keesokan harinya Dita membantu Zee menyiapkan sarapan. di dapur.


Hari ini adalah hari pembukaan rumah makan Zee, jadi mereka bertiga segera menyelesaikan sarapan nya kemudian bersiap.


Sesampainya di sana chef Alfan dan ketiga karyawan nya sudah menunggu.


Mereka kemudian masuk sambil bersiap.


Adam sengaja mengundang beberapa temannya, dan begitu pun dengan chef Alfan.


Teman teman dari mereka pun satu persatu mulai berdatangan, juga antusias pengunjung yang mulai ramai yang mulai tidak sabar menunggu pembukaan rumah makan itu.


Setelah acara doa besama kini tiba sudah waktunya untuk pemotongan pita.


Dita membawakan nampan berisi gunting lalu ia berikan pada Zee.


Zee mengambil gunting itu dan bersiap untuk memotong nya.


Zee menatap Adam seolah sedang meminta restu, dan Adam pun tersenyum dan mengangguk seakan telah memberikan restunya.


"Bismillah... Dengan ini rumah makan 'Korean food' resmi di buka" ucap Zee sambil memotong tali pita itu.


Suara gemuruh dari tepuk tangan pengunjung menyambut pembukaan itu dengan gembira.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2