
Saat Zee beranjak dan hendak pergi ka kamarnya, Adam terbangun dan langsung menarik tangan nya.
"Kangen ya?" celetuk Adam
Zee yang kepergok diam-diam menghampiri dan menciumnya di buat malu oleh pertanyaan itu.
"Enak aja, ngak" ketus Zee sambil melepas tangan Adam
"Terus ngapain kesini?"
"Cuma mau ngasih selimut aja"
"Oh ya? Tapi kok barusan aku ngerasa kek ada yang nyium aku ya?"
"Mimpi kali, tau ah aku ngantuk" Zee pergi ke kamarnya karena malu
"Tapi kek nya bukan mimpi deh, kamu beneran nyium aku kan? iya kan?..."
Adam beranjak dan terus mengejar Zee ke kamarnya.
"Jawab sayang, kamu nyium aku kan barusan?"
"Ngak!"
"Ah masak... "
Zee naik ke tempat tidur dan menutup dirinya dengan selimut.
Adam duduk di sampingnya dan tetap meminta Zee mengaku
"Kamu ngapain ke sini sih mas, kan aku nyuruh kamu tidur di luar"
"Iya aku bakalan tidur di luar, tapi kamu jawab dulu. Barusan kamu nyium aku kan?"
"Ih.... iya iya, emang kenapa" Zee terpaksa mengaku karena Adam terus terusan mencecarnya.
Dengan. senyuman lebar dan menahan tawa Adam sangat bahagia, karena dalam kondisi marah pun istrinya tidak bisa jauh jauh darinya.
Adam pun tidur di samping Zee menarik selimutnya.
"Loh, kok mas Adam tidur di sini sih?"
__ADS_1
"Aku mau balas ciuman kami tadi"
"Ih ga usah, keluar sana"
"Ngak"
"Sana...."
"Ngak" Adam memeluk erat tubuh Zee dan langsung mencium mesra bibir istrinya itu.
Zee awalnya menolak kini menjadi pasrah karena tidak bisa melepas pelukan erat dari Adam
Yang awalnya menolak lama-lama Zee pun menikmati mesranya ciuman dari Adam hingga adegan selanjutnya yang lebih mesra dan membuat mandi keringat pun terjadi.
*****
Hari-hari berikutnya mereka menjadi lebih akur dan terbuka.
Hari ini saat mereka dalam perjalanan pulang dari tempat usahanya, Zee bercerita pada suaminya kalau Dita tadi menelponnya.
"Oh ya mas, tadi Dita nelpon aku. Katanya 5 hari lagi acara 7 bulanan putranya"
"Terus?"
"Ke Bandung?"
"Ya iyalah mas, kan Dita sekarang tinggal di Bandung. Kita datang ya, pliiss......"
"Aku sih terserah kamu nya aja, aku cuma takut nanti pas udah sampe di sana kamu nya malah jadi mellow lagi"
"Ih ya ngak lah mas, kan kamu sendiri yang sering bilang yang penting kita usaha dan berdoa hasilnya kita pasrahkan sama yang maha kuasa"
Mendengar itu hati Adam menjadi lega. Ia pun menyetujui dan mau pergi ke Bandung.
Sebelum pergi ke Bandung, mereka lebih dulu pergi ke makam untuk berziarah.
Mengaji, berdoa dan menabur bunga di atas makam.
Hal sederhana itu setidak bisa sedikit mengobati rasa rindu mereka pada sosok wanita yang amat mereka sayangi.
Setelah itulah mereka langsung ke bandara untuk melakukan penerbangan ke Bandung.
__ADS_1
Mereka tiba di Bandung jam 4 sore di jemput langsung oleh Dita, Choki dan anak mereka.
Begitu bahagianya Zee bisa kembali bertemu dengan sahabatnya di tambah lagi dengan anak Dita yang begitu lucu dengan pipi tembam nya yang agak kemerahan.
"Hai anak ganteng, maa syaa Allah... ternyata kamu lebih lucu dari pada pas lihat dari hp" sapa Zee pada Dimas (anak Dita)
"Hai juga onty..." saut Dita sambil melambaikan tangan anaknya pada Zee
Adam dan Choki bersalaman seperti biasa, sedangkan istri istri mereka saling heboh. Berpelukan, cipika cipiki berulang kali.
"Boleh aku yang menggendongnya?" tanya Zee pada Dita
"Boleh, tapi ada syaratnya"
"Eh bersyarat pulak. Apa syaratnya?"
"Dimas mau hadiah dulu dari onty" ucap Dita menirukan suara bayi
"Hadiah? Dimas mau hadiah? oke onty Zee sudah siapkan, tenang. Tara...."
Zee mengeluarkan amplop biru untuk Dimas
"Ini hadiah untuk aku bisa menggendong mu"
Dimas yang masih kecil dan belum paham itu mengambil amplop nya yang ia kira mainan.
Dengan begitu Zee langsung menggendong dengan perasaan yang sangat senang.
"Ih... mas, lihat deh. Saking tembem nya pipinya sampe memerah gini" ucap Zee pada Adam
Adam pun tersenyum dan langsung seketika di buat gemas pada Dimas.
"Iya ya, tapi aneh deh"
"Aneh apa nya mas?"
"Kamu kok ga mirip sama papa mama mu? hm...?" tanya Adam pada Dimas
Dimas pun menarik hidung Adam dengan jari mungilnya dan itu adalah jawaban darinya mewakili papa mama nya.
Sontak hal itu membuat Zee, Dita dan Choki langsung tertawa.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️