Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
120 Menyantuni Anak Yatim


__ADS_3

Kini mereka sama-sama menikmatinya.


Adam lalu membuka mukenanya dan membaringkan Zee di atas tubuhnya.


Semakin lama adegan itu semakin semakin panas, gairah dari keduanya kini sama-sama memuncak.


Mereka berdua kini sudah tak lagi memakai pakaian dan hanya tertutup oleh selimut.


Suara gerimis dari luar semakin menambahkan tinggi nafsu mereka.


Kini keduanya mulai bersatu, bahkan alam pun mendukungnya dengan suasana hujan gerimis yang membuat udara dingin. Tapi tidak dengan keduanya, mereka malah bermandikan keringat di bawah panasnya selimut itu.


*****


Kini usia kehamilan Zee audah 3 bulan tapi masih tak ada 1 orang pun yang tahu selain mereka berdua.


Zee melarang Adam untuk memberi tahu siapapun hingga usia kehamilannya 4 bulan.


Hari ini mereka pergi ke rumah anak yatim untuk makan bersama sekalian menyantuni mereka.


Adam memilih untuk memesan makanan dari warung warung yang dekat dengan rumah yatim itu.


Selain bersedekah pada anak yatim, mereka juga membantu melariskan usaha kecil di sekitar.


Sesampainya di rumah itu, para pengasuh dan anak-anak menyambut kedatangan mereka dengan hangat.


Teriakan dari anak-anak kecil yang ramai membuat Zee begitu senang.


Setelah memberikan santunan, mereka kemudian doa bersama sebelum akhirnya acara di tutup dengan makan makan.


Selesai acara mereka tidak langsung pulang, mereka memilih untuk tetap bermain bersama anak-anak.


Adam membagikan mainan untuk mereka sedangkan Zee duduk sambil melihat anak-anak yang mulai sibuk bermain dengan mainan barunya.


"Terima kasih bu untuk semua ini" ucap salah satu pengurus panti


"Sama-sama bu, memberi pada mereka merupakan salah satu kebahagiaan buat saya" jawab Zee


"Bu, saya boleh nanya sesuatu?"


"Boleh, mau nanya apa bu"


"Maaf kalo saya lancang, ibu saat ini sedang hamil ya?"


Zee langsung terkejut karena ia pikir bagaimana mungkin dia tahu sedangkan Zee tidak pernah memberi tahu siapapun, bahkan Dita sahabatnya sendiri.


"Maaf bu, saya ga ada maksud apapun aya cuma nanya. Ibu marah ya saya nanya gini?" pengurus itu merasa takut Zee akan sedih dengan pertanyaan nya.


"Saya ga marah kok bu, ibu kan cuma nanya" jawab Zee dengan tersenyum pada pengurus itu


"Ibu tau dari mana kalau saya hamil" lanjut Zee


Pengurus itu kini yang terkejut, ternyata pertanyaan nya benar dengan perkiraannya.

__ADS_1


"Ya Allah ini benar bu, bu Zee saat in sedang hamil?"


Zee tersenyum lalu mengangguk


"Ya Allah Alhamdulillah... ya Rabb, maa sya Allah bu kenapa ibu ga bilang kalau sedang ham-"


"Shuut.... Jangan keras-keras" Zee langsung menyela perkataannya


"Kenapa bu?" tanya pengurus itu heran


"Saya belum memberi tahu siapapun tentang kehamilan saya, karena masih terlalu muda" jelas Zee


"Memangnya sudah berapa bulan bu?"


"Baru 3 bulan bu"


"Ya Allah Alhamdulillah, saya memang dari tadi sudah curiga sejak ibu Zee dan pak Adam baru sampai.


Ibu terlihat lebih berisi dan aura nya beda. Dan Alhamdulillah ternyata Allah sudah mengabulkan doa-doa ibu selama ini, saya sangat senang bu. Semoga Allah menjaga mu dan kehamilannya sampai persalinan"


"Aamiin... Makasih bu doanya"


Kini hari sudah sore, seharian mereka menghabiskan waktu di rumah anak yatim itu.


Kini Adam dan Zee pun berpamitan untuk pulang.


"Mas, koya jangan langsung pulang dulu ya"


"Emangnya masih mau kemana sayang" tanya Adam


"Mau ngapain kita ke ruko?"


"Ya ga ngapa-ngapain, lihat-lihat aja. Siapa tau nanti ada yang aku butuhin kan bisa langsung ambil"


"Baiklah tuan putri, kemanapun kau mau daku siap mengantar" ucap Adam dengan nada di buat-buat seperti seorang pelayan istana


Zee tersenyum sambil memegang tangan kiri Adam, sedangkan tangan kanannya tetap mengemudi.


Sesampainya di ruko terlihat semua karyawan sangat sibuk.


Sore itu banyak sekali pembeli hingga membuat antrian panjang di depan kasir.


"Sayang, kamu duduk di ruangan ku dulu ya aku mau bantu layani pembeli" kata Adam


"Iya mas" jawab Zee lalu pergi


Adam lalu dengan cepat membantu para karyawannya.


Antrian panjang ini di sebabkan karena komputer kasirnya ada yang rusak.


Hanya 2 komputer yang bisa di operasi kan.


Setelah 1 jam berlalu kini pembeli sudah tak seramai tadi.

__ADS_1


Adam lalu pergi ke ruangannya untuk melihat istrinya di sana.


Mungkin karena lelah menunggu, Zee akhirnya ketiduran dengan hp nya yang masih menyala.


Adam menghampirinya lalu mematikan hp Zee.


Dengan suara pelan Adam mencoba membangunkan Zee


"Sayang... kok tidur? Capek ya..." tanyanya dengan sedikit menggerakkan bahu Zee


Zee mengernyitkan dahinya lalu mengucek matanya.


Dengan pelan ia membuka matanya dan samar-samar wajah Adam mulai terlihat di depan matanya.


"Capek?"


"Ngak kok mas, bosen aja di sini sendirian. Lalu ketiduran deh"


"Hm... Kasian istri ku. Ayo pulang"


Zee mengangguk lalu memperbaiki hijabnya.


Saat mereka menuruni anak tangga, terlihat beberapa orang yang sedang berkerumun di samping etalase obat.


"Itu ada apa mas? Kenapa mereka berkerumun di sana? tanya Zee sambil menunjuknya


"Iya ya ada apa di sana, perasaan barusan ga papa deh"


"Ya udah kita samperin aja yuk mas, takutnya ada apa-apa"


Mereka pun segera menghampirinya.


"Ada apa ini? Kenapa berkerumun di sini?" tanya Adam


"Ini pak, wanita aneh ini yang menyebabkan kerumuman" ucap salah satu pembeli


"Wanita? Siapa dan kenapa? Apa masalahnya?"


Kerumuman orang orang itu lalu memberi celah Adam untuk melihatnya.


Tampak seorang wanita yang sangat kurus dengan wajah yang pucat pasi terduduk di bawah.


"Siapa dia? Apa sebenarnya yang terjadi?"


"Dia wanita penyakitan pak, tidak baik jika wanita seperti nya berkeliaran di luar. Bisa-bisa kehadiran nya akan mengancam kesehatan orang lain"


"Apa maksud mu? Kenapa kamu berkata begitu"


Ada masih tidak mengerti ada apa dan kenapa.


Semua orang yang berkerumun itu selalu memojokkan wanita lemah itu tanpa menjawab dengan jelas pertanyaan Adam.


Karena juga merasa penasaran, Zee yang sedari tadi berdiri di belakang Adam mulai mencari celah agar bisa juga melihat wanita siapa yang di maksud.

__ADS_1


Begitu Zee melihat wajah wanita itu , Zee sangat terkejut bukan main.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2