
Hari ini adalah acara tasyakuran 4 bulanan.
Sejak kemarin di rumah itu sudah melakukan persiapan.
Pagi pagi sekali Adam yang sedang berada di teras bersama pak RT melihat mobil putih parkir di depan rumahnya.
Awalnya Adam tidak tahu siapa, dan pada akhirnya Dita turun dari mobil itu sambil menggendong Dimas kemudian di susul oleh Choki.
"Itu siapa nak?" tanya pak RT
"Itu keluarga istri saya pak, saya samperin mereka dulu ya pak"
"Baiklah nak, saya pamit pulang. Nanti siang saya kesini lagi. Assalamualaikum..."
"Baik pak, assalamualaikum..."
Adam langsung menghampiri dan menyambut mereka.
"Assalamualaikum bang...." sapa Choki
"Wa'alaikum salam... Apa kabar kalian?"
"Alhamdulillah seperti yang abang lihat, kami baik-baik saja"
"Gimana kabar pak Beni dan bu Rahma, mereka sehat?" tanya Adam
"Alhamdulillah... kami sehat nak" jawab pak Beni yang kemudian turun dari mobil, lalu di susul bu Rahma
Adam yang hanya mengira cuma ada Dita dan Choki ternyata pak Beni dan bu Rahma juga ikut.
Segera Adam mendekat kemudian bersalaman.
"Om, tente, kalian juga ikut kesini?"
"Iya nak, masak cuma Dita sama Choki yang kalian undang. Om sama tante kan juga mau datang"
"Haha... bukan ga mau ngundang om, tante. Kami takutnya malah merepotkan kalian, kehadiran Dita dan choki sudah sangat membuat kami bahagia apa lagi ada om dan tante juga di sini. Istri saya pasti terkejut dan sangat senang melihat kalian semua bisa datang" jelas Adam
"Oh ya, Zee nya mana?" tanya Dita
"Ada di dalam, ayo masuk"
__ADS_1
Zee dan Adam menyambut mereka dengan hangat.
Mempersilahkan mereka untuk masuk dan beristirahat karena mereka pasti capek setelah menempuh perjalanan jauh.
"Assalamualaikum..." ucap mereka bersamaan ketika masuk ke rumah.
"Wa'alaikum salam..." jawab Zee dari dalam kamar.
Ia segera keluar dan ia tak percaya dengan yang ia lihat.
Dita, sahabatnya lengkap dengan keluarganya berdiri di depannya dengan senyuman hangat.
"Hai onty..." ucap Dita sambil melambaikan tangan Dimas
"Loh, ini... om dan tante juga ikut? Ya Allah kok ga bilang dari awal..."
Zee lalu menghampiri mereka dan bersalaman.
"Sengaja, karena kami mau bikin surprise buat kamu" jawab bu Rahma
"Ayo masuk, mati mari..."
Setelah itu Zee duduk di samping Dita karena ingin menggendong Dimas namun Dita tak mengijinkan nya.
"Kok masih nanya, ya mau gendong ponakan onty la. Sini"
"Ngak, ga boleh"
"Kenapa?"
"Kok masih nanya, kamu itu lagi hamil. Ga boleh bawa beban berat"
"Apaan sih Dit, orang cuma mau gendong Dimas aja masa ga boleh"
"Tanya tuh sama Rahma kalo ga percaya. Orang hamil itu ga boleh bawa beban berat. Lo tau Dimas sekarang beratnya berapa? 17 kg tau"
Ya, Dimas yang baru berusia 12 bulan itu kini berat badannya sudah 17kg.
Pipinya tambah bulat dan memerah, lengannya seperti roti gulung itu semakin membuat siapa saja menatapnya akan langsung jatuh cinta.
Zee menatap wajah bulat Dimas yang menatapnya polos
__ADS_1
"Benarkah? Dimas beratnya udah 17 kg? Wah... kalo gitu onty ga kuat dong"
Dimas tertawa gembira karena Zee mengajaknya berbicara.
"Benar kata Dita nak, apa lagi kamu itu baru sehat. Kalo mau di pangku aja si Dimas, tapi jangan di gendong ya. Kasian janin kamu" ucap bu Rahma
*****
Kini sudah jam 2 siang, dan acar tasyakuran pun di mulai.
Para tamu dan anak yatim pun sudah berkumpul, dengan di pimpin ustadz Syam acara di mulai dengan membaca Alquran kemudian shalawat bersama.
Acara berlangsung dengan khidmat, tenang dan lancar.
Setelah ustadz Syam memimpin doa, semua anak yatim pun di minta untuk berdiri dan maju ke depan.
Adam dan Zee memberikan amplop pada semua anak yatim sambil mengusap kepala mereka.
"Doakan kami ya, semoga calon anak kami sehat, dan di berikan kelancaran sampe lahiran nanti. Ya"
"Iya kak, semoga bayi dan ibunya sehat sampai lahiran, aamiin..." ucap mereka dengan kompak
Kini acara pun berakhir, setelah sudah menikmati makanannya para tamu di berikan bingkisan sebelum mereka pulang.
Malam harinya bu Rahma mengajak mereka semua untuk makan malam di luar, sekalian ingin jalan-jalan dan menikmati malam terakhir karena besok akan pulang.
Mereka pun berangkat setelah sholat isyak.
Keliling kota sambil mencari tempat makan yang enak.
Perjalanan pun berhenti di depan rumah makan padang dengan nuansa lesehan.
Sambil menikmati makan malam, bu Rahma memberikan pesan agar Adam benar benar menjaga Zee dan kandungannya.
"Seandainya kalian tinggal dekat dengan tante pasti tante bakalan bantuin kalian buat ngurusin semuanya. Apa lagi nanti kalo sudah lahiran, kalian pasti kerepotan. Anak pertama tanpa ada orang tua"
"Makasih tante, aku sama mas Adam jadi seperti mempunyai orang tua lagi berkat kasih sayang tante dan om" ucap Zee sambil memegang tangan bu Rahma
"Kalian sudah kami anggap seperti anak kami sendiri" saut pak Beni
Karena saking menikmatinya makan malam, hingga mereka tidak sadar Dimas sudah tertidur pulas di stroller nya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️