Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
47 Di jenguk Warga


__ADS_3

Sebenarnya sudah lama Zee mempunyai kebiasaan baru yaitu mengingatkan Dita untuk juga hijrah seperti dirinya.


Karena Zee ingin sahabatnya itu juga mendapatkan hidayah agar bisa menjadi muslimah yang sesungguhnya.


Dulu pas Zee honeymoon ke Turki, dia juga membelikan Dita gamis mewah lengkap dengan hijab dan kaos kakinya.


Pelan-pelan Zee mulai menceritakan tentang dirinya kalau semenjak berhijab dan rajin mengerjakan sholat, hidupnya menjadi jauh lebih tenang dan damai.


Dita pun akhirnya sedikit terbuka hatinya dan mau belajar lebih jauh tentang agama melalui Zee, ya meskipun Dita masih ragu dan malu untuk memakai hijab di depan umum.


Sesekali Dita mencoba berhijab ketika di rumah dan mengirimkan fotonya pada Zee.


Dan itu di sambut bahagia oleh Zee dan berharap agar secepatnya Dita bisa Istiqomah.


Zee selalu memberi saran pada sahabatnya itu untuk memulainya dengan pelan. Seperti mengerjakan sholat 5 waktu setiap hari, dan mulai mengganti pakaian mini dan seksinya dengan pakaian yang lebih panjang.


Tapi sejak kemarin Zee tidak mengingatkannya


tentang sholat, hal itu membuat Dita kepikiran dan khawatir takut terjadi apa-apa.


Saking eratnya tali keduanya, feeling mereka pun tak bisa di bohongi.


Yang dulunya orang asing berubah menjadi sahabat yang lebih dekat dari pada saudara.


*****


Hari ini adalah jadwal untuk mengganti perban di lengan Zee.

__ADS_1


Adam dengan setia menemaninya hingga proses ganti perban selesai.


Sesaat setelah sholat maghrib beberapa warga datang untuk menjenguknya.


Diantaranya ada bu Fitri dan suaminya.


Adam menyambut kedatangan mereka dengan hangat.


"Assalamualaikum..." Ucap bu Fitri


"Wa'alaikum salam" jawab Adam dan Zee bersamaan


Mereka datang dengan membawakan buah untuk Zee.


"Bagaimana keadaan mu, nak?" Tanya bu Fitri


"Alhamdulillah sudah lebih baik tante"


"Saya juga tidak tahu"


"Emang ya si Rian, dia tuh emang udah lama membuat resah warga. Dan sekarang warga sepakat untuk menuntut dia atas perbuatannya kali ini, kalian tenang aja nak kami para warga ada di pihak kalian" jelas bu Endang


"Terima kasih tante..."


"Oh ya nak ada yang mau aku bicarakan sama kamu, bisa keluar sebentar?" Ajak papanya Kirana


"Bisa om" Adam kemudian berjalan keluar mengikutinya

__ADS_1


"Ada apa om"


"Begini, pak RT dan pak lurah sudah membuat laporan pada kepolisian tentang kasus istri mu. Pihat polisi meminta bukti dan juga saksi, apa kamu punya bukti lain selain luka di lengan istri mu?"


Adam diam sambil perpikir keras apa yang bisa ia jadikan bukti.


"Pak Tono (penjaga makam) adalah satu-satunya saksi mata dan dia juga bersedia untuk menjadi saksi di pengadilan"


"Apa dengan saksi itu tidak cukup om?" Tanya Adam


"Tidak bisa nak, harus ada bukti juga"


"Saya tidak tahu om bukti apa yang saya miliki"


Adam termenung sambil mencari bukti apa yang ia miliki.


Saat itu ada media yang datang dan meliput ambulans yang baru datang, melihat itu Adam jadi teringat kalau dirinya memasang kamera dashboard mobil.


"Insya Allah saya mempunyai bukti kuat om" icap Adam dengan semangat


"Apa itu?"


Adam kemudian mengajak papa nya Kirana ke mobil untuk mengambil memory card di kameranya.


"Hanya ada ini om, semoga saja kejadian itu terekam jelas"


"Baiklah kalau begitu ini akan aku bawa ke kantor polisi, semoga saja polisi segera memprosesnya agar Rian segera di tangkap"

__ADS_1


Adam mengangguk menyetujui nya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2