Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
13 Bertemu Lagi


__ADS_3

Umi Fatimah dan Kedua orang tua Kirana sangat terkejut dengan keputusan Adam dan Kirana.


Orang tua Kirana merasa kalau Adam sengaja mempermainkan putri mereka. Setelah di buat menunggu dua tahun lamanya dan ternyata berakhir seperti ini.


Umi Fatimah menatap Adam yang tertunduk di sampingnya.


"Apa ini Adam? Setelah membuat anak kami menunggu lama dan ternyata jawaban kamu begini?!" Tanya pak Firman ayah Kirana


"Ayah... Tenangkan diri ayah. Ini tidak sepenuhnya kesalahan mas Adam. Kirana juga merasa kalau keputusan ini sudah benar"


"Bagaimana kamu bisa berpikiran seperti ini, nak? Adam telah mempermainkan mu" saut bu Fitri


"Adam... Benarkah yang di katakan Kirana? Kalian sepakat membatalkan peejodohan ini?" Tanya umi Fatimah


"Iya umi. Adam tidk mau memulai hubungan yang suci dengan ke tidak jujuran. Selama ini perasaan Adam pada Kirana hanya sebatas teman, bahkan Adam menganggap Kirana sebagai saudara perempuan adam sendiri.


Selama dua tahun ini Adam mencoba untuk menerima ini, tapi tidak bisa"


Adam mendekati ayah Kirana dan meminta maaf.


"Maafin Adam om, tante. Adam tidak mau menyakiti hati kalian lebih dalam, terutama Karina. Lebih baik jika ini tidak terjadi, Adam takut jika Adam paksakan diri nantinya malah hanya akan membuat Kirana tersakiti"


Pak Firman melepas tangan Adam


"Apa menurut mu keputusan mu ini tidak menyakiti Kirana?"


Kirana langsung menyela pembicaraan ayahnya


"Ayah.... Lebih baik Kirana sakit hati karena sebuah kejujuran, dari pada bahagia karena kebohongan. Kirana insya Allah ikhlas dengan keputusan ini"


Kirana terus berusaha menenangkan kedua orang tuanya sebelum kemudian pamit untuk pulang.


"Saya dan adam meminta maaf sebesar-besarnya karena kami telah melukai hati kalian. Terutama untuk kamu nak." ucap umi Fatimah sambil memegang tangan Kirana.


"Umi tidak perlu meminta maaf. Kirana pamit pulang, assalamualaikum..."


Kirana menyalami tangan umi Fatimah lalu oulang bersama orang tuanya.


Kini di rumah hanya tingga umi Fatimah dan Adam. Adam menunduk dan meminta maaf pada umi nya karen mungkin sebab batalnya perjodohan ini umi Fatimah harus menanggung malu.

__ADS_1


"Tidak nak, kamu tidak perlu minta maaf. Umi bangga padamu karena kamu berkata jujur tentang perasaan mu, dan itu sudah lebih dari cukup. Justru umi akan malu jika kamu menerima lamaran ini dan di kemudian hari kamu malah menyakiti putri seseorang"


Umi Fatimah memeluk Adam dan menyuruhnya untuk berziarah ke makam abahnya.


Adam pum segera bersiap dan langsung pergi.


*****


Di tempat lain Zee berencana untuk pergi ke suatu tempat yang sudah biasa ia kunjungi sendiri.


Zee biasa mendonasikan sebagian dari hartanya untuk di berikan pada panti asuhan. Zee sudah rutin berbagi tanpa sepengetahuan Dita dan yang lainnya.


Sesekali Zee suka berhenti di lampu merah hanya untuk berbagi dengan anak-anak jalanan.


Karena dirinya pernah merasakan pahitnya hidup, maka kini saat dirinya sukses ia akan terus berbagi pada anak-anak yang kirang beruntung.


Setelah seharian Zee berada di panti asuhan kini Zee akan pulang.


Saat di perjalanan pulang taksi yang ia naiki tiba-tiba mengalami ban bocor.


Zee terpaksa harus turun dan mencari taksi yang lain.


Zee berlari mencari tempat untuknya meneduh.


Zee meneduh di halte bis sambil menunggu taksi lewat.


Tapi sudah hampir satu jam Zee menunggu tak ada satu kendaraan pun yang lewat.


Zee yang menggunakan baju terbuka merasa sangat kedinginan. Hujan yang lebat di sertai angin dan petir membuatnya katakutan.


Tiba-tiba ada dua orang pemuda mengendari motor berhenti tepat di depan Zee.


Perasaan Zee mulai cemas, karena di lihat dari penampilan mereka seperti bukan pemuda baik-baik.


Zee menoleh ke kanan kirinya berharap seseorang datang dan bisa menolongnya.


Tapi harapan itu sepertinya percuma.


"Sendirian manis..." Tanya salah satu pemuda itu

__ADS_1


"Boleh kami temani? Kasian kalau gadis cantik duduk sendirian, di tempat sepi lagi"


"Jangan berani mendekat! Atau aku akan teriak" ancam Zee


Mereka berdua kompak mentertawakan Zee.


Semakin mereka mendekat Zee semakin menghindar.


"Hahahaaa.... Teriak saja, teriak lah dengan sekuat tenaga mu. Tak kan ada yang datang sayang. Kemarilah.... Biar kami hangatkan tubuh mu yang kedinginan"


Karena tidak ada pilihan lain, Zee harus lari untuk menghindari mereka.


Tapi mereka dengan mudah bisa mengejar Zee dengan motornya.


"Tolong.... Tolong...."


Zee lari dan berteriak dengan sekuat tenaga di bawah derasnya hujan mengharapkan ada seseorang yang bisa membantunya.


Saat kedua pemuda itu berada tepat di depan Zee tiba-tiba ada mobil yang datang dan langsung menyerempet mereka dan membuat keduanya terjatuh dari motor.


Orang dari dalam mobil berteriak memanggil Zee menyuruhnya segera masuk ke mobilnya.


"Cepatlah kemari, ayo...."


Zee segera berlari menuju mobil namun kakinya di tarik oleh salah satu pemuda itu.


Dengan segera Zee menginjak lengan pemuda itu dengan heels nya laluasuk ke dalam mobil.


Dengan nafas yang masih terengah-engah Zee mengucapkan terima kasih.


"Terimakasih telah menolong saya, terima kasih...."


"Sama-sama. Kenapa kamu berjalan sendirian di tempat sepi seperti ini?" Tanya Adam


Zee terkejut karena lagi-lagi orang yang menolongnya adalah Adam.


Kali ini Zee ingat bahwa dirinya sudah beberapa kali di selamat kan oleh Adam.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2