Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
42 Ziarah Makam


__ADS_3

Dan setelah adzan berkumandang Zee segera sholat lalu menyiapkan makanan untuk menyambut suaminya pulang.


Dan tepat saat masakan Zee sudah siap Adam pun datang.


Zee menyambutnya di depan pintu dengan penuh senyuman yang seketika membuat lelahnya Adam langsung hilang.


Mereka pun makan siang bersama.


Setelah itu Adam meminta Zee untuk bersiap karena ia akan mengajaknya keluar.


Tanpa banyak bertanya Zee langsung menuruti perintah suaminya itu.


Selesai bersiap mereka pun berangkat.


Selama di perjalanan pun Zee hanya memperhatikan jalan.


"Ini kan arah ke pemakaman, mas Adam mau ziarah?"


"Iya sayang... Katanya kamu kangen sama umi"


"Kok mas Adam ga bilang dulu sih kalo mau ngajak ziarah"


"Emangnya kenapa"


"Bunga nya mana?"


"Tenang, udah beli tadi kok. Tuh di kursi belakang"


Zee melihat ke kursi belakang ternyata Adam memang sudah membelinya.


Tak lama mereka pun sampai, mereka pun berjalan menuju tempat peristirahatan terakhir umi Fatimah.


Mengaji dan berdoa mereka lakukan semata-mata pahalanya di kirimkan untuk almarhumah umi Fatimah.


"Umi... Zee kangen sama umi" ucap Zee dengan mata yang mulai berair sambil memegang batu nisan


"Umi bahagia di surga, kan? Apa umi sekarang udah bisa bertemu mama papa Zee? sampaikan pada mereka kalau Zee sangat merindukan mereka mi...."


Adam mengelus punggung istrinya itu.

__ADS_1


Sambil terus mendengarkan curhatan istrinya pada umi nya.


"Terima kasih umi telah melahirkan anak seperti mas Adam. Dia kini menjadi suami yang baik buat Zee, mi. Umi pasti bangga kan..."


Adam tersenyum mendengar semua pujian dari Zee untuk nya.


"Umi juga pasti bangga sama menantu umi kan. Dia yang dulunya ga bisa sholat dan mengaji sekarang sudah lebih rajin dari anak umi ini..."


Sambung Adam


Zee tersenyum dan menghapus air matanya.


"Terima kasih untuk semuanya umi, terima kasih juga mas..."


Adam memgangguk dan merangkul pundak Zee.


Berpamitan pada umi Fatimah lalu menaburkan bunga di atas pusaranya.


Di parkiran saat hendak masuk ke dalam mobilnya, ada seseorang yang memanggil mereka dari belakang.


Mereka dengan kompak menoleh ke asal suara itu.


"Rian" jawab Adam singkat


Rian adalah orang yang telah memfitnah Adam dan Zee dahulu hingga mereka di bawa ke kelurahan untuk di permalukan dan kemudian di paksa untuk menikah.


"Assalamualaikum pak ustad dan bu ustad"


Sapa Rian


"Wa'alaikum salam" jawab Adam


Zee melihat cara Rian menyapa suami dan dirinya seperti ada yang aneh.


"Wah... Makin mesra ya"


"Alhamdulillah" jawab Adam dengan wajah datar


"Apa kabar nyonya Adam?" Tanya Rian sambil mengulurkan tangannya pada Zee

__ADS_1


Zee menoleh pada Adam karena merasa risih dengan Rian.


"Alhamdulillah baik"


Zee menjawabnya tanpa menerima uluran tangan dari Rian.


"Oh sory, gue lupa kalo sekarang lo bukan DJ lagi" ucap Rian dengan tertawa


Adam memegang tangan memberi isyarat agar Zee tidak terpancing emosi oleh omongan Rian.


"Ngomong-ngomong kalian habis dari makam siapa? Oh iya gue lupa, umi Fatimah kan udah meninggal. Kasian ya pasti beliau banyak pikiran karena anak satu-satunya menikahi seorang DJ seksi"


Adam mengepalkan tangannya karena omongan Rian.


Meski Adam mengerti kalau niat Rian hanyalah ingin memancing amarahnya tapi kali ini Adam tidak tahan lagi.


Adam kini benar-benar terpancing emosi oleh Rian, tapi Zee memegang erat tangannya dan menariknya masuk ke mobil.


"Mas... Ayo pulang" ajak Zee


"Hei... Mau kemana? Buru-buru banget, sibuk ya? Kan sudah bukan artis lagi" Celetuk Rian


''Apa tujuan kamu sebenarnya?" tanya Adam yang mulai naik pitam


"Santai pak ustad... Gue cuma mau silaturahmi doang sama nyonya mu, apa ga boleh?"


"Jangan di ladeni mas, ayo kita pulang"


Adam dan Zee lalu masuk ke mobil tanpa menghiraukan Rian.


Merasa tak di hiraukan, Rian kembali berulah dengan perkataan nya


"Pasti lo betah banget ya di rumah. Gimana ngak, orang yang nemenin siang malam gadis seksi yang udah mahir dalam di dunia malam. Hahaha..."


Adam langsung turun dari mobilnya menghampiri Rian dan langsung memberinya pelajaran dengan memukulnya.


"Mas..." Teriak Zee


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2