
"Sebenarnya tadi saya naik taksi tapi ban nya bocor, dan saat saya mencari taksi yang lain malah preman tadi yang datang" jelas Zee
"Baiklah, sekarang kamu mau kemana biar saya yang antar"
"Saya mau pulang"
"Baiklah"
Adam kemudian mengantar Zee pulang ke apartemennya, tapi sebelum itu Adam mampir di SPBU untuk mengisi bahan bakar mobilnya.
Seseorang kembali memotret kebersamaan Adam dan Zee.
Orang itu adalah Rian. Orang yang sama yang telah memotret Adam saat bertemu dengan Zee dalam keadaan mabuk beberapa waktu lalu. Rian yang lama menyukai Kirana namun Kirana lebih memilih Adam.
Karena itu Rian jadi sangat membenci Adam dan berniat melakukan sesuatu agar perjodohannya dengan Kirana batal. Rian belum mendengar kabar kalau perjodohan itu memang sudah di batalkan.
Rian menyuruh supir bis nya untuk mengikuti kemana Adam pergi dari belakang.
Rian waktu itu akan pergi tour bersama banyak orang, kebetulan Rian yang menjadi pimpinan tour dan dengan itu Rian jadikan kesempatan untuk membuat nama Adam buruk di mata masyarakat.
Rian mencegah mobil Adam dan memfitnah nya di depan rombongan.
"Astaghfirulla hal adzim... Ada apa ini?" Adam terkejut karena mobilnya tiba-tiba di hadang.
"Lihatlah ... Bukan kah itu Adam anaknya umi Fatimah?" Ucap Rian
Semua anggota rombongan serentak menoleh ke arah Adam dan Zee.
Mereka semua heran bagaimana mungkin seorang seperti Adam satu mobil dengan wanita cantik dan seksi.
Di tambah lagi dengn keadaan Zee yang masih basah kuyup membuat orang-orang berfikiran negatif.
Rian segera turun dari bis dan menyuruh adam untuk turun dan di susul oleh anggota rombongan yang lain.
"Wah wah... Sedang apa kalian berduaan? Dari mana kalian sampai-sampai tuh cewek basah kuyup begitu"
__ADS_1
Adam terkejut mendengar pertanyaan Rian yang sepertinya ingin membuat orang-orang salah faham akan dirinya.
Begitu pun Zee, dia tampak bingung dengan keadaan ini. Ditambah dia sama sekali tidak mengenal mereka semua.
Rian sengaja bertanya pada Adam untuk menggiring opini agar para rombongan mengira Adam berpacaran dan berzina dengan wanita di sampingnya, yaitu Zee.
"Wah... Ustadz Adam. Bagaimana mungkin kau bisa berduaan seperti ini, apa lagi gadis yang ada di samping mu berpakaian seksi seperti itu" tanya salah satu rombongan.
"Iya bener beda banget sama apa yang selalu di ucapkan saat berdakwah. Aku kira orang yang sudah menjadi ustadz dan sering berdakwah itu alim, ternyata sama saja" timpalnya lagi
"Maaf sebelumnya, saya bisa jelaskan kenapa gadis ini bisa ada di mobil saya. Itu karena..."
Penjelasan Adam segera di potong oleh Rian
"Kalian pacaran? Bukan kah pacaran itu zina? Bagaimana seorang ustadz bisa melakukan ini? Kau begitu di hormati oleh kami, tapi kelakuan mu malah seperti ini" kata Rian
"Iya bener. Ternyata kamu itu pezina yang berkedok ustadz" saut para rombongan
Karena tidak tahan dengan segala macam pertanyaan yang di lontarkan, Zee lalu turun dari mobil.
"Maaf sebelumnya. Saya dan dia tidak berpacaran, kami tidak berzina. Saya kebetulan butuh tumpangan dan dia hanya menolong saya, tidak lebih" jelas Zee
Rian lalu menunjukkan foto Zee yang sedang memegang tangan Adam sambil tersenyum lebar.
Adam dan Zee sangat terkejut, bagaimana bisa Adam memiliki foto mereka.
"Ya namanya juga artis DJ, pasti sudah biasa mabok dan bermain laki-laki kalau sudah ketahuan begini pasti ngelak karena takut karirnya redup"
"Tidak. Itu salah faham. Kami tidak berpacaran. Aku memang DJ tapi yang di katakan itu semua tidak benar!" teriak Zee
"Halah... Mana ada maling ngaku. Gini nih kalo udah ketangkap basah pasti segala macam alasan di pake. Udah kita bawa aja ke kelurahan biar mereka langsung di nikahin..."
"Iya bener. Bener itu. Ayo ayo...."
Adam dan Zee masih tetap berusaha menjelaskan namun mereka tetap tidak percaya.
__ADS_1
Mereka membawa adam dan Zee ke kelurahan dan mengumpulkan seluruh warga.
Rian terus menerus memanasi warga agar langsung menikahkan Adam dan Zee saat itu juga.
Dengan begitu Rian akan dengan bebas mendekati Kirana tanpa ada saingan.
Adam dan Zee yang berada di tengah-tengah kerumunan warga tidak bisa melakukan apapun.
Sampai pak lurah datang mereka tak di izinkan untuk membela diri.
Kabar itu akhirnya sampai pada umi Fatimah dan beliau segera pergi ke kelurahan.
Umi Fatimah sangat terkejut melihat putra satu-satunya berada di tengah-tengah masyarakat dan di hina habis-habisan.
Umi Fatimah menghampiri Adam sambil menangis.
"Apa yang terjadi nak? Bagaimana ini bisa terjadi?"
Jika hanya dirinya yang di hina Adam mungkin masih bisa menahannya, tapi melihat umi nya yang menangis Adam tak lagi kuasa menahannya.
"Umi lihat sendiri bagaimana kelakuan anak umi di luaran, berpacaran dan berzina" saut salah satu warga
"Kami memergoki Adam sedang berduaan dengan gadis ini mi, bagaimana menurut umi? Apakah bukan zina jika laki-laki dan perempuan berduaan?" tanya Rian yang semakin membuat panas keadaan
"Cukup Rian! Berhenti memanasi keadaan! Demi Allah Adam berani bersumpah, Adam tidak sengaja bertemu dengannya saat dia sedang di kejar preman. Adam cuma mau menolong saja Umi" jelas Adam
"Wah... Tidak sengaja? Hebat ya tidak sengaja sampai berulang-ulang?"
Seluruh warga semakin tambah panas dan membenci Adam akibat termakan omongan Rian.
Rian tersenyum puas melihat kondisi Adam.
Kirana dan orang tuanya juga hadir ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Adam.
"Beruntung banget kamu nak batal berjodoh dengannya, ternyata dia bukan pria alim seperti yang kamu kira" celetuk bu Fitri, ibunya sendiri
__ADS_1
Kirana tidak menyangka bagaimana bisa ini terjadi. Kirana mendekati umi Fatimah membawanya keluar dari kerumunan warga dan mencoba menenangkannya.
☀️☀️☀️☀️☀️