
Rian bahkan tidak tamat SMP karena harus di keluarkan dari sekolah karena kenakalannya.
Itu adalah awal mula dari kenakalan berkembang.
Lemahnya pengawasan dari orang tua semakin membuatnya merasa bebas melakukan apa saja.
Balap liar, berjudi adalah kegiatan sehari-hari.
Ia bahkan tidak peduli dengan papa nya yang kini usianya sudah mulai renta dan sakit-sakit.
Ruan memilih mengirimkan papa nya ke panti jompo, dengan beralasan kalau dirinya harys bekerja ke luar kota.
Sejak papa nya masuk ke panti jompo, tak pernah sekali pun ia datang untuk menjenguknya.
Kehidupannya pun semakin liar tak terkendali.
Bahkan sudah beberapa kali tersebar berita tentang dirinya yang sudah menghamili wanita di luar nikah hingga akhirnya mati bunuh diri karena tidak sanggup menanggung malu.
Wanita nahas itu hanya menjadi pelampiasan karena Kirana yang tak kunjung menerima cintanya.
Ia bahkan dulu sering berjanji bahkan pernah bersumpah, jika Kirana mai menikah dengannya ia akan memulai kehidupan yang baru dan lebih baik bersamanya.
Tapi janji dan sumpah itu tak mampu menaklukkan hati Kirana maupun kedua orang tuanya.
Terlebih lagi Kirana yang menyukai Adam, yang mana perbandingan Adam dan Rian sangat jauh berbeda.
__ADS_1
Adam yang tampan, lemah lembut dan penyayang dan juga agamis berbanding 180° dengan Rian.
Sebab perasaan Kirana pada Adam lah yang membuat Rian begitu membenci Adam.
*****
Kini tibalah saat sidang pertama dari kasus penembakan Rian.
Zee yang kini sudah lebih sehat bersiap untuk datang ke persidangan.
Adam dan Zee datang ke persidangan bersama para warga yang mendukungnya.
Mereka beramai-ramai ingin menyaksikan keputusan tentang hukuman bagi Rian.
Hanya saja Zee yang begitu merasa gugup saat di mintai keterangan tentang terjadinya penembakan itu.
Saksi mata pun bersaksi dengan jujur, begitupun dengan bukti yang begitu lengkap hingga persidangan itu langsung juga memutuskan hukuman yang pantas untuk Rian.
Karena tak ada satu pemgacara pun yang mau menolongnya dalam kasus ini, maka Rian tak bisa berbuat banyak dalam membela dirinya.
Ketua hakim pun memutuskan Rian mendapatkan hukuman 5 tahun penjara dan menutup persidangan dengan ketukan palunya.
Warga yang begitu senang dengan keputusan itu kompak bersorak dan bertepuk tangan.
Terlebih lagi Adam, ia merasa dangat lega karena selepas ini Rian tak akan bisa lagi mengganggunya terlebih istriya.
__ADS_1
Warga bergantian memberi selamat pada Adam dan Zee.
Melihat kegembiraan yang terpampang jelas di wajar orang orang, Rian kembali memanas.
Ia semakin membenci Adam dan rasanya ingin ia habisi sekarang juga.
Namun tangannya kini sudah di borgol, dan tak bisa lagi berbuat apa apa.
Saat polisi akan membawanya ke penjara, ia lewat di depan Adam dan Zee dan juga beberapa warga yang mendukungnya.
Langkahnya terhenti tepat di depan Adam.
"Jangan dulu kau puas dengan ini, perjalanan hidup masih panjang. Dan akan aku berikan kejutan selanjutnya setelah aku keluar dari sini"
Ucap Rian
Adam yang menggandeng istrinya dengan tersenyum menjawabnya
"Tak perlu kau pikirkan aku, pikirkanlah bagaimana kehidupan mu ke depannya. Berhentilah berbuat jahat, sadar dan bertaubatlah..."
Rian mengepalkan tangannya pertanda bahwa ia semakin kesal dengan Adam.
Ia melirik ke arah Zee dengan tatapan aneh yang membuat Zee merasa takut.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1