
Adam menunduk lemas dan air matanya kini mulai jatuh.
Ia mengatur nafas dan detak jantung nya yang tak beraturan.
Setelah menghela nafas panjang, Adam mendongakkan kepalanya
"Apa sekarang saya boleh melihat istri saya dok?"
tanyanya dengan lemas
"Boleh pak. Silahkan. Saat ini istri bapak sudah di pindahkan ke ruang rawat inap"
"Baik dok, terimakasih. Saya permisi"
Adam keluar dari ruangan dokter dan menuju ke ruangan istrinya.
Di sana Zee sedang menatap ke arah jendela dengan tatapan kosong.
Adam menghapus sisa air matanya, dan mencoba untuk lebih tegar.
Bagaimana pun ia tidak boleh terlihat lemah, karena ia tidak mau istrinya menjadi ikutan lemah.
"Sayang..." panggil Adam lalu duduk di sisinya
Zee menoleh dan berusaha untuk duduk, tapi Adam langsung mencegahnya.
"Jangan sayang, jangan duduk. Tetaplah berbaring"
"Kamu habis dari ruangan dokter ya mas?" tanya Zee
"Iya sayang"
"Terus, gimana kata dokter. Bayi kita baik-baik aja kan ya mas?"
Adam tersenyum dan mengusap lembut kepalanya
"Iya sayang, Alhamdulillah bayi kita baik-baik saja. Hanya saja..."
"Hanya apa mas, katakan?"
"Dia saat ini kondisinya sedang lemah, jadi kamu sebagai ibunya harus kuat agar dia di sini juga kuat"
jawab Adam mengusap perut Zee lalu menciumnya
"Janin ku lemah? Kok bisa mas. Apa alasannya, bukankah aku sudah setiap hari meminum vitamin dan mas Adam juga selalu membuatkan aku susu setiap hari"
__ADS_1
"Shuuutt.... Tenang sayang, jangan panik. Semua yang kamu rasakan akan kamu bagi dengan calon bayi kita. Jadi kamu ga boleh stres dan banyak pikiran. Kamu harus happy, selalu berpikir positif agar calon bayi kita juga kuat di sini"
"Ya Allah Alhamdulillah Engkau masih menjaga janin hamba, mohon jangan biarkan sesuatu terjadi pada janin hamba, biarkan hamba saja yang mengalaminya"
"Hei... Ga boleh ngomong gitu sayang, ga baik. Aku ga mau apapun terjadi pada mu maupun bayi kita. Berpikir lah yang baik-baik, oke..."
Zee mengangguk dan meraih tangan Adam
"Aku minta maaf ya mas, udah bikin kamu khawatir"
"Ga perlu minta maaf, yang penting sekarang kamu harus benar-benar menjaga asupan makanan. Oh ya dokter mengharuskan kamu untuk bed rest total, tidak boleh melakukan aktivitas apapun yang bisa menyebabkan kamu kecapekan" jelas Adam
"Tapi boleh pulang kan mas?"
"Sebenarnya boleh si, tapi kita tetap stay di sini dulu ya untuk beberapa hari. Ya supaya dokter bisa sering mantau kondisi kandungan kamu, ga papa ya sayang?"
"Ya baiklah, apa pun demi anak kita"
"Nah gitu dong senyum. Oh ya kamu lapar?"
Karena kebetulan sedari pagi mereka memang belum ada yang sarapan.
Karena Zee merasa lapar Adam keluar untuk membeli makanan, sedangkan Zee menunggu dengan memainkan hp nya.
Bagaimana mereka tidak khawatir, sejak positif hamil Zee tidak pernah mengalami mual muntah lagi, mengidam ataupun mengalami hal aneh sebagaimana ibu hamil muda pada umumnya.
Makan apa aja bisa, hanya saja 1 minggu belakangan ini Zee cukup sering merasakan kram pada perut nya.
Karena itu tidak terlalu sakit, Zee tidak pernah bercerita pada Adam.
Ia pikir kram pada perut di trimester awal itu hal biasa, hingga puncaknya hari ini dan ternyata kondisi janinnya lemah.
Setelah beberapa hari di rumah sakit, mereka pun pulang dengan catatan Zee tetap tudak boleh beraktivitas hingga membuatnya lelah.
Dokter tak hanya meresepkan vitamin, tapi juga obat penguat kandungan.
Sesampainya di rumah, Zee langsung beristirahat.
Sedangkan Adam langsung pergi ke dapur untuk membuatkan Zee susu.
Drtt...Drtt....
Hp Zee bergetar karena panggilan masuk dari Dita.
"Assalamualaikum onty..." ucap Dita saat Zee baru menjawab telpon nya
__ADS_1
"Wa'alaikum salam anak ganteng..."
Zee tersenyum lebar ketika layar hpnya memunculkan wajah Dimas
"Hai zee, apa kabar?"
"Alhamdulillah Dit, aku baik. Kamu keluarga mu gimana kabarnya?"
"Ya Alhamdulillah, kami di sini juga sehat"
"Eh tumben nih pagi-pagi nelpon, biasanya kan kalo pagi rempong" tanya Zee
"Eh iya, sengaja karena aku mau kasih tau kamu besok aku mau ke Jepang"
"Wah... ke Jepang? Ngapain? Jangan bilang mau honeymoon lagi ya?"
"Hahaha... Ya bisa jadi si, hahaa"
"Huu dasar!"
"Enggak kok Zee, gue itu ke Jepang karena di ajak papa nya Dimas. Dia kebetulan harus ke sana karena ada kerjaan gitu"
"Terus, Dimas ikut?"
"Ngak, ga di bolehin sama mama. Kasian Zee kalo Dimas di bawa, di sana kan sekarang lagi musim salju"
"Oh iya ya, ntar Dimas beku loh di sana. Di sini aja pipinya sampe merah gitu apa lagi di Jepang, hahaha..."
"Iya juga ya, bisa jadi ntar anak gue pas nyampe di Jepang malah jadi kek kepiting rebus, hahaha..." imbuh Dita yang membuat keduanya saling tertawa.
Saat Zee asyik bercanda dengan Dimas, Adam datang dengan segelas susu hangat di tangannya.
"Sayang, ini susunya"
"Iya mas, makasih ya"
Adam membantu Zee untuk duduk kemudian meminumnya.
"Zee, lo sakit?" tanya Dita
Ia curiga karena melihat perlakuan Adam pada Zee seperti sedang merawat orang sakit. (Membantu duduk dan membuatkan susu)
"Ngak kok, aku ga sakit" jawab Zee.
Zee kemudian bersandar dengan tumpukan bantal di belakang punggung nya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️