
Sebenarnya banyak yang menyukai Adam, dari mulai gadis sebaya nya hingga emak-emak yang ingin menjadikan Adam menantunya.
Begitu pun dengan Kirana, karena kecantikan dan kepintarannya banyak pemuda yang jatuh hati padanya. Namun Kirana hanya tetap menginginkan Adam untuk menjadi imamnya.
Bu Fitri kali ini ingin berbicara serius dengan umi Fatimah tentang putrinya. Karena Adam dan Kirana sudah kenal sejak kecil dan oastinya sudah saling mengenal satu sama lain.
"Umi Fatimah... Saya kesini juga karena ada hal penting yang ingin saya bicarakan, bisa?"
"Bisa. Katakanlah apa yang ingin bu Fitri sampaikan"
"Tapi ga di sini mi. Adam tolong kamu temenin Kirana dulu ya, saya mau bicara penting dengan umi mu"
Bu Fitri mengajak umi Fatimah berbicara 4 mata saja.
Sedangkan Kirana menemani Adam melanjutkan memberi pupuk tanaman.
"Bu Fitri mau bicara apa...?" Tanya umi Fatimah
"Gini mi, usia anak-anak kan udah dewasa. Saya mau kita ini menjadi keluarga yang lebih dekat gitu, mi"
"Maksudnya bu Fitri?"
"Gimana kalau kita jodohkan saja mereka berdua, Adam sama Kirana"
Umi Fatimah tersenyum mendengar ajakan bu Fitri
"Bu Fitri, bukan maksud saya menolak. Perjodohan memang bagus di lakukan tapi sekarang mungkin sudah tidak zamannya. Saya tidak mau keinginan kita sebagai orang tua malh membebani anak-anak kita"
"Coba umi Fatimah tanyakan dulu bagaimana pendapat Adam jika di jodohkan dengan Kirana, siapa tau dia mau, kan?"
"Baiklah nanti akan saya coba tanyakan pada Adam, tapi bagaimana nanti keputusannya itu terserah Adam"
"Baiklah, segera tanyakan ya umi. Kalau Adam sudah menjwabnya segera beri tahu saya"
"Kenapa hanya jawaban Adam, bukankan pendapat Kirana juga di butuhkan?" Tanya umi Fatimah
"Kalau soal Kirana tidak perlu di tanyakan lagi, Kirana jawabannya pasti iya"
"Oh... Baiklah tunggu nanti bagaimana jawaban Adam"
"Hm... Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang dulu ya"
Setelah bu Fitri dan Kirana pulang, umi Fatimah menghampiri Adam sambil membawakan jus dingin untuknya.
"Adam... Sini nak umi bawakan minuman"
"Iya mi, tunggu sebentar Adam cuci tangan dulu"
Setelah selesai Adam pun duduk di samping umi nya sambil meminumnya
"Bismillah...."
"Menurut kamu Kirana itu gimana?" Tanya umi Fatimah
"Maksud umi?!"
"Iya menurut kamu Kirana itu anaknya seperti apa?"
"Dia cantik, pintar dan juga paham agama."
"Kamu suka?"
"Kenapa umi bertanya seperti itu?"
__ADS_1
"Ya enggak apa-apa"
"Sungguh?" Tanya Adam
"Iya. Oh ya nak, bagaimana tanggapan kamu tentang orang tua yang menjodohkan anak-anaknya?"
"Ada apa dengan umi. Kenapa malah mulai bertanya hal-hal begini? Tidak seperti biasanya" batin Adam
"Gimana pendapatmu" umi Fatimah mengulangi pertanyaannya
"Menurut Adam, tergantung sih mi"
"Tergantung gimana?"
"Tergantung yang di jodohin mau apa ngak. Karena sekarang sudah bukan zamannya main perjodohan. Kan bisa anak-anak mereka sendir yang mencri calon pasangan hidup"
"Kalo kamu mau gak di jodohin?"
Adam terkejut dan langsung tersedak
"Uhuk uhuk...."
"Hati-hati nak, pelan-pelan kalau minum" umi Fatimah menepuk pundak Adam
"Umi mau jodohin Adam?"
"Gini nak, tadi bu Fitri kesini niatnya mau jodohin putrinya sama putranya umi"
"Dan umi setuju?"
"Umi ga bilang setuju. Umi cuma bilang semuanya terserah anak umi. Kalau kamu mau ya berarti jadi, kalau gak mau ya gapapa. Emangnya kamu ga mau punya istri seperti Kirana?"
"Bukannya ga mau umi. Adam kan sama Kirana udah temenan dari kecil, Adam sudah menganggapnya seperti saudara perempuan Adam sendiri"
"Umi ga maksa kamu buat nerima perjodohan ini, semuanya terserah kamu. Ya udah jangan terlalu di pikirkan, sekarang kamu mandi gih bentar lagi waktunya shalat duhur"
*****
Setelah beberapa hari menikmati liburannya sendirian, Zee akhirnya pulang ke Jakarta.
Dita menjemputnya di bandara.
Kali ini Dita menjemputnya sendirian tanpa di temani para penjaga lagi.
Saat di bandara banyak awak media yang menunggu kedatangan Zee dan langsung menyerbunya dwngan banyak pertanyaan.
"Hai Zee bagaimana keadaanmu hari ini?"
"Apakah kamu akan keluar dari dunia entertain?"
"Benarkah selama ini kamu mendapat tekanan?"
"Oh ya bagaimana hubungan mu dengan Frenky?"
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang wartawan lemparkan pada Zee.
Namuntak satupun dari bamyak pertanyaan itu yang di jawab oleh Zee.
Zee dan Dita segwra masuk ke dalam mobil dan untuk pulang.
"Bagaimana liburan mu kali ini?" Tanya Dita
"Rasanya begitu menyenangkan, hidup di antara orang-orang yang sama sekali tidak kenal gue. Gue bebas melakukan apapun yang gue mau tanpa harus khawatir ada media yang memata-matai gue"
__ADS_1
"Sekarang apa lo sudah siap dengan segala jadwal baru lo?"
"Ya siap tidak siap itu mwmang pekerjaan gue"
Keesokan harinya jadwal baru menunggunya.
Dita mulai menyetir kegiatan untuk Zee, mulai dari kegiatan kecil hingga acara besar.
Pekerjaan demi pekerjaan Zee lakukan dengan sepenuh hati. Kini dirinya sudah terbiasa dengan dunianya.
Jika stres menghampiri mabuk adalah solusinya.
Aktingnya semakin bagus dan di akui oleh dunia dengan mendapatkan banyak piala penghargaan.
Kekayaannya semakin bertambah, Zee tidak hanya mengandalkan penghasilan dari dunia entertain saja. Zee juga mulai membuka beberapa usaha seperti membuka bar, tempat karaoke, hotel dan beberapa rumah makan di berbagai kota.
Usianya baru 20 tahun dan belum genap 3 tahun berkecimpung dalam dunia entertain, namun bakatnya tidak bisa di ragukan lagi.
Zee beberapa minggu ini ada pekerjaan di Singapura dan akan pulang tanggal 30 desember.
Tapi Zee menunda kepulangannya karena kondisi Dita yang tiba-tiba kurang sehat. Zee menyuruh para kru nya untuk pulang lebih dulu sementara dirinya akan pulang bersama Dita.
"Gimana kalo kita pulang pas malam tahun baru? kek nya bakal seru deh Zee ngeliat banyak kembang api dari atas pesawat" ajak Dita
"Baru aja lo sembuh udah mikir tahun baruan, gak. Kita pulang tanggal 2 nya aja"
"Yah... Zee.... Plis. Kita kan udah sibuk kerja belakangan ini sekali-kali gitu kek menikmati malam tahun baru dengan taburan kembang api dari atas langit"
"Ngak"
Dita terus merengek memaksa Zee untuk menuruti kemauannya. Dan Zee pun akhirnya menuruti keinginan Dita untuk terbang di malam tahun baru.
"Iya iya. Kita pulang malam tahun baru, tapi kalo kondisi lo nge drop lagi gue tinggal lo di bandara"
"Hehehhee... Oke bos" Dita tertawa riang karena keinginan masa kecilnya bisa terwujud.
*****
Sedangkan Adam, hingga waktu berjalan dua tahun namun belum bisa menerima perjodohannya dengan Kirana.
Untuk menghindari perjodohan itu, Adam memilih melanjutkan s2 nya di Kairo.
Kirana yang tetap setia menunggu Adam memilih untuk menunggunya di pesantren.
Kini s2 Adam sudah selesai dan sebentar lagi akan pulang ke Indonesia.
Umi Fatimah yang semakin menua hanya bisa pasrah dengan semua keputusan putranya, meskipun dalam hati kecilnya sudah sangat ingin melihat putranya berumah tangga.
Tepat di malam tahun baru Adam pulang ke Indonesia.
Kepulangannya ini Adam rahasiakan dari umi nya karena sengaja ingin memberikan kejutan.
Adam tiba di Jakarta tepat jam 11 malam. Jalanan sangat macet di penuhi oleh orang-orang yang akan menyambut pergantian tahun baru.
Karena tidak bisa pulang, Adam memilih untuk pergi ke masjid untuk beristirahat sambil menunggu berakhirnya pesta kembang api.
Dan mungkin Adam akan pulang besok paginya setelah sholat subuh
Setelah menikmati pesta kembang api dari atas pesawat kini Zee dan Dita tiba di Jakarta tepat jam 2 pagi.
Setibanya di Jakarta mereka tidak langsung pulang melainkan lanjut menikmati malam tahun baru dengan pesta minuman di salah satu bar.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1