
Adam mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu, lalu memberikannya pada Zee.
"Baiklah kalau itu mau mu, saya permisi mau pulang.
Ini nomer hp saya, hubungi saya jika kamu memerlukan sesuatu. Assalamualaikum..."
Tanpa menoleh Zee membiarkan Adam pergi.
Zee kembali memejamkan matanya, mungkin tubuhnya diam di satu tempat tapi pikirannya melayang entah kemana.
Saat ia mulai akan terlelap, tiba-tiba televisi yang di ruangannya menayangkan siaran berita bahwa dirinya sedang di cari.
Dita dan om Roy melaporkan kehilangannya lada kantor polisi.
Zee kembali membuka matanya
"Jika semua orang mencari gue, pasti mereka akan mudah mendapatkan gue di rumah sakit ini. Lebih baik kalo gue pergi. Frengky pasti akan berusaha lebih keras buat balas dendam sama gue."
Zee mengambil beberapa obat -obatnya di nakas dan membawanya keluar.
Zee diam-diam keluar dari rumah sakit dan berencana untuk kabur.
Setelah berhasil kucing-kucingan dengan dikter dan perawat, Zee akhirnya berhasil keluar dari rumah sakit.
Tapi itu belum apa-apa, karena masyarakat di luar pasti sudah banyak yang mengenali wajahnya.
Beruntung sebelum keluar tadi Zee mengambil masker untuk ia gunakan menutupi wajahnya.
Zee tidak tau harus pergi kemana. Dia juga tidak punya sepeser uang pun saat ini.
Sebenarnya Zee bisa menghubungi Dita atau om Roy untuk menjemputnya pulang, tapi Zee merasa lelah dengan dunianya saat ini.
Zee ingin pergi dan ingin hidup seperti orang biasa.
Setelah cukup lama duduk termenung sendirian, Zee akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemennya.
"Taksi...." Panggil Zee
Setelah sampai di apartemennya Zee baru bisa membayar ongkos taksinya.
Zee berencana untuk pergi liburan setidaknya 1/2 minggu untuk kembali menyegarkan pikirannya yang kacau.
Saat tengah mengemasi barang-barangnya Dita datang.
Dengan perasaan senang Dita langsung memeluk Zee.
"Zee... Ini lo? Syukurlah Zee akhirnya lo pulang. Lo dari mana? Kenapa tiba-tiba menghilang begitu aja dari rumah sakit? Terus gimana keadaan lo sekarang?"
Dita mencecar Zee dengan banyak pertanyaan.
"Sstt.... Satu-satu kalo nanya"
"Eh iya iya, sory. Ini gue saking senengnya liat lo udah balik. Ya udah gue nanya satu-satu. Pertama kenapa lo ngilang dari rumah sakit?"
"Gue di culik, terus di sekap."
"Hah?! Di culik? Siapa yang udah nyulik lo?"
"Siapa lagi kalo bukan Frenky"
__ADS_1
"Hah? Dia lagi? Ga kapok apa tuh orang udah di kasih pelajaran juga masih aja belom jera!"
Dita mengambil hp nya dan hendak mengubungi seseorang tapi Zee mencegahnya.
"Jangan beri tahu siapapun" kata Zee
"Kenapa? Gue cuma mau kasih tau om Roy kalo lo udah pulang dengan selamat"
"Ga usah...."
"Zee... Lo kenapa sih? Om Roy itu juga panik banget pas tau lo ngilang sama kek gue. Kalo om Roy tau lo udah balik setidaknya dia akan lebih tenang"
"Ya udah terserah"
Dita menelepon om Roy, sementara Zee kembali mengemasi pakaiannya.
"Loh Zee, lo mau kemana?"
"Gue mau cuty Dit. Gue lelah dengan keadaan ini, gue mau nenangin pikiran dan hati gue. Gue mau sendiri dulu untuk beberapa saat"
"Zee... Gue ngerti gimana tertekannya perasaan lo, tapi gue ga mau lo pergi sendirian. Buar gue temenin lo ya"
"Ngak Dit, ga usah. Tolong rahasiakan kepergian gue dari siapa pun, termasuk om Roy"
Dita menghela nafasnya, dia cukup faham dengan watak keras kepalanya Zee.
"Baiklah kalo itu keputusan lo. Tapi jangan pernah lupa kasih kabar gue di manapun dan kapan pun, oke"
Zee tersenyum mengangguk mengiyakan perkataan Dita.
"Gue laper nih, turun ke bawah yuk cari makan" ajak Dita
Saat Zee beranjak bangun kertas kecil jatuh dari sakunya. Dita segera mengambil dan membukanya.
"Zee... Ini nomer hp siapa?" Tanya Zee
"Ga tau, emang lo dapet dari mana?"
"Dari saku baju lo"
Zee segera keluar dari dan mengambil kertas itu dari tangan Dita.
"Gue hampir lupa buat nyimpan kontaknya. Ini nomernya Adam"
"Dapet dari mana lo nomer dia?"
"Ceritanya panjang. Yuk sambil jalan, nanti kalo gue udah kenyang baru gue ceritain ke lo semuanya" Zee menarik tangan Dita mengajaknya keluar
*****
Saat ini Adam baru sampai di rumahnya.
"Assalamualaikum... Umi Adam pulang"
"Wa'alaikum salam... Pintu ga di kunci nak, ini umi lagi di belakang"
Adam langsung masuk dan mencari umi Fatimah.
Setiap harinya umi Fatimah selalu menyibukkan diri dengan mengurus semua tanamannya.
__ADS_1
"Umi lagi apa?" Adam meraih tangan umi nya untuk bersalaman
"Umi lagi mandiin mereka semua (tanaman). Kamu sudah makan nak?"
"Belum mi"
"Ya sudah kamu tunggu sebentar biar umi siapin makanannya"
"Ga usah mi, biar Adam siapin sendiri. Umi lanjutin aja mandiin mereka biar cepet tumbuh besar terus Adam jual hehehhee"
Umi Fatimah menarik hidung mancungnya Adam
"Jangan coba-coba ya..."
Dan mereka pun tertawa bersama.
Saat Adam sudah selesai makan, dia juga ikut membantu umi nya memberi pupuk tanaman.
Saat tengah asyik berkebun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Toktoktok.... "Assalamualaikum...."
"Wa'alaikum salam...." Adam dan umi Fatimah kompak menjawab salam
"Kamu lanjutin ya buar umi yang buka pintunya"
Beberapa saat kemudian umi Fatimah kembali menghampiri Adam dengan dua orang di belakangnya.
"Adam..." Panggi umi Fatimah
"Iya mi" Adam segera mencuci tangannya dan menghampiri uminya.
Dan ternyata sudah ada bu Fitri dan putrinya yaitu Kirana.
"Adam lagi ngapain di sini?" Tanya bu Fitri
"Lagi bantuin umi mupuk tanaman tante"
"Adam ini semakin dewasa semakin berbakti ya sama orang tua. Calon mantu idaman"
Kirana menyenggol lengan ibunya, bu Fitri karena Kirana merasa malu.
Umi Fatimah dan Adam hanya tersenyum mendengarnya.
"Ini lo saya ke sini mau nganterin Kirana kasih ini sama umi dan Adam, rendang spesial masakan Kirana sendiri"
Kirana lalu memberikan rantang nya dan umi Fatimah menerimanya
"Terima kasih sudah repot-repot di masakin"
"Ah ga repot kok umi, ya kan nak"
Kirana hanya tersenyum.
Sebenarnya bu Fitri menginginkan Adam menjadi menantunya yaitu dengan menikahi anaknya Kirana.
Kirana adalah gadis yang cantik juga berpendidikan tinggi. Kirana sama seperti Adam sekolah tinggi di lingkungan pesantren.
Sebenarnya Kirana mulai menyukai Adam sejak masuk bangku SMA dan itu jelas mendapat dukungan penuh dari ibu nya, bu Fitri.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️