Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
73 Choki


__ADS_3

Choki tersipu dan malu untuk menjawabnya.


"Alah... Choki Choki, kamu tuh udah dari dulu selalu nanya-nanya tentang gadis. Pas udah di kenalin ujung-ujungnya malah ga jadi apa-apa" celetuk Airin


"Betul tuh ma. Awalnya aja yang sibuk nyari tau, maksa minta di kenalin eh ujung ujungnya malah..."


"Yang ini beda bang" Choki memotong ucapan Alfan yang belum selesai


"Sekarang usia ku ini sudah matang, dan Alhamdulillah finansial ku juga stabil. Aku mau nyari yang serius" sambungnya lagi


Alfan dan Airin sontak terkejut mendengarnya.


Sepupunya itu kini sedang membahas keinginannya untuk berkeluarga


"Wah... pa. Lihatlah. Sepupu mu yang manis ini sudah ingin menikah rupanya" ucap Airin yang di balas dengan tawa oleh Alfan.


Pasangan suami istri itu kompak tertawa.


Sedangkan Choki hanya diam sambil tetap mengemudi.


"Mulai mulai... Kebiasaan deh!" kesal Choki


"Kamu yakin udah mau nikah? Ga mau di puas puasin dulu masa lajangnya?" tanya Alfan


"Kurang puas gimana bang, usia ku sekarang udah kepala tiga masa iya harus nunggu sampe kepala empat? kan ga lucu"


"hahaha... Ya ga papa sampe kepala empat. Lebih baik terlambat menikah dari pada akhirnya harus berpisah" saut Airin


"Yang lebih baik itu menikah harus di segerakan jika sudah ada kesiapan mental dan bekal. Aku mah udah siap segalanya"


"Iya kamu nya udah siap, tapi yang ceweknya gimana? Udah siap juga ngak?"

__ADS_1


"Ya makanya itu bantuin lah kak. Ini tuh tugasnya kak Airin sama abang buat bantuin aku. Cari cara gimana kek biar aku bisa pendekatan sama Dita"


"Iya iya abang sama kakak mu bakalan bantuin kok, santai aja bro kagak usah ngegas..." ucap Alfan menenangkannya sambil menepuk-nepuk pundaknya.


*****


Sedangkan Adam, Zee dan Dita kini baru sampai di rumah.


Mereka membersihkan diri masing masing lalu sholat ashar.


Zee pergi ke dapur untuk mengambil camilan di kulkas, Dita mengikutinya dari belakang.


"Zee..." panggil Dita


"Hm... Iya ada apa Dit? kamu butuh sesuatu?"


"Ngak. Gue mau ke penginapan"


"Ngak, lo ga bisa cegah gue kali ini. Gue udah nurut sama lo buat nginep di sini semalam, tapi malam ini gue mau di penginapan aja"


"Ya baiklah nyonya oke. Mau berangkat kapan?" tanya Zee


"Sekarang aja"


"Ya udah ayo"


Zee meletakkan kembali camilannya di kulkas dan pergi ke depan menghampiri Adam


"Mas..." panggil Zee


Adam yang sedang memberi makan ikan segera berhenti dan menoleh ke asal suara yang memanggilnya

__ADS_1


"Iya sayang ada apa?"


"Ini Dita katanya mau ke penginapan"


"Loh?"


"Kali ini dia ga mau di cegah mas, udah bulet katanya?"


"Ya udah mau berangkat kapan?"


"Sekarang mas"


"Oh ya udah, aku cuci tangan dulu"


Adam meletakkan pakan ikannya dan masuk ke rumah.


Zee membantu Dita membereskan kopernya.


"Oh ya Dit kamu di sini sampe berapa hari lagi?" tanya Zee


"Besok lusa gue balik ke Bali"


"Yah... bakalan virtual lagi dong" Zee menunjuk kan raut wajahnya yang mulai lesu


"Ya elah wak, lo mah enak jauh dari gue ada laki lo di sini. Lah gue jauh dari lo ya sendirian"


"Loh emang nya pacar kamu-"


"Udah putus" Dita memotong perkataan Zee yang belum selesai


"Hah? putus? Sejak kapan?"

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2