Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
91 Saling Bercerita


__ADS_3

Keesokan harinya Adam dan Zee mengemasi barang-barang mereka.


Sambil melipat baju mereka sambil bercerita.


"Mas..." panggil Zee


"Iya sayang, ada apa"


"Aku pengen ke rumah Allah"


Sejenak Adam berhenti melipat bajunya fan menoleh ke arah Zee.


"Mau haji maksudnya?"


"Kalo di tanya mau apa ngak ya pasti mau banget lah mas. Tapi kan kalo mau haji itu pasti lama banget, ga kayak umroh"


"Ya udah daftar haji aja dulu, kalo semisal masih lama jadwal keberangkatan ya ya kita umroh aja dulu, gimana?"


"Emang nya proses haji sama umroh ga sama ya mas?"


"Ya aku kurang tau juga sih sayang. Ya udah kita umroh aja dulu ya..."


"Beneran mas?"


"Iya, habis pulang dari sini nanti kita coba daftar ya"


Mendengar Adam yang menyetujui keinginannya, Zee tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


Ia beranjak menghampiri Adam dan langsung memeluk.

__ADS_1


"Wah... makasih mas"


"Sama-sama sayang... Sekarang sun dulu"


Adam memberi isyarat agar Zee menciumnya.


Tanpa malu dan ragu lagi Zee langsung melakukan apa yang Adam mau.


"Ya Allah mudah-mudahan di berikan kelancaran dan segera bisa ke rumah_Mu ya Raab..."


"Aamiin..."


Selesai membereskan semuanya, mereka keluar kamar dan duduk santai di taman samping rumah Choki.


Di sana ada papa dan mama Choki yang sedang duduk bersantai.


"Hai om, tante..." sapa Zee


Mereka pun duduk berempat dan saling mengobrol.


Orang tua Choki memang ramah dan juga gaul, mereka bahkan bukan seperti orang tua tapi lebih ke teman saat bersama ketiga anak-anaknya.


Itu sebabnya mereka bisa tetap awet muda.


"Kalian sudah berapa lama menikah?" Tanya bu Rahma


"Hampir 8 tahun tante" jawab Zee


"Sudah punya anak?"

__ADS_1


Zee mencoba tersenyum lalu menggelengkan kepalanya "Belum"


"Masih menunda apa gimana?"


"Ga pernah menunda tante, ya mungkin belum waktunya"


"Iya kalian sabar aja, toh baru 8 tahun kan? Itu masih bisa di bilang seumur jagung nak, perjalanan rumah tangga kalian masih panjang, kalian juga masih muda"


Zee mengangguk "Iya tante"


"Ya namanya juga rumah tangga yang penting antara suami istri tetap saling sayang saling support dan ga mudah ke makan sama omongan panas orang luar" saut pak Beni (papa ya Choki)


"Nah bener tuh kata papanya Choki. Yang penting kalian tetap harmonis, karena anak itu hanya bonus dari Allah dan tujuan utama dari pernikahan itu ya beribadah bersama hingga maut yang memisahkan" sambung bu Rahma


Adam dan Zee tersenyum mendengarnya.


Seperti nya orang tua Choki sangat paham bagaimana perasaan Adam dan Zee yang belum memiliki anak.


Bu Rahma lalu menceritakan pada Zee bahwa dia dulunya juga pejuang garis dua selama 11 tahun.


"Saat usia pernikahan kami menginjak 12 tahun barulah tante positif hamil. Setelah itu selang dua tahun hamil lagi, dan dua tahun berikutnya hamil lagi. Kodarullah, Allah tau kapan waktu terbaik bagi hambanya" jelas bu Rahma


"Wah... Lama juga ya tante"


"Iya lama, tapi setelah itu langsung Allah kasih tiga sekaligus"


"Kalian yang sabar, jangan terlalu di ambil pusing" timpal pak Beni


"Iya om, tante. Insya Allah setelah mendengar cerita ini kami pasti akan belajar untuk lebih sabar" jawab Adam

__ADS_1


Mereka memberikan wejangan dan pesan pada Adam dan Zee agar lebih sabar dan banyak-banyak berdoa dan berusaha.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2