Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
94 Memberikan Kejutan


__ADS_3

Adam yang duduk berjongkok tepat di depan pintu di buat terpana saat di depannya ada sepasang paha yang putih mulus tanpa penghalang.


"Ayo masuk, katanya udah ga tahan"


Adam berdiri dan menatap nakal wajah Zee


"Kenapa mas Adam menatapku begitu? Jangan bilang mas Adam bohong..."


Tanpa basa basi Adam menarik tangan Zee masuk bersamanya ke kamar mandi.


Dan pastinya kalian sudah tahu bukan apa yang Adam tak mampu tahan??...


Ya hal romantis yang biasa di lakukan oleh suami istri pun terjadi.


Selang beberapa saat mereka pun keluar bersamaan dengan rambut keduanya yang sama-sama basah.


Mereka lalu mengerjakan sholat maghrib berjamaah.


Keesokan harinya mereka kembali pada rutinitas sebelumya, yaitu pergi mengontrol tempat usaha mereka masing-masing.


Setelah mengantar Zee le rumah makannya, Adam langsung pergi ke pabriknya.


Sambil membaca laporan tentang pabriknya yang lebih dari satu minggu ia tinggal, Adam juga teringat pada keinginan istrinya untuk pergi umroh.


Adam lalu keluar dari pabrik untuk pergi mendaftar kan dirinya dan istrinya umroh.


Mengurus segala keperluan berkasnya seorang diri tanpa memberi tahu Zee.


Tepat 3 bulan lagi adalah anniversary pernikahan mereka yang ke delapan tahun.

__ADS_1


Adam ingin mereka bisa pergi umroh di tanggal itu, maka dari itu Adam berusaha agar bisa terwujud.


Hari hari berlalu begitu cepat.


Seminggu sebelum berangkat umroh Adam baru memberi tahu Zee.


Saat Zee sedang berada di kebun kecil di samping rumah, Adam menghampirinya dengan menutup mata Zee dari belakang.


"Mas... Ngapain sih, ini aku lagi metik cabe loh..."


"Ikut aku yuk"


"Kemana? Ini tangan ku kotor loh mas"


"Udah ayo"


Adam menuntun Zee masuk ke kamarnya dengan matanya yang masih di tutup.


"Udah, bentar lagi juga kamu pasti tau"


Sesampainya di depan kamar, Adam meminta Zee sendiri yang membuka pintunya.


Baru setelah pintu terbuka Adam melepaskan tangannya


"Sekarang buka matanya" suruh Adam


Begitu membuka matanya, Zee terkejut dan terharu.


Banyak kelopak bunga mawar bertebaran di lantai, lilin lilin yang menyala dan banyak balon di sana.

__ADS_1


"Apa ini mas? Ini kamu yang siapin?"


Adam mengangguk dan tersenyum


"Ayo masuk"


Begitu masuk, pandangan Zee tertuju pada balon helium yang mengambang di udara dan di bawahnya di ikat kan sebuah kotak.


Zee menoleh pada Adam lalu mengambilnya.


"Bukalah..." suruh Adam


Zee pun mengambil dan membukanya.


Di dalamnya terdapat sebuah foto dirinya dan Adam saat sedang liburan di Jepang, dan ada dua amplop di bawahnya.


Amplop pertama berisikan surat tulisan tangan dari Adam, Zee membuka dan membacanya.


Namun belum selesai ia baca, air matanya mulai jatuh membasahi pipinya.


Zee lalu memeluk Adam dengan erat sambil terus menangis.


"Kamu ga perlu bikin beginian mas, aku juga sayang sama kamu. Aku sangat bersyukur busa menjadi istri mu, aku sangat bersyukur hiks hiks...."


Adam membalas pelukannya sambil mengusap kepalanya.


Menciumi kening Zee berulang kali.


"Ini tidak ada apa-apa nya di bandingkan kasih sayang yang kamu berikan pada ku, bukan apa-apa di bandingkan pengabdian mu sebagai istri sholeha bagi ku"

__ADS_1


Semakin Adam menyanjungnya semakin deras air matanya mengalir.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2