
Zee pergi ke kamar umi Fatimah dan duduk di sana sambil menangis sejadi-jadinya.
"Umi.... hiks hiks..." panggil Zee pada bingkai foto almarhumah
"Ada apa dengan mas Adam umi? Dia tidak seperti yang dulu, umi. Aku ga tau harus apa, pikiran ku menjadi negatif melihat tingkahnya umi.
Aku... Aku mempunyai firasat kalau mas Adam akan menikah lagi umi, apa itu karena aku yang masih belum bisa hamil? Apa itu benar umi, jawab aku umi.. jawab... hiks hiks..."
Zee meluapkan tangisannya hingga ia tertidur di sana.
Zee mencoba berdamai dengan pikirannya agar tidak menuduh Adam yang bukan-bukan.
Ia mencoba bersikap biasa saja, namun tak se ceria dulu.
Zee tetap melayani Adam sebagai mana mestinya, hanya saja ia lebih sering diam.
Adam menyadari perubahan sikap Zee.
Yang biasanya selalu menyambutnya pulang kerja dengan penuh senyuman, kini hanya membukakan pintu dan bersalaman tanpa senyuman.
Menyiapkan pakaian dan makanan, tak lagi berbagi cerita, berbicara hanya jika Adam menegurnya.
Saat makan malam, Zee selesai lebih dulu.
Biasanya ia akan menunggu hingga Adam selesai juga, tapi kali ini tidak.
Ia lebih dulu beranjak dari meja makan dan pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Adam segera menyelesaikan makannya dan bergegas menyusul Zee ke kamar.
Di sana Zee sedang terlihat sibuk menata pakaiannya di lemari.
"Sayang..." panggil Adam
"Hm..."
"Kamu kenapa?"
"Ga papa"
Adam mendekat dan memegang tangannya, namun Zee melepasnya.
"Aku mau rapihin baju mas" ucapnya
"Aku ga papa" Zee menjawab tanpa menoleh ke arah Adam.
Karena merasa semakin aneh, Adam mengambil baju dari tangan Zee dan meletakkannya kembali.
Ia lalu menarik Zee ke dekapannya.
"Sayang kamu kenapa? Kalo aku ada salah aku minta maaf ya"
Bukannya membalas pelukan Adam Zee malah melepasnya berpaling dan kembali mengambil bajunya.
Kali ini Adam benar benar tidak tahan, sejak awal menikah Zee tidak pernah bersikap acuh seperti ini padanya.
__ADS_1
Sudah beberapa hari ini Zee mengacuhkannya.
Adam memeluknya dari belakang sambil terus mengulang kata maafnya, tapi Zee tetap tak bergeming.
"Ya Allah sayang, aku salah apa sampai kamu se marah ini sama aku? jawab sayang? Aku paling ga bisa kalau kamu kek gini sama aku"
Zee menarik nafasnya dan membuang kasar.
"Lepasin mas, pekerjaan ku masih belum selesai"
"Ngak, aku ga bakalan ngelepasin kamu sebelum kamu bilang apa salahku. Aku ga tahan kamu bersikap dingin gini sama aku sayang, aku ga sanggup"
Dengan pelan air mata yang Zee tahan mulai jatuh membasahi tangan Adam yang memeluknya.
"Hanya beberapa hari saja aku bersikap aneh begini kamu bilang ga sanggup, lalu bagaimana dengan ku mas?"
"Maksud kamu apa sayang?" Adam membalikkan badan Zee untuk menghadapnya.
"Sejak aku keluar dari rumah sakit 3 bulan yang lalu, sikap mu berbeda mas"
"Apa nya yang beda sayang, ga ada"
"Pertama, setiap kali aku tanya apa penyakit ku kamu tak pernah menjawabnya. Kedua, kamu memanjakan aku seakan usia. ku sudah tak lama lagi. Dan yang ketiga, kamu selalu memberi batasan untuk ku bahkan hp ku saja kau sita. Ada apa mas?"
Adam terdiam memandangi air mata istrinya yang semakin deras mengalir.
Adam mencoba menghapus air matanya tapi Zee menepis tangannya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️