Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
63 Mengunjungi Panti Asuhan


__ADS_3

"Wah... Dapurnya benar-benar keren ya. Sudah lengkap pula" puji Alfan


Sambil melihat lihat Zee menunjukkan satu persatu bagian dari dapurnya pada Alfan.


Baru setelah itu alfan memulai memasak dan di perhatikan dengan seksama oleh Adam dan Zee.


Terlihat bagaimana cara Alfan memasak yang begitu cekatan, rapi dan bersih.


Alfan sendiri sudah menikah dan mempunyai satu orang putri.


Dia tinggal di Korea karena istrinya adalah penduduk asli Korea.


Dan dari situlah Alfan bisa menjadi chef Korean food yang sangat handal.


Adam dan Alfan sangat dekat bahkan sudah seperti kakak dan adik.


Alfan yang lebih tua darinya sering sekali memberi nasehat padanya.


Setelah proses memasak selesai, bau dan tampilan dari makanan nya benar-benar membuat Adam dan Zee tak sabar untuk segera mencicipi nya.


Alfan segera menghidangkannya dan mereka pun makan bersama.


Sambil makan, Alfan menjelaskan apa saja bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya.


Rasanya yang benar benar enak membuat siapapun yang memakannya akan merasa seperti sedang makan di restoran Korea.


Kini Zee benar-benar tidak sabar untuk segera membuka rumah makannya.

__ADS_1


Mereka lalu membicarakan tentang kontrak yang akan mereka buat untuk Alfan.


Setelah membacanya dengan seksama Alfan pun menandatangani nya.


Dengan begitu kini Zee sudah siap untuk segera melakukan opening rumah makannya.


Rumah makan dengan satu chef handal yang di bantu dengan 3 karyawan lainnya.


Dengan persiapan yang sudah lengkap, maka sudah di putuskan bahwa rumah makannya akan resmi di buka pada minggu depan.


Beberapa hari sebelum rumah makannya di buka, Adam dan Zee pergi ke rumah anak yatim untuk menyantuni mereka.


Saat acara santunannya sedang berlangsung dengan satu persatu dari anak-anak itu bersalaman padanya secara bergantian, seketika terbesit dalam pikiran Zee untuk segera memiliki anak.


Melihat beberapa bayi yang tak memiliki orang tua kandung rasanya bagai teriris.


Tak terasa air matanya mulai menetes ketika ia menggendong salah seorang bayi perempuan itu.


Terlihat wajahnya yang begitu manis dan imut.


"Lucu banget ya mas..."


"Iya sayang, udah lucu tembem lagi" Adam mengusap-usap pipi tembem bayi itu


"Namanya Mila. Dia baru datang ke sini lima hari yang lalu" ucap ibu panti


"Lima hari yang lalu?"

__ADS_1


"Iya bu, dia temukan di pinggir jalan oleh pemulung. Sebenarnya pemulung itu ingin merawat nya, tapi terkendala biaya. Akhirnya dia menitipkan bayi ini di sini" jelas bu panti


Adam dan Zee terkejut mendengarnya.


"Ya Allah... Kasihan banget. Bagaimana bisa seorang wanita membuang sebagian dari dirinya begitu saja"


"Banyak kasus seperti ini yang sudah terjadi bu. Dari banyaknya kasus itulah berdirinya rumah panti ini"


"Kalau boleh tau jumlah anak-anak di sini berapa ya bu?" Tanya Zee


"Dengan bayi ini kini jumlah mereka semua 34"


"Kalau ibu dan pengurus panti lainnya bersedia, saya ingin menjadi salah satu donaturnya. Boleh kan mas...?" Zee menatap mata Adam berharap Adam menyetujuinya


Dan benar saja dengan senyuman lebar dan penuh bangga, Adam menyetujui permintaan Zee.


Begitupun ibu panti yang menerima dengan tangan terbuka niat baik dari Zee.


Setelah cukup lama menghabiskan waktu di panti, mereka akhirnya pamit untuk pulang.


Sebelum pulang Adam mengajak Zee ke salah satu restoran untuk dinner romantis.


Adam diam-diam booking meja dengan hiasan yang romantis tanpa sepengatahuan istrinya.


Saat mobil sudah terparkir, Adam meminta Zee untuk menutup matanya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2