Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
109 Acara 7 Bulanan


__ADS_3

Sesampainya di rumah Choki, kedatangan Adam dan Zee du sambut gembira oleh papa dan mama mertua dari Dita.


"Assalamualaikum om tante..." sapa Adam dan Zee


"Wa'alaikum salam... Akhirnya kalian datang juga. Apa kabar kalian?" tanya bu Rahma saat mereka sedang bersalaman padanya


"Alhamdulillah tante seperti yang tante lihat, kami segar bugar. Bagaimana dengan om dan tante?"


"Alhamdulillah kami juga sehat. Yuk masuk yuk"


Mereka duduk bersama di ruang keluarga.


"Oh ya ini Dimas udah tidur, aku ke kamar dulu ya" ucap Dita


Tak lama pembantu di rumah itu keluar dengan membawakan minuman.


Pak Beni kemudian meminta pembantunya untuk menaruh koper Adam dan Zee di kamar tamu.


Mereka saling berbincang-bincang melepas rindu karena sudah cukup lama tak bertemu.


*****


Keesokan harinya pagi-pagi sekali keluarga dari Choki pergi ke hotel yang tak jauh dari rumah mereka, ya karena acara 7 bulanan Dimas akan di laksanakan di sana.


Bu Rahma dan pak Beni sengaja memilih untuk di laksanakan di hotel agar tidak ada keramaian di rumah, karena takut akan mengganggu cucu mereka.


Acara yang sudah tersusun rapi dengan segala persiapan yang matang, membuat siapa saja yang datang akan takjub dengan kemewahan yang di suguhkan.


Dita menggunakan pakaian kebaya yang serasi dengan Choki.


Begitupun dengan bu Rahma, pak Beni dan kedua pasang kakak Choki.


Mereka tampak kompak menggunakan kebaya modern dengan warna senada.


Tak lupa Dita juga menyiapkan pakaian untuk Zee dan Adam.


"Zee ini kebaya buat lo dan suami lo, di pake ya. Bentar lagi giliran lo di make up in, itu kak Anggi udah mau selesai" kata Dita

__ADS_1


"Loh aku juga dapat kebaya ya? Kok kamu ga bilang-bilang sih?"


"Hehehe... Sengaja karena gue mau ngasih kejutan buat lo, di pake ya cepetan"


"Thank you ya Dit"


"Sama sama. Gue ke sana dulu ya, takut Dimas nangis"


"Iya"


Dita pun pergi, dan Zee langsung menghampiri Adam yang sedang duduk santai bersama Choki.


"Mas...." panggil Zee


"Ya sayang"


"Nih ganti dulu bajunya" ucap Zee sambil menyodorkan pakaian


"Loh, kenapa harus ganti? Ini kan yang aku pake pilihan kamu sendiri tadi?"


"Ini Dita udah nyiapin kita baju"


Adam bingung kenapa dirinya dan istrinya harus juga berpakaian yang sama.


Choki menepuk pundak Adam


"Di pake lah bang, itu Dita sengaja nyiapin itu khusus buat kalian. Karena kalian lah satu-satunya keluarga Dita"


"Ya udah nih mas bajunya, aku juga mau ganti baju nih"


Zee pun pergi mengganti pakaiannya lalu di rias seperti anggota keluarga yang lainnya.


Setelah semua persiapan selesai, kini satu persatu tamu undangan mulai berdatangan.


Tepat jam 9 acaranya pun di mulai.


Satu persatu urutan acaranya pun mulai berjalan, dari sambutan hingga ke acara inti.

__ADS_1


Momen yang paling menggemaskan ialah saat Dimas di suruh untuk memilih salah satu dari benda di depannya, yang mana yang Dimas pilih insya Allah akan menjadi cita-cita / profesi nya di masa depan.


Dimas memilih uang kertas yang letaknya cukup jauh dari jangkauan tangannya.


Ia merangkak dan berusaha mengambilnya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggenggam buku.


"Wah... Rupanya anak ini sudah sangat tau ya bagaimana pentingnya apa yang ia pegang saat ini" ucap si pembawa acara


Semua undangan dan keluarga tentunya sangat mengapresiasi apapun yang dimas pilih.


"Di tangan kanannya ia memegang buku, bisa jadi kelak jika dewasa ia akan menjadi penulis yang hebat dan bisa memiliki banyak dari apa yang ia genggam saat ini di tangan kirinya. Anak pintar, beri tepuk tangan yang meriah untuk Dimas...."


Semua pun bertepuk tangan gembira.


Kini adalah acara terakhir yaitu sesi pemotretan.


Semua anggota keluarga berfoto bersama termasuk Adam dan Zee juga.


Bahkan beberapa tamu undangan juga ikut foto karena saking gemasnya dengan wajah Dimas.


Sepanjang acara Adam tak pernah melepaskan pandangannya dari Zee.


Ia masih takut jika istrinya akan merasa minder atau berkecil hati.


Tapi Alhamdulillah, Zee terlihat sangat sangat berdamai dengan hatinya dan begitu menikmati acara itu.


"Kita foto bertiga sama Dimas yuk mas" ajak Zee


Adam pun mengangguk menuruti kemauan istrinya itu.


Zee yang terlihat begitu bahagia saat menggendong Dimas dan tersenyum lebar saat pemotretan, membuat Adam ikut bahagia.


Saat berganti pose, Zee meminta Adam untuk menggendong Dimas.


Tidak tau mengapa penglihatan Zee mulai buram, pandangannya mulai tidak jelas dan tidak bisa berdiri seimbang.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2