Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
123 Sakit Perut


__ADS_3

Hari hari pun berlalu, kini sebentar lagi mereka akan mengadakan acara syukuran 4 bulanan, tepatnya 2 minggu lagi.


Sejak tadi malam Zee merasa tidak nyaman dengan perutnya, sudah 2 hari belakangan ini hanya rebahan saja karena merasa sangat malas beraktifitas.


Karena hari ini hari minggu Adam ingin mengajak Zee jalan-jalan.


Pagi-pagi Adam memandikan mobilnya di luar, sedangkan Zee berbaring di sofa sambil menonton televisi.


Tiba-tiba Zee merasa ada yang aneh dengan perutnya.


Wajah yang awalnya datar kini berubah meringis menahan sakit.


Tangannya memegangi perutnya dan mulai berseru.


"Ah... Mas.. Mas..."


Karena Adam berada di luar, ia tak mendengar panggilan dari Zee.


Setelah berulang ulang Zee memanggilnya, baru Adam mendengarnya.


"Mas.... Mas Adam...." Zee kembali berteriak memanggil Adam


Mendengar teriakannya dari istrinya, Adam segera berlari dan membuang sponge nya ke sembarang arah.


"Loh kenapa sayang, ada apa?" Begitu masuk Adam mendapati istrinya dengan tubuhnya yang hampir melingkar karena menahan sakit.


"Mas perut ku, auh...." rintih Zee


"Kenapa sayang, kenapa dengan perutmu?"


"Sakit mas, perut ku kaku. Au... Sakit mas"


Zee meremas tangan Adam menahan sakitnya


"Ya Allah kenapa, kok bisa? Kita ke dokter sekarang ya, kamu tahan dulu ya, aku siapkan mobil. Tenang ya sayang, yang kuat ya, bentar "


Ia lalu pergi ke kamarnya untuk mengambil hijab istrinya dan juga dompetnya.


Bahkan saking buru-buru nya kaki Adam sampai tersandung di kaki meja hingga membuat jari kelingking kakinya berdarah.

__ADS_1


Namun rasa sakitnya tak seberapa di banding dengan rasa khawatirnya saat ini.


Di sofa, Zee tetap mencoba bertahan. Bulir-bulir bening keringatnya mulai tampak di keningnya yang mengerut karena menahan sakit.


Bibirnya tak henti berdzikir dengan tangannya yang selalu memegang perutnya.


"Ya Allah sabar sayang, ayo kita ke rumah sakit ya, tahan ya sayang ya" ucap Adam sambil memakaikan hijabnya


Adam lalu menggendong Zee ke mobil dan segera menuju rumah sakit.


Suasana begitu genting, hati yang tidak tenang dan pikiran yang mulai kacau.


Zee tak bersuara apapun kecuali berdzikir sepanjang jalan.


Begitu pun Adam, ia mengemudi dengan satu tangan dan tangan lainnya terus memegangi istrinya.


Sesampainya di rumah sakit Adam langsung berteriak memanggil dokter.


Ia berlari sambil menggendong istrinya yang kini mulai lemas.


"Dokter tolong dokter, tolong istri saya. Dia kesakitan dok, tolong dia..."


"Baik pak mari bawa istri bapak ke UGD"


"Tapi sus, dia istri saya. Dia sedang kesakitan saya harus ada di sampingnya"


"Iya pak kami tau, maka dari itu biarkan dokter memeriksa kondisi istri bapak dulu. Silahkan bapak tunggu di luar"


"Tapi sus..."


Suster lalu menutup pintunya dari dalam tanpa menghiraukan Adam.


"Ya Allah... Ada apa ini? Kenapa dengan istri hamba? ya Allah selamatkan istri dan calon anak kami ya Allah..."


Adam terduduk lemas di depan UGD.


Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


Setelah setengah jam menunggu, dokter pun keluar.

__ADS_1


Segera Adam berdiri dan menghampiri.


"Bagaimana kondisi istri saya dok? Dia baik-baik saja kan?"


"Bapak suaminya?"


"Iya dok, saya suaminya. Bagaimana kondisinya saat ini?"


"Ada yang perlu saya bicarakan dengan bapak, mari ikut saya ke ruangan saya"


Setelah sampai di ruangan dokter, Adam di persilhkan duduk.


"Silahkan duduk pak"


"Terima kasih dok. Apa yang ingin dokter bicarakan, istri dan calon bayi saya baik-baik saja kan dok?"


"Begini pak, kondisi kehamilan istri bapak sangat lemah. Perkembangannya sangat di pengaruhi oleh kesehatan ibunya. Istri bapak hampir saja mengalami keguguran"


Deg


Detak jantung Adam rasanya berhenti untuk beberapa saat.


Dadanya terasa sangat sesak dan tenggorokan nya seperti sedang menelan biji salak.


Terasa mengganjal hingga membuatnya tak busa berkata-kata.


Wajahnya seketika langsung pucat, dan berkeringat.


"Tenang pak, istri bapak tidak keguguran. Hanya saja kondisi janin nya sangat lemah. Kami akan memberikan beberapa vitamin agar janin yang ada di dalam kandungan istri bapak kuat dan dapat bertahan"


Dengan mata yang mulai berair Adam mencoba bertanya dengan suaranya yang berat


"Lalu, istri saya bagaimana dok?"


"Istri bapak sekarang sudah baik-baik saja. Mulai hari ini istri bapak tidak boleh beraktivitas apapun, dia harus bed rest total hingga janin di dalam kandungannya benar-benar kuat"


"Berapa lama kira-kira istri saya harus bed rest dok?"


"Itu tidak tentu pak, tergantung janinnya"

__ADS_1


Adam menunduk lemas dan air matanya kini mulai jatuh.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2