
"Bang, biasanya ya dua porsi. Jus jeruknya juga dua"
"Eh... Adam. Oke siap"
Beberapa saat menunggu mie ayam pun di sajikan.
Adam mengaduk mie ayamnya agar panasnya berkurang, sedangkan Zee yang sudah tidak tahan melihat mie ayam di depannya langsung meniup kemudian memakannya.
"Tidak baik memakan makanan yang masih panas, tunggu dulu sebentar" kata Adam
"Kenapa?" Tanya Zee dengan mulutnya yang penuh dengan mie
"Telan dulu makanannya baru bicara"
Zee segera menelannya lalu minum sebelum kembali bertanya pada Adam.
"Emangnya kenapa?"
"Pertama, menunggu makanan yang masih panas itu sunnah, secara medis juga tidak baik untuk kesehatan. Yang ke dua saat mulut penuh dengan makanan jangan berbicara, takutnya tersedak"
"O... Gitu" Zee kini mengerti.
Zee menunggu mie ayamnya sedikit lebih dingin baru memakannya.
"Rasanya gimana menurut kamu? Enak?" Tanya Adam
Zee mengangguk sambil menikmatinya
"Rasanya enak banget"
"Aku sama abah dan umi udah langganan di sini dari dulu, sampe sekarang rasanya ga berubah"
"Kalo ini coba di jual online pasti rame banget. Rasanya ga kalah sama mie ayam di restoran"
Dari kejauhan ada yang diam-diam memerhatikan mereka.
Dialah Kirana. Dia yang tidak sengaja lewat di depan warung mie ayam itu merasa iri terhadap Zee yang menjadi istri Adam.
"Aku yang dari dulu telah menyukai mas Adam, kenapa malah wanita lain yang menjadi istrinya"
Batin Kirana
Kirana merasa cemburu melihat Adam yang sedang asyik bercerita dengan Zee.
"Meski pernikahannya karena terpaksa, mas Adam tetap memperlakukannya dengan baik layaknya istri pilihannya sendiri.
Sikap mu yang lembut itu yang membuat ku mencintaimu mas..."
__ADS_1
Karena tidak kuat melihat Adam bersama wanita lain, tak terasa bulir bening jatuh membasahi pipinya.
"Astaghfirullah ya Allah... Mas Adam sudah menikah tapi kenapa hati ku mesih belum bisa melepasnya"
Kirana lalu segera pergi karena takut Adam dan Zee melihatnya.
Setelah seharian berkeliling mereka lalu pulang.
Adam lalu membuka bagasi mobilnya dan membawa beberapa kantong di tangannya.
"Itu apa?" Tanya Zee
"Ini buat kamu"
"Hah, buat aku? Apa?"
"Masuk dulu, trus buka sendiri"
Adam berjalan masuk ke rumah dan Zee membuntuti di belakangnya.
"Assalamualaikum umi...."
"Wa'alaikum salam... Kalian sudah pulang"
Umi Fatimah yang sedang membaca Alquran lalu menutupnya dan meletakkannya di atas meja.
"Adam bawa apa itu nak, banyak banget?"
"Zee juga ga tau umi"
"Loh kamu ini. Kan yang dari tadi sama Adam kamu"
Zee tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Umi sudah makan?" Tanya Zee mengalihkan pembicaraan
"Sudah...."
"Em... Zee ke kamar dulu mi, mau mandi"
"Ya sudah...."
Zee masuk ke kamarnya dan tak menemukan Adam di sana.
Zee lalu mengambil dan membuka kantong yang Adam bawa tadi.
"Baju? Buat siapa ini?"
__ADS_1
"Itu buat kamu" saut Adam yang baru keluar dari kamar mandi
"Buat aku?"
"Iya, kamu kan di sini tidak punya baju ganti. Itu sekalian sama hijabnya"
"Kapan kamu belinya? Kita kan tadi cuma mampir di warung mie ayam"
Tanya Zee yang masih bingung dari mana Adam bisa mendapatkannya.
"Dari toko"
"Oh ya aku lupa kalau di toko mu lengkap" Zee menertawakan dirinya nya sendiri.
Zee yang sedang sibuk membuka kantong belanjaannya sedangkan Adam memainkan hp nya di sofa.
Begitu lengkap belanjaan Adam mulai dari gamis, hijab beserta jarum dan bros nya juga kaos kaki.
Tak lupa juga dengan pakaian dalamnya beberapa set plus 3 lingerie seksi.
"Astaga.... Ini bener kamu yang belanja?!" Tanya Zee tak percaya dengan mengangkat lingerie di depannya
"Memangnya kenapa? Kamu tidak suka? Kalo ga suka ga papa besok aku kembalikan ke toko"
Adam menjawabnya sambil tetap memainkan hp tanpa melihat apa yang sedang Zee tunjukkan.
"Ini juga kamu yang pilih?"
Adam menoleh dan bingung dengan apa yang Zee pegang.
"Itu apa?"
"Lah, kan kamu yang beli kok malah tanya aku"
Adam menghampiri Zee dan mengambil kain baju tipis yang Zee pegang.
"Ini apa? Kainnya kok tipis banget?" Tanya Adam sambil membolak balik lingerie nya.
"Itu baju seksi. Ngapain beli kek gituan, mau nyuruh aku buat pake itu?!"
"Astaghfirullah... Aku ga tau kalo ada ini di dalamnya. Aku tadi nyuruh Dina (karyawannya) untuk mengambil semua yang mungkin kamu butuhkan, aku ga tau ini" jelas Adam
"Alah... Lelaki mah emang gitu" celetuk Zee
Adam mengambil lingerie itu dan menaruhnya di lemarinya. Besok Adam akan mengembalikan lingerie itu ke tokonya.
"Astaghfirullah.... Kok ada penjahit yang bikin baju tipis dan kekurangan kain begitu, gimana make nya coba" batin Adam
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️