
Keesokan harinya Adam membangunkan Zee karena alarm untuk sholat subuh telah berbunyi
"Sayang... bangun yuk, mandi. Udah subuh...."
Adam mengelus pipi Zee yang tertidur pulas
"Dek, ayo bangun..."
Zee mengucek dan perlahan membuka matanya.
"Ayo bangun, nanti aku mau ajakin kamu ke suatu tempat"
"Kemana?"
"Sekarang masih rahasia. Nanti kamu juga bakal tau"
Adam mengecup kening Zee dan pergi ke kamar mandi.
"Mas Adam mau ngajak aku kemana sih, bikin penasaran aja"
Zee kembali berbaring sambil menunggu Adam selesai mandi.
Tapi karena sudah agak lama dan Adam pun belum juga keluar, Zee lalu menghampirinya.
"Mas, udah apa belom?" Tanya Zee dari luar
"Belum dek"
"Kok lama sih?"
Adam lalu membuka pintu dan masih dengan pakaiannya yang lengkap.
"Loh, mas Adam belum mandi?"
"Hehe... Belum" jawab Adam sambil cengar-cengir
"Katanya nyuruh cepet siap-siap, tapi mas sendiri yang lama lamain"
Adam menarik tangan Zee mengajaknya masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Loh mas, mau ngapain mas..."
"Mau mandi bareng...." Jawab Adam sambil mengunci pintu
"Ih mas Adam. Ngak ah"
"Kenapa?"
"Malu tau"
"Ga usah malu, orang udah lihat semuanya kok"
Zee menepuk bahu Adam karen malu, pipinya langsung memerah mendengar itu.
"Ngak mas, aku malu. Kita mandinya gantian aja ya..."
Zee melempar senyum manisnya berharap Adam membiarkannya keluar.
Lalu ia hendak membuka kuncinya tapi Adam meraih tangannya dan meletakkan di bahunya.
"Mau kemana? Ga usah malu sayang, ayo lah...."
"Tapi mas Adam jangan macem-macem loh yaa"
Karena rasa sakit yang semalam saja masih belum hilang takutnya di tambah terus malah makin sakit.
"Ngak sayang, ga macem-macem kok"
Adam lalu membantu Zee melepas pakaiannya lalu melepas pakaiannya sendiri.
Sedari tadi, Adam di kamar mandi sibuk menyiapkan air hangat di bathtub lengkap dengan taburan bunganya.
"Ini apa mas? Mas sendiri yang nyiapin?"
"Iya sayang. Ini khusus buat kamu sebagai tanda terima kasih dari ku untuk semalam"
Zee memeluk Adam dan mencium pipinya.
Adam membalas mencium keningnya dan menggendong Zee lalu memasukkannya ke bathtub.
__ADS_1
Berdua dalam satu bathub tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka.
Adam membantu Zee dengan mengosok pelan pundaknya.
Mereka mandi dengan durasi yang lebih lama.
Jika biasanya mereka menghabiskan waktu 15 menit untuk mandi, berbeda dengan mandi saat ini.
Setelah cukup lama berendam berdua, akhirnya mereka pun keluar.
Zee hanya menggunakan sehelai handuk yang hanya menutupi dada hingga pahanya, dan handuk kecil di kepalanya.
Begitu pun Adam, ia hanya mengunakan handuk kecil dan bertelanjang dada.
Mereka segera bersiap untuk sholat subuh berjamaah lalu berdzikir dan berdoa bersama.
Setelah fajar menyapa Adam mengajak Zee keluar menuju tempat yang sudah ia siapkan tanoa sepengatahuan Zee.
Adam membawa Zee ke tempat dimana banyak balon udara berterbangan.
Sebelum itu, Adam terlebih dahulu mengajak Zee sarapan di tempat dengan pemandangan yang begitu menakjubkan.
Seharian itu Adam dan Zee mengahbiskan waktu dengan menaiki balon udara dan mengelilingi kota Cappadocia hingga fajar terbenam.
Mereka duduk berdua di pinggir jalan yang ramai sambil menikmati makanan, tiba-tiba hp Adam berdering.
Ternyata panggilan video dari Kirana.
Adam ragu untuk menjawab telepon dari Kirana, karena ia takut Zee akan merasa cemburu.
"Siapa yang nelpon mas? Kok ga di angkat?" Tanya Zee
"Ee... Ini dari Kirana"
"Oh, kenapa ga di angkat?"
"Emang kamu ga cemburu kalau suami mu ini menerima telepon dari wanita lain?"
"Ya ampun mas, ya ngak lah. Cemburu kok sama tetangga sendiri. Angkat aja mas, siapa tau penting"
__ADS_1
Karena Zee tidak merasa keberatan Adam akhirnya menjawab teleponnya.
☀️☀️☀️☀️☀️