
"Zee, lo sakit?" tanya Dita
Ia curiga karena melihat perlakuan Adam pada Zee seperti sedang merawat orang sakit. (Membantu duduk dan membuatkan susu)
"Ngak kok, aku ga sakit" jawab Zee.
Zee kemudian bersandar dengan tumpukan bantal di belakang punggung nya.
"Lo beneran ga papa? Tapi wajah lo seperti sedang tidak baik-baik saja Zee?"
"Iya, aku emang kurang sehat. Dokter menyuruh ku untuk bed rest total"
"Hah? Bed rest? Lo emangnya sakit apa sih, sampe dokter nyuruh lo bed rest? Sakit apa Zee, jawab??"
Tanya Dita yang mulai panik takut sahabat nya itu di vonis penyakit yang macam-macam oleh dokter.
Melihat wajah sahabat yang terlihat begitu khawatir, Zee masih berniat untuk lebih lanjut mengerjai Dita.
"Doa in aku ya Dit, semoga aku cepat sehat lagi dan bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya"
"Ih Zee, penyakit apa sih! Jawab gak. Lu lama-lama bikin gue darting yak"
Dita yang mulai panik menurunkan Dimas dari pangkuannya dan menatap Zee dengan serius.
"Jawab woy jangan diem aja, lu sakit apa? Mana suami lu, gue mu ngomong sama dia. Kasiin hp nya ke suami lo Zee, cepet!!" suruh Dita dengan nada yang mulai tinggi.
Zee mengalihkan dan menutup kamera dari wajahnya, ia mencoba menahan tawa agar masih terus bisa mengerjai Dita.
Adam yang sedari tadi duduk di samping nya menggelengkan kepalanya karena ulah istri nya itu hingga membuat Dita marah.
"Zee, kok gelap sih. Mana laki lo, ish..."
"Bentar..." jawab Zee dengan santainya
Ia kemudian membuka laci di sampingnya dan mengambil sebuah kotak.
Zee lalu mengarahkan alat tes kehamilannya kamera hp nya.
Terlihat 2 garis merah yang begitu jelas.
__ADS_1
Dita yang awalnya marah kini langsung terdiam dengan matanya yang membulat.
"Zee... Lo-"
"Iya, Dit. Aku hamil"
Dita meletakkan hp nya dan langsung bersujud syukur.
Air matanya langsung mengalir deras dengan ucapan syukur yang teramat tulus.
"Ya Allah Zee, lo beneran kan? Ya Allah ini ga lagi nge prank gue??"
"Ya beneran lah, Alhamdulillah sebentar lagi Dimas bakalan punya teman baru"
Dita kembali memangku Dimas lalu melambaikan tangan mungilnya pada kamera.
"Hei sayang, coba lihat. Onty Zee lagi hamil, bentar lagi Dimas bakalan punya teman baru, yeay...."
Dimas yang sudah bisa mengenali wajah, selalu tersenyum melihat Zee.
Ia bahkan mengambil hp Dita Lalu menciumnya.
"Ih... sayang, kangen ya sama onty? Onty juga kangen sama kamu, sabar yah untuk satu tahun ini onty belum bisa ke Bandung lagi. Kalo temen mu sudah lahir nanti kita ketemuan ya ganteng...."
"Iya onty.... Ih ya Allah Zee, ini sungguh kabar menggembirakan. Oh ya besok kalo gue pulang dari Jepang gue bakalan siapin hadiah buat lo spesial"
"Wah, benarkah?"
"Iya, gue janji. Oh ya gue masih penasaran kenapa lo harus bed rest? Apa terjadi sesuatu pada kandungan lo? Terus usia kandungan lo udah berapa bulan?"
"Emang ya kalo udah kebiasaan ga bakal bisa di ubah. Nany tuh satu-satu buk, jangan nyerocos gini"
"Namanya juga lagi bahagia buk, jawab ih udah berapa bulan?"
Zee akhirnya menceritakan semuanya pada Dita.
Dari awal mula ia hamil hingga hampir keguguran.
Bahkan Zee juga bercerita kalau kemarin juga sempat ketemu sama Sasha.
__ADS_1
Dita kenal dengan Sasha karena Zee.
Meski tak se akrab Zee, Dita juga lumayan mengenal Sasha karena kepopuleran Sasha dulu.
Prihatin sangat memprihatinkan.
"Aku gak tau lagi di mana Sasha sekarang, yang pasti kemarin aku sempet bilang sama dia kalo nanti dia butuh sesuatu aku suruh dia dateng ke ruko" jelas Zee
"Ih ya ampun kasian banget ya dia. Semoga di manapun Sasha berada, ia baik-baik aja" saut Dita
Mereka pun lanjut ngobrol panjang lebar.
"Eh Dit, Dimas mana?" tanya Zee karena Dimas tak lagi terlihat
"Ini lagi sama mainannya, nih"
Begitu Dita menoleh Dimas sudah terlelap.
Saking asyiknya mengobrol tentang dunia kehamilan, Dimas sampai tertidur sendiri di samping Dita di tengah-tengah tumpukan mainannya.
"Ya Allah Zee, anak gue sampe ketiduran gara-gara di tinggal ngobrol sama emaknya"
Dita mengarahkan kameranya pada Dimas
"Ih... lucu banget deh. Mungkin karena dimas pikir kelamaan kalo nunggu di kelonin emaknya, makanya dia tidur sendiri. Aduh sayang maa sya Allah.... gemes deh Dit"
puji Zee
"Iya nih, dia milih tidur sendiri dari pada nunggu emaknya, hahaha...."
"Udah sana angkat Dimas dulu, kasian dia tidur di bawah gitu"
"Ya udah, gue matiin yak. Besok kita telponan lagi, bye... Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"
Telpon pun berakhir dan Zee sekarang merasa lebih lega.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1